Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

kapan waktu terbaik main slot – Benarkah nada kasar ke ChatGPT bisa hasilkan ...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: kapan waktu terbaik main slot

kapan waktu terbaik main slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. kapan waktu terbaik main slot menjadi perhatian besar masyarakat. kapan waktu terbaik main slot menjadi perhatian besar masyarakat.

Benarkah nada kasar ke ChatGPT bisa hasilkan jawaban lebih akurat?

Rabu, 29 Oktober 2022 07:05 WIB waktu baca 2 menit

Rabu, 29 Oktober 2026 07:05 WIB

Ilustrasi - Logo ChatGPT dengan latar logo OpenAI. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/aa.

Jakarta (ANTARA) - Penelitian baru-baru ini menemukan ketika pengguna berbicara dengan nada kasar atau menuntut maka chatbot berbasis ai (AI) mungkin memberikan jawaban yang lebih akurat dibandingkan saat bertanya dengan nada sopan. Penelitian untuk menguji apakah kesopanan atau kekasaran mempengaruhi kinerja sistem AI itu dipublikasikan di arXiv pada 6 Oktober, sebagaimana dilansir Live Science. Penelitian ini dilakukan dengan menguji 50 soal pilihan ganda yang mencakup berbagai topik, mulai dari sains, matematika, hingga sejarah. Setiap soal diajukan kepada ChatGPT sebanyak sepuluh kali dengan lima kategori nada yakni, sangat sopan, sopan, netral, kasar, dan sangat kasar. "Hasil kami menunjukkan bahwa nada suara yang kasar menghasilkan hasil yang lebih baik daripada nada suara yang sopan," tulis para peneliti dalam makalah mereka. Hasilnya, ketika ditanya dengan nada sangat sopan maka ChatGPT menjawab dengan tingkat akurasi sekitar 80,8 persen; lalu tingkat akurasi dengan nada sopan berkisar 81,4 persen; tingkat akurasi dengan nada netral 82,2 persen; tingkat akurasi dengan nada kasar 82,8 persen; dan tingkat akurasi dengan nada sangat kasar meningkat hingga sekitar 84,8 persen. Untuk pertanyaan yang sangat sopan, pertanyaan yang diajukan misalnya, "Bisakah saya meminta bantuan Anda untuk pertanyaan ini?" atau "Bisakah Anda berbaik hati untuk menjawab pertanyaan berikut ini?". Sedangkan, untuk pertanyaan yang sangat kasar, pertanyaan yang diajukan misalnya, "Hei, pesuruh; coba pikirkan ini," atau "Saya tahu kamu tidak pintar, tapi coba ini." Meski demikian, hasil penelitian ini tidak boleh dijadikan alasan untuk bersikap tidak sopan atau menghardik chatbot setiap saat. Sebaliknya, hasil penelitian yang masih terbatas ini menjabarkan bahwa ChatGPT sensitif terhadap petunjuk (prompt cues) yang diberikan oleh pengguna. Para peneliti tidak menyarankan untuk menggunakan interaksi antarmuka (interface) yang bersifat agresif atau beracun dalam interaksi manusia-AI sebab penggunaan bahasa yang menghina atau merendahkan dapat berdampak negatif pada pengalaman pengguna hingga berkontribusi menciptakan kebiasaan komunikasi yang buruk. Penelitian ini merupakan bagian dari bidang baru yang disebut rekayasa prompt, yang berupaya menyelidiki bagaimana struktur, gaya, dan bahasa prompt mempengaruhi hasil chatbot berbasis ai. Baca juga: Satu juta pengguna ChatGPT bahas keinginan bunuh diri setiap minggu Baca juga: OpenAI dilaporkan kembangkan alat musik generatif baru Baca juga: OpenAI luncurkan ChatGPT Atlas, peramban bertenaga AI Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Penelitian baru-baru ini menemukan ketika pengguna berbicara dengan nada kasar atau menuntut maka chatbot berbasis artificial intelligence (AI) mungkin memberikan jawaban yang lebih akurat dibandingkan saat bertanya dengan nada sopan.

Penelitian untuk menguji apakah kesopanan atau kekasaran mempengaruhi kinerja sistem AI itu dipublikasikan di arXiv pada 6 Oktober, sebagaimana dilansir Live Science.

Penelitian ini dilakukan dengan menguji 50 soal pilihan ganda yang mencakup berbagai topik, mulai dari sains, matematika, hingga sejarah. Setiap soal diajukan kepada ChatGPT sebanyak sepuluh kali dengan lima kategori nada yakni, sangat sopan, sopan, netral, kasar, dan sangat kasar.

"Hasil kami menunjukkan bahwa nada suara yang kasar menghasilkan hasil yang lebih baik daripada nada suara yang sopan," tulis para peneliti dalam makalah mereka.

Hasilnya, ketika ditanya dengan nada sangat sopan maka ChatGPT menjawab dengan tingkat akurasi sekitar 80,8 persen; lalu tingkat akurasi dengan nada sopan berkisar 81,4 persen; tingkat akurasi dengan nada netral 82,2 persen; tingkat akurasi dengan nada kasar 82,8 persen; dan tingkat akurasi dengan nada sangat kasar meningkat hingga sekitar 84,8 persen.

Untuk pertanyaan yang sangat sopan, pertanyaan yang diajukan misalnya, "Bisakah saya meminta bantuan Anda untuk pertanyaan ini?" atau "Bisakah Anda berbaik hati untuk menjawab pertanyaan berikut ini?". Sedangkan, untuk pertanyaan yang sangat kasar, pertanyaan yang diajukan misalnya, "Hei, pesuruh; coba pikirkan ini," atau "Saya tahu kamu tidak pintar, tapi coba ini."

Meski demikian, hasil penelitian ini tidak boleh dijadikan alasan untuk bersikap tidak sopan atau menghardik chatbot setiap saat. Sebaliknya, hasil penelitian yang masih terbatas ini menjelaskan bahwa ChatGPT sensitif terhadap petunjuk (prompt cues) yang diberikan oleh pengguna.

Para peneliti tidak menyarankan untuk menggunakan interaksi antarmuka (interface) yang bersifat agresif atau beracun dalam interaksi manusia-AI sebab penggunaan bahasa yang menghina atau merendahkan dapat berdampak negatif pada pengalaman pengguna hingga berkontribusi menciptakan kebiasaan komunikasi yang buruk.

Penelitian ini merupakan bagian dari bidang baru yang disebut rekayasa prompt, yang berupaya menyelidiki bagaimana struktur, gaya, dan bahasa prompt mempengaruhi hasil chatbot berbasis artificial intelligence.

Baca juga: Satu juta pengguna ChatGPT bahas keinginan bunuh diri setiap minggu

Baca juga: Satu juta pengguna ChatGPT bahas keinginan bunuh diri setiap minggu

Baca juga: OpenAI dilaporkan kembangkan alat musik generatif baru

Baca juga: OpenAI dilaporkan kembangkan alat musik generatif baru

Baca juga: OpenAI luncurkan ChatGPT Atlas, peramban bertenaga AI

Baca juga: OpenAI luncurkan ChatGPT Atlas, peramban bertenaga AI

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2024

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik kapan waktu terbaik main slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.