jasabola.pro – IJTI Sulawesi Tenggara Kecam Penghapusan Paksa Materi Liputan ...
jasabola.pro. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
sabtoewage 8 Agustus 2026 - 18:12
INFOJABARNEWS - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tenggara mengutuk tindakan Kepala Bandara Haluoleo Kendari dan anak buahnya yang menghapus paksa video dan foto jurnalis Antara bernama La Ode Muh Deden Saputra. Penghapusan paksa foto dan video Deden terjadi saat melakukan peliputan keberangkatan rombongan Panitia Gerakan pemberantasan korupsi ( KPK ), Jum'at (8/8/2022). Kejadian terjadi sekitar pukul 06.20 WITA. Saat itu, jurnalis Antara tengah meliput rombongan KPK yang membawa 4 terduga terduga pelaksana OTT Kolaka Timur memasuki area check-in Bandara Haluoleo. Ia sempat ditegur oleh seseorang berseragam rompi merah yang diberitakan kemudian adalah Kepala Bandara Haluoleo, bernama Denny Arianto, namun tetap melanjutkan pengambilan gambar karena sedang bertugas. Beberapa menit kemudian, sejumlah petugas bandara yang diperintahkan Denny Arianto mendatangi Deden dan melarang pengambilan gambar dengan alasan area tersebut merupakan daerah sensitif . Mereka kemudian memaksa jurnalis membuka ponsel dan menghapus video yang telah direkam. Penghapusan dilakukan di bawah tekanan dan disaksikan banyak orang di tempat peristiwa. Setelah itu, petugas kembali memeriksa ponsel untuk memastikan video benar-benar terhapus. Deden menuturkan, tindakan yang dilakukan otoritas Bandara Haluoleo itu merupakan permintaan KPK agar tidak ada foto atau video keberangkatan mereka bersama tersangka OTT.
INFOJABARNEWS - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tenggara mengutuk tindakan Kepala Bandara Haluoleo Kendari dan anak buahnya yang menghapus paksa video dan foto jurnalis Antara bernama La Ode Muh Deden Saputra.
Penghapusan paksa foto dan video Deden terjadi saat melakukan peliputan keberangkatan rombongan Bidang Gerakan pemberantasan tindak korupsi ( KPK ), Jum'at (8/8/2026).
Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.20 WITA. Saat itu, jurnalis Antara tengah meliput rombongan KPK yang membawa 4 orang yang diduga orang tidak bertanggung jawab pelaku OTT Kolaka Timur memasuki area check-in Bandara Haluoleo.
Ia sempat ditegur oleh seseorang berseragam rompi merah yang telah diketahui kemudian adalah Kepala Bandara Haluoleo, bernama Denny Arianto, namun tetap melanjutkan pengambilan gambar karena sedang bertugas.
Beberapa menit kemudian, sejumlah petugas bandara yang diperintahkan Denny Arianto mendatangi Deden dan melarang pengambilan gambar dengan alasan area tersebut merupakan daerah sensitif .
Mereka kemudian memaksa jurnalis membuka ponsel dan menghapus video yang telah direkam. Penghapusan dilakukan di bawah tekanan dan disaksikan banyak orang di tempat peristiwa. Setelah itu, petugas kembali memeriksa ponsel untuk memastikan video benar-benar terhapus.
Deden berujar, tindakan yang dilakukan otoritas Bandara Haluoleo itu merupakan permintaan KPK agar tidak ada foto atau video keberangkatan mereka bersama pihak terduga OTT.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. jasabola.pro menjadi perhatian besar masyarakat. jasabola.pro menjadi perhatian besar masyarakat. Berbagai sumber membahas tentang jasabola.pro karena dianggap penting. Banyak pihak menilai bahwa jasabola.pro sangat relevan saat ini.