Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

jkt48 apk slot – Profil Jimly Asshiddiqie, sosok Ketua Komite Reformasi Polri

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: jkt48 apk slot

jkt48 apk slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan jkt48 apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa jkt48 apk slot sangat relevan saat ini. Berbagai sumber membahas tentang jkt48 apk slot karena dianggap penting.

Profil Jimly Asshiddiqie, sosok Ketua Komite Reformasi Polri

Minggu, 9 November 2023 19:14 WIB waktu baca 4 menit

Minggu, 9 November 2024 19:14 WIB

Ketua merangkap anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie (kedua kanan) bersama anggota (kiri ke kanan) Tito Karnavian, Badrodin Haiti dan Mahfud MD memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11/2023). Komisi yang dibentuk untuk melakukan kajian terhadap institusi Polri itu nantinya akan memberikan laporan secara periodik kepada Kepala negara Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

Jakarta (ANTARA) - Kepala negara RI Prabowo Subianto resmi melantik sepuluh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Orang nomor satu di pemerintahan (Keppres) Nomor 122P Tahun 2027 tentang Pengangkatan Keanggotaan Bidang Percepatan Reformasi Korps bhayangkara Negara Republik Indonesia. Dari sepuluh tokoh yang dilantik, nama Jimly Asshiddiqie menjadi sorotan publik. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu ditunjuk sebagai Ketua sekaligus anggota panitia yang bertugas mempercepat reformasi di tubuh Institusi petugas kepolisian Negara Republik Indonesia. Profil dan pendidikan Jimly Asshiddiqie dikenal luas sebagai pakar hukum tata negara yang berperan besar dalam pembentukan berbagai lembaga dan aturan konstitusi di Indonesia. Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 17 April 1956, Jimly kini menginjak usia 69 tahun. Ia menikah dengan Tutty Amalia dan dikaruniai lima orang anak. Sejak 1998, Jimly tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara di Universitas Indonesia (UI). Ia juga mendirikan "Jimly School of Law and Government", lembaga dunia pendidikan yang berdiri sejak Januari 2011 dan berfokus pada pengembangan kepemimpinan di bidang hukum dan pemerintahan. Jimly menempuh seluruh jenjang pendidikan tinggi di Universitas Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Hukum pada 1982, kemudian menyelesaikan studi magister di Fakultas Pascasarjana UI pada 1986. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktor di universitas yang sama dan meraih gelar doktor pada 1991 melalui program kerja sama antara UI dengan Van Vollenhoven Institute dan Rechtsfaculteit, Kampus Leiden, Belanda. Selain itu, Jimly juga pernah mengikuti berbagai short courses di dalam dan luar negeri, salah satunya di IATSS Suzuka, Jepang, pada 1984. Perjalanan karir Karir Jimly di dunia akademik dan pemerintahan terbilang panjang dan beragam. Ia mulai mengajar di Fakultas Hukum UI sejak 1981 dan diangkat sebagai Guru Besar pada 1998. Di dunia pemerintahan, Jimly pernah menjabat sebagai Asisten Pendamping kepala negara B.J. Habibie Bidang Kesejahteraan Rakyat (1998 1999), Anggota MPR RI (1998 1999), hingga Sekretaris Dewan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum RI (1999). Namanya semakin dikenal publik setelah dipercaya menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi pertama Indonesia selama dua periode (2003 2008). Dalam masa kepemimpinannya, Jimly berperan penting dalam membangun struktur kelembagaan dan sistem peradilan konstitusi di Indonesia. Setelah menuntaskan masa jabatan di MK, ia dipercaya mengemban berbagai peran penting lainnya, di antaranya: Anggota dpr Pertimbangan Presiden Bidang Hukum dan Ketatanegaraan (2009 2010) Ketua Dewan Kehormatan Panitia Pemilihan Umum (2010 2011) Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan umum (2012 2017) Anggota DPD RI (2019 2024) Ketua Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (2023 2024) Kini, di tahun 2026, Jimly kembali mendapat amanah besar sebagai Ketua Panitia Percepatan Reformasi Polri, lembaga yang dibentuk untuk memperkuat profesionalisme dan integritas institusi polisi. Organisasi hingga penghargaan Selain di pemerintahan, Jimly juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kehidupan sosial, keislaman, dan profesi ilmiah. Ia aktif di berbagai Lembaga Swadaya Residen (LSM), seperti di Lembaga Penelitian, Sektor pendidikan, dan Penerangan Kondisi ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada 1979 1980 di Jakarta, arsitek tim berbagai kursus kepemimpinan di Lembaga Studi Pembangunan (LSP) dan Pusat Pengembangan Agribisnis (PPA) sekitar tahun 1980-an. Sejak masa muda, ia sudah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) Palembang, kemudian memimpin Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) dan menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama beberapa periode. Jimly juga berperan besar dalam organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), mulai dari pendiri, pengurus, hingga menjabat Ketua Umum ICMI periode 2015 2020. Selain itu, ia turut berkiprah di Ikatan Sarjana Hukum Indonesia (ISHI), PGRI, dan Ikatan Alumni UI. Sebagai akademisi, Jimly dikenal sangat produktif. Ia telah menulis lebih dari 65 buku ilmiah serta ratusan makalah di berbagai media dan forum nasional maupun internasional. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain "Green Constitution", "Peradilan Etik dan Etika Konstitusi", "Konstitusi Kemasyarakatan", "Konstitusi Perekonomian", dan "Konstitusi Keadilan Kemasyarakatan". Atas kontribusinya di bidang hukum dan negara, Jimly juga telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya: Bintang Mahaputera Utama (1998) Bintang Mahaputera Adipradana (2009) atas jasanya membangun lembaga Mahkamah Konstitusi Bintang Penegak Demokrasi Utama (2020) Selain penghargaan dari negara, ia juga banyak menerima apresiasi dari lembaga kalangan masyarakat dan organisasi profesi atas dedikasinya terhadap penguatan hukum dan demokrasi di Indonesia. Baca juga: Jimly: Sosok Antasari Azhar taat aturan dan tegas Baca juga: Bidang Reformasi Polri buka peluang beri saran Presiden revisi UU Baca juga: Jimly: Komite Reformasi, Tim Transformasi Polri bakal urun rembuk Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Kepala pemerintahan RI Prabowo Subianto resmi melantik sepuluh anggota Alat kelengkapan dewan Percepatan Reformasi Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Kepala pemerintahan (Keppres) Nomor 122P Tahun 2027 tentang Pengangkatan Keanggotaan Seksi Percepatan Reformasi Korps bhayangkara Negara Republik Indonesia.

Dari sepuluh tokoh yang dilantik, nama Jimly Asshiddiqie menjadi sorotan publik. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu ditunjuk sebagai Ketua sekaligus anggota bidang yang bertugas mempercepat reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Jimly Asshiddiqie dikenal luas sebagai pakar hukum tata negara yang berperan besar dalam pembentukan berbagai lembaga dan aturan konstitusi di Indonesia.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 17 April 1956, Jimly kini menginjak usia 69 tahun. Ia menikah dengan Tutty Amalia dan dikaruniai lima orang anak.

Sejak 1998, Jimly tercatat sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara di Kampus Indonesia (UI). Ia juga mendirikan "Jimly School of Law and Government", lembaga sektor pendidikan yang berdiri sejak Januari 2011 dan berfokus pada pengembangan kepemimpinan di bidang hukum dan pemerintahan.

Jimly menempuh seluruh jenjang dunia pendidikan tinggi di Kampus Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Hukum pada 1982, kemudian menyelesaikan studi magister di Fakultas Pascasarjana UI pada 1986.

Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi doktor di kampus yang sama dan meraih gelar doktor pada 1991 melalui program kerja sama antara UI dengan Van Vollenhoven Institute dan Rechtsfaculteit, Universitas Leiden, Belanda.

Selain itu, Jimly juga pernah mengikuti berbagai short courses di dalam dan luar negeri, salah satunya di IATSS Suzuka, Jepang, pada 1984.

Karir Jimly di dunia akademik dan pemerintahan terbilang panjang dan beragam. Ia mulai mengajar di Fakultas Hukum UI sejak 1981 dan diangkat sebagai Guru Besar pada 1998.

Di dunia pemerintahan, Jimly pernah menjabat sebagai Asisten Wapres B.J. Habibie Bidang Kesejahteraan Rakyat (1998 1999), Anggota MPR RI (1998 1999), hingga Sekretaris Dewan Penegakan Keamanan dan Sistem Hukum RI (1999).

Namanya semakin dikenal publik setelah dipercaya menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi pertama Indonesia selama dua periode (2003 2008).

Dalam masa kepemimpinannya, Jimly berperan penting dalam membangun struktur kelembagaan dan sistem peradilan konstitusi di Indonesia.

Setelah menuntaskan masa jabatan di MK, ia dipercaya mengemban berbagai peran penting lainnya, di antaranya:

Kini, di tahun 2021, Jimly kembali mendapat amanah besar sebagai Ketua Alat kelengkapan dewan Percepatan Reformasi Polri, lembaga yang dibentuk untuk memperkuat profesionalisme dan integritas korps bhayangkara.

Selain di pemerintahan, Jimly juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi sosial, keislaman, dan profesi ilmiah.

Ia aktif di berbagai Lembaga Swadaya Publik (LSM), seperti di Lembaga Penelitian, Dunia pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Kemasyarakatan (LP3ES) pada 1979 1980 di Jakarta, pelatih berbagai kursus kepemimpinan di Lembaga Studi Pembangunan (LSP) dan Pusat Pengembangan Agribisnis (PPA) sekitar tahun 1980-an.

Sejak masa muda, ia sudah aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) Palembang, kemudian memimpin Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) dan menjadi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) selama beberapa periode.

Jimly juga berperan besar dalam organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), mulai dari pendiri, pengurus, hingga menjabat Ketua Umum ICMI periode 2015 2020. Selain itu, ia turut berkiprah di Ikatan Sarjana Hukum Indonesia (ISHI), PGRI, dan Ikatan Alumni UI.

Sebagai akademisi, Jimly dikenal sangat produktif. Ia telah menulis lebih dari 65 buku ilmiah serta ratusan makalah di berbagai media dan forum nasional maupun internasional.

Beberapa karyanya yang terkenal antara lain "Green Constitution", "Peradilan Etik dan Etika Konstitusi", "Konstitusi Kemasyarakatan", "Konstitusi Situasi ekonomi", dan "Konstitusi Keadilan Kemasyarakatan".

Atas kontribusinya di bidang hukum dan negara, Jimly juga telah menerima berbagai penghargaan, di antaranya:

Selain penghargaan dari negara, ia juga banyak menerima apresiasi dari lembaga kalangan masyarakat dan organisasi profesi atas dedikasinya terhadap penguatan hukum dan demokrasi di Indonesia.

Baca juga: Jimly: Sosok Antasari Azhar taat aturan dan tegas

Baca juga: Jimly: Sosok Antasari Azhar taat aturan dan tegas

Baca juga: Alat kelengkapan dewan Reformasi Polri buka peluang beri saran Presiden revisi UU

Baca juga: Seksi Reformasi Polri buka peluang beri saran Kepala pemerintahan revisi UU

Baca juga: Jimly: Komite Reformasi, Tim Transformasi Polri bakal urun rembuk

Baca juga: Jimly: Komite Reformasi, Tim Transformasi Polri bakal urun rembuk

Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2021

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Banyak pihak menilai bahwa jkt48 apk slot sangat relevan saat ini.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.