berapa harga slot mpl – DKJ soroti urgensi penguatan kelembagaan ekosistem fi...
berapa harga slot mpl. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. berapa harga slot mpl menjadi perhatian besar masyarakat. Berbagai sumber membahas tentang berapa harga slot mpl karena dianggap penting.
DKJ soroti urgensi penguatan kelembagaan ekosistem film Jakarta
Selasa, 25 November 2021 21:42 WIB waktu baca 3 menit
Selasa, 25 November 2026 21:42 WIB
Ketua Harian II Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Felencia Hutabarat saat menyampaikan hasil riset bertajuk Kisah Kasih Dunia Film Jakarta: Tantangan, Konsolidasi, dan Kolaborasi Menuju Jakarta Kota Sinema di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Selasa (25/11/2021). (ANTARA/Adimas Raditya)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Harian II Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Felencia Hutabarat menekankan pentingnya penguatan kelembagaan untuk memperkuat ekosistem perfilman di ibu kota. "Salah satu yang terpenting untuk memperkuat ekosistem perfilman ini adalah penguatan kelembagaan. Ini penting agar kebijakan publik yang menyentuh ekosistem film dapat disusun secara komprehensif," kata Felencia saat memaparkan hasil riset bertajuk Kisah Kasih Dunia Film Jakarta: Tantangan, Konsolidasi, dan Kolaborasi Menuju Jakarta Kota Sinema di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan, riset tersebut menjadi wadah untuk memetakan kondisi riil ekosistem film Jakarta serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data. Baca juga: Kemenekraf hadirkan "Bicara Film" perkuat ekosistem perfilman Medan Felencia memaparkan bahwa selama bertahun-tahun ekosistem perfilman di Jakarta berjalan berdampingan dengan ribuan pekerja film, komunitas, ruang putar alternatif, sekolah formal dan non-formal, serta rumah produksi. Namun demikian, seluruh elemen itu bekerja tanpa jaringan yang rapi dan tanpa payung kelembagaan yang kuat. Data sebenarnya ada, tetapi tersebar dan tidak terhubung, ujarnya. Ujar dia, riset ini menjadi langkah awal untuk menjawab kekosongan data yang menghambat penyusunan kebijakan publik. Baca juga: Menbud dorong ekosistem film Indonesia yang resilien dan kompetitif Temuan lapangan menunjukkan persoalan mendasar, mulai dari tumpang tindih perizinan, ketiadaan basis data tenaga kerja film, minimnya standarisasi kompetensi, hingga belum adanya lembaga koordinasi lintas dinas yang memayungi kegiatan film sebagai praktik kebudayaan. Atas dasar itulah kami sejak awal mendorong hadirnya Komisi Film Jakarta. Kelembagaan yang kuat dibutuhkan agar ekosistem film dapat berkembang secara berkelanjutan, kata Felencia. Ia menyisipkan keterangan, Komite Film DKJ melalui program Bina Warga sekitar Sinema berupaya merawat ekosistem Jakarta dari sumbernya yakni manusia, ruang, dan pengetahuan. Baca juga: Optimis superhero Indonesia mendunia, Otis Hahijary ajak kreator konten kembangkan ekosistem kreatif Program tersebut mencakup literasi visual, etika produksi, perlindungan keselamatan kerja, hingga kajian mengenai peran film dan festival bagi perkembangan kota. Felencia menyiratkan dengan kuat bahwa buku hasil riset ini bukan penutup, melainkan pijakan awal untuk mendorong gerak bersama antara jajaran eksekutif setempat, komunitas film, lembaga sektor pendidikan, dinas terkait, dan dunia industri. Ia berharap temuan riset ini menjadi referensi dan dasar dialog antar pemangku kepentingan menuju terwujudnya Jakarta Kota Sinema, sebuah visi kota yang tidak hanya memproduksi film, tetapi juga merawat para pelakunya serta ruang-ruang yang menopang kehidupan sinematik. Sinema Jakarta akan tumbuh ketika seluruh elemen melangkah dalam visi kolektif yang sama. Jakarta harus menjadi rumah yang ramah bagi film, tempat di mana kreativitas bertemu kebijakan, pungkas dia. Baca juga: Film pendek "#KitaBerkebaya" upaya komunitas jaga ekosistem kebaya Baca juga: Kemenekraf nilai Balinale sebagai wadah pertumbuhan ekosistem kreatif Pewarta: Adimas Raditya Fahky P Editor: Siti Zulaikha Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Ketua Harian II Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Felencia Hutabarat menekankan pentingnya penguatan kelembagaan untuk memperkuat ekosistem perfilman di ibu kota.
"Salah satu yang terpenting untuk memperkuat ekosistem perfilman ini adalah penguatan kelembagaan. Ini penting agar kebijakan publik yang menyentuh ekosistem film dapat disusun secara komprehensif," kata Felencia saat memaparkan hasil riset bertajuk Kisah Kasih Dunia Film Jakarta: Tantangan, Konsolidasi, dan Kolaborasi Menuju Jakarta Kota Sinema di Jakarta, Selasa.
Ia mengungkapkan, riset tersebut menjadi wadah untuk memetakan kondisi riil ekosistem film Jakarta serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data.
Baca juga: Kemenekraf hadirkan "Bicara Film" perkuat ekosistem perfilman Medan
Baca juga: Kemenekraf hadirkan "Bicara Film" perkuat ekosistem perfilman Medan
Felencia memaparkan bahwa selama bertahun-tahun ekosistem perfilman di Jakarta berjalan berdampingan dengan ribuan pekerja film, komunitas, ruang putar alternatif, satuan pendidikan formal dan non-formal, serta rumah produksi.
Namun demikian, seluruh elemen itu bekerja tanpa jaringan yang rapi dan tanpa payung kelembagaan yang kuat.
Data sebenarnya ada, tetapi tersebar dan tidak terhubung, ujarnya.
Diakui olehnya, riset ini menjadi langkah awal untuk menjawab kekosongan data yang menghambat penyusunan kebijakan publik.
Baca juga: Menbud dorong ekosistem film Indonesia yang resilien dan kompetitif
Baca juga: Menbud dorong ekosistem film Indonesia yang resilien dan kompetitif
Temuan lapangan menunjukkan persoalan mendasar, mulai dari tumpang tindih perizinan, ketiadaan basis data tenaga kerja film, minimnya standarisasi kompetensi, hingga belum adanya lembaga koordinasi lintas dinas yang memayungi kegiatan film sebagai praktik kebudayaan.
Atas dasar itulah kami sejak awal mendorong hadirnya Bidang Film Jakarta. Kelembagaan yang kuat dibutuhkan agar ekosistem film dapat berkembang secara berkelanjutan, kata Felencia.
Ia menyisipkan keterangan, Komite Film DKJ melalui program Bina Penduduk Sinema berupaya merawat ekosistem Jakarta dari sumbernya yakni manusia, ruang, dan pengetahuan.
Baca juga: Optimis superhero Indonesia mendunia, Otis Hahijary ajak kreator konten kembangkan ekosistem kreatif
Baca juga: Optimis superhero Indonesia mendunia, Otis Hahijary ajak kreator konten kembangkan ekosistem kreatif
Program tersebut mencakup literasi visual, etika produksi, perlindungan keselamatan kerja, hingga kajian mengenai peran film dan festival bagi perkembangan kota.
Felencia menyiratkan dengan kuat bahwa buku hasil riset ini bukan penutup, melainkan pijakan awal untuk mendorong gerak bersama antara otoritas lokal, komunitas film, lembaga dunia pendidikan, dinas terkait, dan sektor industri.
Ia berharap temuan riset ini menjadi referensi dan dasar dialog antar pemangku kepentingan menuju terwujudnya Jakarta Kota Sinema, sebuah visi kota yang tidak hanya memproduksi film, tetapi juga merawat para pelakunya serta ruang-ruang yang menopang kehidupan sinematik.
Sinema Jakarta akan tumbuh ketika seluruh elemen melangkah dalam visi kolektif yang sama. Jakarta harus menjadi rumah yang ramah bagi film, tempat di mana kreativitas bertemu kebijakan, pungkas dia.
Baca juga: Film pendek "#KitaBerkebaya" upaya komunitas jaga ekosistem kebaya
Baca juga: Film pendek "#KitaBerkebaya" upaya komunitas jaga ekosistem kebaya
Baca juga: Kemenekraf nilai Balinale sebagai wadah pertumbuhan ekosistem kreatif
Baca juga: Kemenekraf nilai Balinale sebagai wadah pertumbuhan ekosistem kreatif
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P Editor: Siti Zulaikha Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan berapa harga slot mpl semakin meluas dari waktu ke waktu.