Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

bomjp – Tiga petugas keamanan diperiksa soal pencopet diarak di Tanah Abang

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: bomjp

bomjp. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa bomjp sangat relevan saat ini. Berbagai sumber membahas tentang bomjp karena dianggap penting.

Tiga petugas keamanan diperiksa soal pencopet diarak di Tanah Abang

Selasa, 25 November 2024 11:19 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2026 11:19 WIB

Tangkapan layar - Terduga pencopet yang diarak di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (25/11/2026). ANTARA/Khaerul Izan.

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa tiga petugas keamanan untuk dimintai keterangan terkait viralnya sebuah video yang menunjukkan terduga pencopet diarak di Pasar Tanah Abang. "Untuk saat ini, masih dilakukan pengembangan. Kami sudah memeriksa tiga petugas keamanan," kata Kapolsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Haris Akhmad Basuki di Jakarta, Selasa. Dia mengungkapkan peristiwa hukum pencopetan di Pasar Tanah Abang itu terjadi pada Minggu (16/11), dan video tersebut viral beberapa hari kemudian. Ujar dia, dari keterangan ketiga petugas keamanan, diduga pelaku copet itu merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial EA (43) yang merupakan penduduk Palembang. Dia menjelaskan arak-arakan itu terjadi setelah petugas mengamankan terduga pelaku copet di pos keamanan, kemudian sejumlah massa menyarankan agar wanita tersebut digunduli, lalu diarak untuk memberikan efek jera. "Saksi mata kemudian mengarak diduga pelaku dan menempelkan tulisan 'saya copet'. Setelah selesai diarak, orang yang diduga melakukan dipulangkan dan barang bukti dompet milik korban dikembalikan," ujar Haris. Dia melanjutkan alasan petugas keamanan tidak menyerahkan terduga pelaksana kepada pihak korps bhayangkara karena mereka mengaku panik serta terpengaruh saran dari massa. Untuk itu, kata Haris, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait insiden tersebut dengan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan saksi mata. "Orang yang memberikan kesaksian menangkap dan tidak menyerahkan atau koordinasi ke pihak institusi aparat kepolisian karena sudah panik, massa ramai, serta terpengaruh dengan saran massa yang ada pada saat itu," tutur Haris. Dalam video yang beredar itu, tampak seorang wanita diarak oleh petugas keamanan di sela-sela kios pedagang di Pasar Tanah Abang. Diduga pihak tertentu pelaku itu diarak dengan mengenakan kalung dari tali rafia yang bertuliskan "saya copet". Baca juga: Petugas kepolisian tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI Pewarta: Khaerul Izan Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Pusat memeriksa tiga petugas keamanan untuk dimintai keterangan terkait viralnya sebuah video yang menunjukkan terduga pencopet diarak di Pasar Tanah Abang.

"Untuk saat ini, masih dilakukan pengembangan. Kami sudah memeriksa tiga petugas keamanan," kata Kapolsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Haris Akhmad Basuki di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan peristiwa hukum pencopetan di Pasar Tanah Abang itu terjadi pada Minggu (16/11), dan video tersebut viral beberapa hari kemudian.

Dalam pandangannya, dari keterangan ketiga petugas keamanan, diduga orang yang diduga melakukan copet itu merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial EA (43) yang merupakan warga sekitar Palembang.

Dia menjabarkan arak-arakan itu terjadi setelah petugas mengamankan terduga individu nakal pelaku copet di pos keamanan, kemudian sejumlah massa menyarankan agar wanita tersebut digunduli, lalu diarak untuk memberikan efek jera.

"Saksi mata kemudian mengarak diduga pelaku dan menempelkan tulisan 'saya copet'. Setelah selesai diarak, terduga pelaksana dipulangkan dan barang bukti dompet milik pihak yang menjadi korban dikembalikan," ujar Haris.

Dia menguatkan pernyataan alasan petugas keamanan tidak menyerahkan terduga pelaksana kepada jajaran petugas kepolisian karena mereka berterus terang panik serta terpengaruh saran dari massa.

Untuk itu, kata Haris, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait perkara tersebut dengan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan saksi.

"Orang yang memberikan kesaksian menangkap dan tidak menyerahkan atau koordinasi ke kepolisian setempat karena sudah panik, massa ramai, serta terpengaruh dengan saran massa yang ada pada saat itu," tutur Haris.

Dalam video yang beredar itu, tampak seorang wanita diarak oleh petugas keamanan di sela-sela kios pedagang di Pasar Tanah Abang. Diduga pelaku itu diarak dengan mengenakan kalung dari tali rafia yang bertuliskan "saya copet".

Baca juga: Polisi tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut

Baca juga: Petugas kepolisian tangkap tiga komplotan pencopet spesialis konser di Jakut

Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap

Baca juga: Copet sering beraksi di sekitar Stasiun Senen akhirnya tertangkap

Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI

Baca juga: Seorang diduga copet ditangkap saat beraksi di Bundaran HI

Pewarta: Khaerul Izan Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan bomjp semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa bomjp sangat relevan saat ini.