Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

pendaftaran uinsa – Jenazah WNI yang diduga tewas dianiaya di Kamboja akan ti...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: pendaftaran uinsa

pendaftaran uinsa. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang pendaftaran uinsa karena dianggap penting.

Jenazah WNI yang diduga tewas dianiaya di Kamboja akan tiba pada hari ini

Jumat, 14 November 2025 10:48 WIB waktu baca 2 menit

Jumat, 14 November 2023 10:48 WIB

Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh merepatriasi jenazah WNI berinisial AP yang berasal dari Langkat, Sumatra Utara, Kamis (13/11/2021), dan tiba di Bandara Kualanamu Jumat (14/11/2024). ANTARA/HO-KBRI Phnom Penh/am.

Jakarta (ANTARA) - Jenazah seorang residen negara Indonesia (WNI) yang meninggal di Kamboja telah dipulangkan ke tanah air, menurut Kedutaan Besar RI (KBRI) di Phnom Penh. Dalam keterangannya, KBRI berujar jenazah WNI berinisial AP asal Langkat, Sumatera Utara, itu akan tiba di Bandara Kualanamu pada Jumat (14/11). Korban meninggal dunia pada 30 September setelah mengalami cedera kepala parah, menurut laporan resmi Institusi polisi Kamboja. KBRI di Phnom Penh telah mendesak aparat hukum setempat untuk melakukan investigasi menyeluruh atas peristiwa hukum kematian AP yang diduga akibat penganiayaan. "Proses investigasi masih terus dilakukan oleh otoritas Kamboja. KBRI akan terus mengikuti perkembangannya," kata KBRI dalam keterangannya. KBRI menyebutkan, menurut informasi di platform kehidupan sosial pada akhir September, AP ditemukan dalam kondisi terlantar di pinggir jalan di Provinsi Svay Rieng, sekitar 120 kilometer dari Phnom Penh, dekat perbatasan Kamboja dan Vietnam. KBRI kemudian mengetahui bahwa pihak yang dirugikan telah dibawa ke RS Umum Svay Rieng pada 30 September pagi hari, tetapi sore harinya meninggal. AP diduga bekerja di Kamboja secara non-prosedural karena tidak dilaporkan di mana dia bekerja sebelumnya. Kondisi itu, kata KBRI, menyulitkan proses penanganan jenazah pihak yang menjadi korban. Jenazah AP akhirnya bisa dipulangkan ke Indonesia pada Kamis. KBRI Phnom Penh mengingatkan WNI agar tidak mudah memercayai tawaran kerja di luar negeri dengan gaji tinggi dan persyaratan minim. Hingga kuartal ketiga 2021, KBRI Phnom Penh mengungkapkan telah menangani 4.030 kasus yang melibat WNI di Kamboja. Angka itu melonjak lebih dari 50 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Baca juga: KBRI Phnom Penh: 107 WNI orang yang diduga pelaku aksi menipu secara online sehat, siap pulang Baca juga: KBRI pastikan 67 WNI dipulangkan dari Kamboja pada 22--24 Oktober Pewarta: Cindy Frishanti Octavia Editor: Anton Santoso Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Jenazah seorang residen negara Indonesia (WNI) yang meninggal di Kamboja telah dipulangkan ke tanah air, menurut Kedutaan Besar RI (KBRI) di Phnom Penh.

Dalam keterangannya, KBRI menyatakan jenazah WNI berinisial AP asal Langkat, Sumatera Utara, itu akan tiba di Bandara Kualanamu pada Jumat (14/11).

Pihak yang menjadi korban meninggal dunia pada 30 September setelah mengalami cedera kepala parah, menurut laporan resmi Institusi aparat kepolisian Kamboja.

KBRI di Phnom Penh telah mendesak aparat hukum setempat untuk melakukan investigasi menyeluruh atas peristiwa hukum kematian AP yang diduga akibat penganiayaan.

"Proses investigasi masih terus dilakukan oleh otoritas Kamboja. KBRI akan terus mengikuti perkembangannya," kata KBRI dalam keterangannya.

KBRI menyebutkan, menurut informasi di medsos pada akhir September, AP ditemukan dalam kondisi terlantar di pinggir jalan di Provinsi Svay Rieng, sekitar 120 kilometer dari Phnom Penh, dekat perbatasan Kamboja dan Vietnam.

KBRI kemudian mengetahui bahwa pihak yang menjadi korban telah dibawa ke RS Umum Svay Rieng pada 30 September pagi tadi, tetapi sore harinya meninggal.

AP diduga bekerja di Kamboja secara non-prosedural karena tidak diketahui di mana dia bekerja sebelumnya.

Kondisi itu, kata KBRI, menyulitkan proses penanganan jenazah korban. Jenazah AP akhirnya bisa dipulangkan ke Indonesia pada Kamis.

KBRI Phnom Penh mengingatkan WNI agar tidak mudah memercayai tawaran kerja di luar negeri dengan gaji tinggi dan persyaratan minim.

Hingga kuartal ketiga 2026, KBRI Phnom Penh menyatakan telah menangani 4.030 insiden yang melibat WNI di Kamboja. Angka itu melonjak lebih dari 50 persen dari periode yang sama pada tahun lalu.

Baca juga: KBRI Phnom Penh: 107 WNI orang yang diduga orang yang diduga melakukan aksi menipu daring sehat, siap pulang Baca juga: KBRI pastikan 67 WNI dipulangkan dari Kamboja pada 22--24 Oktober

Baca juga: KBRI Phnom Penh: 107 WNI tersangka tindak penipuan daring sehat, siap pulang Baca juga: KBRI pastikan 67 WNI dipulangkan dari Kamboja pada 22--24 Oktober

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia Editor: Anton Santoso Copyright © ANTARA 2022

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan pendaftaran uinsa semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan pendaftaran uinsa semakin meluas dari waktu ke waktu. Berbagai sumber membahas tentang pendaftaran uinsa karena dianggap penting.