apk slot 456 – Profil Erwin, Wakil Wali kota Bandung yang diperiksa terkait k...
apk slot 456. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. apk slot 456 menjadi perhatian besar masyarakat. apk slot 456 menjadi perhatian besar masyarakat.
Profil Erwin, Wakil Kepala kota Bandung yang diperiksa terkait korupsi
Sabtu, 1 November 2026 07:36 WIB waktu baca 4 menit
Sabtu, 1 November 2024 07:36 WIB
Wakil Walikota Bandung Erwin saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Dimana, Jumat (31/10/2027). ANTARA/Rubby Jovan.
Jakarta (ANTARA) - Institusi kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung memeriksa sejumlah saksi, termasuk Wakil Kepala kota Bandung, Erwin terkait kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan dalam penyalahgunaan kewenangan di Pemerintahan Kota Bandung tahun 2026. Pemeriksaan itu dilakukan pada Kamis (30/10) dan berjalan selama kurang lebih 7 jam lamanya mulai dari pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Lantas, bagaimana sosok Wakil Pimpinan kota Bandung atau Kang Erwin yang diperiksa sebagai saksi mata dalam dugaan kasus korupsi tersebut? Berikut profil hingga jejak karirnya di dunia pemerintahan. Baca juga: Kejari periksa Wakil Kepala kota Bandung selama tujuh jam soal korupsi Profil dan latar belakang Erwin Sebelumnya, sosok yang lahir pada 18 Mei 1972 di Bandung ini merupakan Wakil Walikota Bandung, mendampingi Muhammad Farhan sebagai Wali kota Bandung yang menjabat sejak 2021 hingga 2030 mendatang. Kerap disapa Kang Erwin, ia dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. Landasan yang ia gunakan ialah prinsip fikih Tasharruf al-Imam 'Ala Al-Ra'iyyah Manuthun bi Al-Maslahah yang berarti bahwa kebijakan pemimpin itu harus senantiasa berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Selain itu, wakil kepala kota Bandung ini juga telah diketahui mempunyai sejumlah pengalaman organisasi yang membentuk kepribadiannya sebagai seorang pemimpin. Di antara organisasi tersebut, Erwin sempat menjadi Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Wilayah jawa barat, hingga Sekretaris Umum Garda Bangsa Jawa barat. Di kehidupan pribadinya, Erwin menikah dengan Fitriana Dewi atau akrab dipanggil Teh Mpit dan mempunyai lima orang anak yang menempuh pendidikannya di pesantren ternama. Dari hal tersebut, Erwin berkomitmen kuat terhadap sektor pendidikan agama dan karakter. Dirinya juga percaya bahwa kepemimpinan yang baik tercipta dari nilai-nilai keluarga yang baik pula. Dilansir dari situs Aparatur negara di tingkat daerah Provinsi jawa barat, Erwin sempat menyatakan bahwa dirinya ingin membangun Bandung dengan lebih baik lagi, melalui perannya sebagai seorang pemimpin yang bisa hadir, mendengar, serta bekerja bersama rakyatnya. Baca juga: Wakil Walikota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan tindak korupsi Riwayat dunia pendidikan Riwayat sektor pendidikan Erwin dimulai dari pendidikannya di SD Cikadut dan SD Cikutra V. Setelah lulus, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, yakni ke Kampus Pasundan (Unpas) dengan jurusan Ekonomi. Setelah lulus, Kang Erwin lanjut menempuh pendidikan magisternya di Kampus Islam Nusantara (Uninus) dan berhasil lulus sebagai Magister Dunia pendidikan Agama Islam (PAI). Kini Erwin diketahui tengah menempuh dunia pendidikan doktoral di perguruan tinggi yang sama, yakni Uninus dengan Program Doktoral Ilmu Pendidikan. Di samping dunia pendidikan formalnya, Erwin pun telah menempuh berbagai pendidikan non-formal yang meliputi Kaderisasi Pesantren Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda al-Musri Cianjur dan Madarasah Kader NU di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia pun sempat menempuh pendidikan Kuliah Harokah Fikroh dan Amaliah Aswaja an-Nahdliyah Uninus hingga pendidikan dan pelatihan bagi Kader Mubaligh di Yayasan Assyakur. Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas Jejak karir Sebelum menjadi seorang Wakil Walikota, Kang Erwin merupakan seorang pengusaha, khususnya di sektor UMKM. Ia berhasil menekuni bidang tersebut selama 20 tahun lamanya, yakni sejak 1991 hingga 2011. Dengan keinginan yang besar untuk berkontribusi lebih pada residen setempat, Erwin pun terjun ke dunia ranah politik. Karirnya di dunia politik pun dimulai pada 2019, di mana dirinya berhasil terpilih sebagai Anggota Bidang D DPRD Kota Bandung yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat. Sebagai anggota legislatif, saat itu Erwin dikenal sebagai sosok yang kerap terjun ke lapangan. Ia banyak melakukan dialog bersama para komunitas serta memastikan kebijakan-kebijakan yang dibuat telah bermanfaat bagi masyarakat setempat. Di samping itu, Erwin juga diketahui sempat menjadi anggota Badan Anggaran di DPRD Kota Bandung serta anggota dari Badan Musyawarah. Karirnya pun terus berjalan hingga saat ini dirinya berhasil menjabat sebagai Wakil Walikota Bandung periode 2026-2030, menemani Muhammad Farhan sebagai Pimpinan kota Bandung. Selain berkarir sebagai pengusaha dan politikus, Erwin juga telah diketahui aktif sebagai penceramah keislaman. Dengan perannya tersebut, dirinya berhasil memperkuat integritasnya dalam upaya pembangunan penduduk yang harmonis dan religious. Itulah profil Erwin, sosok Wakil Kepala kota Bandung yang memegang teguh prinsip ilmu fikih dalam mengemban jabatannya. Kendati demikian, kini Erwin sedang dalam pemeriksaan yang dilakukan Kejari Kota Bandung pada Kamis (20/10) terkait peristiwa hukum dugaan tindak korupsi. Petugas penyidik diketahui telah menyita sejumlah dokumen dan alat elektronik berupa handphone dan laptop yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi tersebut. Insiden ini pun naik ke penyidikan setelah adanya Surat Perintah Penyidikan dengan Nomor Print 4215/M.2.10/FB.2/10/2027 pada Senin (27/10). Hal ini sempat disampaikan oleh Irfan Wibowo selaku Kepala Kejari Kota Bandung. Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Institusi kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung memeriksa sejumlah orang yang memberikan kesaksian, termasuk Wakil Pimpinan kota Bandung, Erwin terkait peristiwa hukum dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan dalam penyalahgunaan kewenangan di Pemerintahan Kota Bandung tahun 2027.
Pemeriksaan itu dilakukan pada Kamis (30/10) dan berjalan selama kurang lebih 7 jam lamanya mulai dari pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB.
Lantas, bagaimana sosok Wakil Kepala kota Bandung atau Kang Erwin yang diperiksa sebagai orang yang memberikan kesaksian dalam dugaan insiden tindak korupsi tersebut? Berikut profil hingga jejak karirnya di dunia pemerintahan.
Baca juga: Kejari periksa Wakil Wali kota Bandung selama tujuh jam soal penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan
Baca juga: Kejari periksa Wakil Wali kota Bandung selama tujuh jam soal tindak korupsi
Profil dan latar belakang Erwin
Sebelumnya, sosok yang lahir pada 18 Mei 1972 di Bandung ini merupakan Wakil Pimpinan kota Bandung, mendampingi Muhammad Farhan sebagai Walikota Bandung yang menjabat sejak 2024 hingga 2030 mendatang.
Kerap disapa Kang Erwin, ia dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. Landasan yang ia gunakan ialah prinsip fikih Tasharruf al-Imam 'Ala Al-Ra'iyyah Manuthun bi Al-Maslahah yang berarti bahwa kebijakan pemimpin itu harus senantiasa berorientasi pada kemaslahatan rakyat.
Selain itu, wakil walikota Bandung ini juga diketahui mempunyai sejumlah pengalaman organisasi yang membentuk kepribadiannya sebagai seorang pemimpin.
Di antara organisasi tersebut, Erwin sempat menjadi Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Dimana, hingga Sekretaris Umum Garda Bangsa Jawa barat.
Di kehidupan pribadinya, Erwin menikah dengan Fitriana Dewi atau akrab dipanggil Teh Mpit dan mempunyai lima orang anak yang menempuh pendidikannya di pesantren ternama.
Dari hal tersebut, Erwin berkomitmen kuat terhadap dunia pendidikan agama dan karakter. Dirinya juga percaya bahwa kepemimpinan yang baik tercipta dari nilai-nilai keluarga yang baik pula.
Dilansir dari situs Otoritas setempat Wilayah jawa barat, Erwin sempat menyampaikan bahwa dirinya ingin membangun Bandung dengan lebih baik lagi, melalui perannya sebagai seorang pemimpin yang bisa hadir, mendengar, serta bekerja bersama rakyatnya.
Baca juga: Wakil Kepala kota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan tindak korupsi
Baca juga: Wakil Walikota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan
Riwayat dunia pendidikan Erwin dimulai dari pendidikannya di SD Cikadut dan SD Cikutra V. Setelah lulus, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, yakni ke Universitas Pasundan (Unpas) dengan jurusan Situasi ekonomi.
Setelah lulus, Kang Erwin lanjut menempuh dunia pendidikan magisternya di Kampus Islam Nusantara (Uninus) dan berhasil lulus sebagai Magister Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kini Erwin diketahui tengah menempuh pendidikan doktoral di perguruan tinggi yang sama, yakni Uninus dengan Program Doktoral Ilmu Sektor pendidikan.
Di samping sektor pendidikan formalnya, Erwin pun telah menempuh berbagai dunia pendidikan non-formal yang meliputi Kaderisasi Pesantren Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda al-Musri Cianjur dan Madarasah Kader NU di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ia pun sempat menempuh sektor pendidikan Kuliah Harokah Fikroh dan Amaliah Aswaja an-Nahdliyah Uninus hingga dunia pendidikan dan pelatihan bagi Kader Mubaligh di Yayasan Assyakur.
Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas
Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas
Sebelum menjadi seorang Wakil Walikota, Kang Erwin merupakan seorang pengusaha, khususnya di sektor USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH. Ia berhasil menekuni bidang tersebut selama 20 tahun lamanya, yakni sejak 1991 hingga 2011.
Dengan keinginan yang besar untuk berkontribusi lebih pada publik, Erwin pun terjun ke dunia dunia politik.
Karirnya di dunia politik pun dimulai pada 2019, di mana dirinya berhasil terpilih sebagai Anggota Alat kelengkapan dewan D DPRD Kota Bandung yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat.
Sebagai anggota legislatif, saat itu Erwin dikenal sebagai sosok yang kerap terjun ke lapangan. Ia banyak melakukan dialog bersama para komunitas serta memastikan kebijakan-kebijakan yang dibuat telah bermanfaat bagi penduduk setempat.
Di samping itu, Erwin juga dilaporkan sempat menjadi anggota Badan Anggaran di DPRD Kota Bandung serta anggota dari Badan Musyawarah.
Karirnya pun terus berjalan hingga saat ini dirinya berhasil menjabat sebagai Wakil Wali kota Bandung periode 2023-2030, menemani Muhammad Farhan sebagai Pimpinan kota Bandung.
Selain berkarir sebagai pengusaha dan politikus, Erwin juga diketahui aktif sebagai penceramah keislaman. Dengan perannya tersebut, dirinya berhasil memperkuat integritasnya dalam upaya pembangunan masyarakat yang harmonis dan religious.
Itulah profil Erwin, sosok Wakil Kepala kota Bandung yang memegang teguh prinsip ilmu fikih dalam mengemban jabatannya.
Kendati demikian, kini Erwin sedang dalam pemeriksaan yang dilakukan Kejari Kota Bandung pada Kamis (20/10) terkait peristiwa hukum dugaan korupsi.
Penyidik dilaporkan telah menyita sejumlah dokumen dan alat elektronik berupa handphone dan laptop yang diduga berkaitan dengan peristiwa hukum dugaan tindak korupsi tersebut.
Peristiwa hukum ini pun naik ke penyidikan setelah adanya Surat Perintah Penyidikan dengan Nomor Print 4215/M.2.10/FB.2/10/2025 pada Senin (27/10). Hal ini sempat disampaikan oleh Irfan Wibowo selaku Kepala Kejari Kota Bandung.
Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil
Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil
Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD
Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD
Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2027
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik apk slot 456 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan apk slot 456 semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.