slot6000 – Italia raih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut
slot6000. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Italia raih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut
Senin, 24 November 2023 07:32 WIB waktu baca 2 menit
Senin, 24 November 2024 07:32 WIB
Tim tenis putra Italia merayakan hasil positif dengan mengangkat trofi Piala Davis 2023 usai mengalahkan Spanyol pada babak final di Bologna, Italia, Minggu (23/11/2026). Davis Cup
Jakarta (ANTARA) - Matteo Berrettini dan Flavio Cobolli membawa Italia meraih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut ketika mereka meraih hasil positif atas Spanyol di Bologna, Minggu (23/11) waktu setempat atau Senin WIB. Pada pertemuan kedua tim pembuka, Berrettini tampil gemilang dengan mengalahkan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta 6-3, 6-4 dan memberi negaranya awal yang sempurna. Cobolli kemudian bangkit dari hasil negatif tujuh dari delapan gim pertama dalam pertandingannya melawan Jaume Munar untuk meraih tiga poin 1-6, 7-6(5), 7-5 dan membuat para personel tim cadangan Italia dan penonton tuan rumah yang memadati lapangan bersorak. Dikutip dari ATP, Italia juga meraih tiga poin di Final Piala Davis tahun 2023 dan 2024 di Malaga dan kini menjadi negara pertama setelah Amerika Serikat (1968-1972) yang meraih tiga gelar berturut-turut. Berrettini memastikan Italia mengawali final dengan sempurna dengan penampilan impresif saat melakukan servis. Petenis berusia 29 tahun itu melepaskan 13 ace dan tidak menghadapi break point dalam perjalanannya meraih hasil maksimal dalam waktu 79 menit. Petenis peringkat 56 ATP itu telah memenangi 11 duel Piala Davis terakhirnya, sejak 2022. Dengan harapan Italia yang saat itu tertuju pada Cobolli, petenis berusia 23 tahun itu menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk bangkit setelah awal yang lambat melawan Munar. Baca juga: Alcaraz mundur dari perempat final Piala Davis Spanyol Setelah kalah di set pertama dan kehilangan servisnya tepat di awal set kedua, Cobolli secara krusial mematahkan servis lawan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Ia kemudian mengonversi set point ketujuhnya di set kedua untuk memaksakan set penentuan dan menemukan kunci kemenangan di gim ke-11 set ketiga. Cobolli menikmati pekan yang mengesankan di kandang sendiri, setelah menyelamatkan tujuh match point dalam kemenangannya melawan Zizou Bergs dari Belgia di semifinal. Sang juara bertahan mengalahkan Ceko dan Jerman dalam perjalanan ke final. Di waktu yang sama, Spanyol berlaga di final Piala Davis untuk pertama kalinya sejak menang pada 2019. Italia menjadi negara dengan petenis non-Grand Slam pertama yang memenangi Piala Davis dan Piala Billie Jean King di musim yang sama beberapa kali, setelah Amerika Serikat dan Australia. Pekan ini, Italia berhasil melakukannya tanpa bantuan bintang Top 10, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti. Baca juga: Jerman siapkan pertempuran dengan Spanyol di semifinal Piala Davis Baca juga: Jadwal dan format United Cup 2026 Penerjemah: Arindra Meodia Editor: Eka Arifa Rusqiyati Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Matteo Berrettini dan Flavio Cobolli membawa Italia meraih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut ketika mereka meraih tiga poin atas Spanyol di Bologna, Minggu (23/11) waktu setempat atau Senin WIB.
Pada pertemuan kedua tim pembuka, Berrettini tampil gemilang dengan mengalahkan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta 6-3, 6-4 dan memberi negaranya awal yang sempurna.
Cobolli kemudian bangkit dari kekalahan tujuh dari delapan gim pertama dalam pertandingannya melawan Jaume Munar untuk meraih tiga poin 1-6, 7-6(5), 7-5 dan membuat para personel tim cadangan Italia dan penonton tuan rumah yang memadati lapangan bersorak.
Dikutip dari ATP, Italia juga meraih kemenangan di Final Piala Davis tahun 2023 dan 2024 di Malaga dan kini menjadi negara pertama setelah Amerika Serikat (1968-1972) yang meraih tiga gelar berturut-turut.
Berrettini memastikan Italia mengawali final dengan sempurna dengan penampilan impresif saat melakukan servis.
Petenis berusia 29 tahun itu melepaskan 13 ace dan tidak menghadapi break point dalam perjalanannya meraih tiga poin dalam waktu 79 menit.
Petenis peringkat 56 ATP itu telah memenangi 11 duel Piala Davis terakhirnya, sejak 2022.
Dengan harapan Italia yang saat itu tertuju pada Cobolli, petenis berusia 23 tahun itu menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk bangkit setelah awal yang lambat melawan Munar.
Baca juga: Alcaraz mundur dari perempat final Piala Davis Spanyol
Baca juga: Alcaraz mundur dari perempat final Piala Davis Spanyol
Setelah kalah di set pertama dan kehilangan servisnya tepat di awal set kedua, Cobolli secara krusial mematahkan servis lawan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Ia kemudian mengonversi set point ketujuhnya di set kedua untuk memaksakan set penentuan dan menemukan kunci hasil positif di gim ke-11 set ketiga.
Cobolli menikmati pekan yang mengesankan di kandang sendiri, setelah menyelamatkan tujuh match point dalam kemenangannya melawan Zizou Bergs dari Belgia di semifinal.
Sang juara bertahan mengalahkan Ceko dan Jerman dalam perjalanan ke final. Sebaliknya, Spanyol berlaga di final Piala Davis untuk pertama kalinya sejak menang pada 2019.
Italia menjadi negara dengan petenis non-Grand Slam pertama yang memenangi Piala Davis dan Piala Billie Jean King di musim yang sama beberapa kali, setelah Amerika Serikat dan Australia.
Pekan ini, Italia berhasil melakukannya tanpa bantuan bintang Top 10, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti.
Baca juga: Jerman siapkan pertempuran dengan Spanyol di semifinal Piala Davis
Baca juga: Jerman siapkan pertempuran dengan Spanyol di semifinal Piala Davis
Baca juga: Jadwal dan format United Cup 2026
Baca juga: Jadwal dan format United Cup 2026
Penerjemah: Arindra Meodia Editor: Eka Arifa Rusqiyati Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan slot6000 semakin meluas dari waktu ke waktu. slot6000 menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. slot6000 menjadi perhatian besar masyarakat. slot6000 menjadi perhatian besar masyarakat.