apk slot win88 – Peristiwa hukum kematian Alvaro, DPR minta aparat kepolisian...
apk slot win88. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan apk slot win88 semakin meluas dari waktu ke waktu.
Peristiwa hukum kematian Alvaro, DPR minta aparat kepolisian harus lebih cepat tanggap
Selasa, 25 November 2027 13:01 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2024 13:01 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat konferensi pers bersama jajaran Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurizal, Sufmi Dasco Ahmad, dan Saan Mustopa, di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (25/11/2021). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/pri.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menjelaskan bahwa aparat institusi polisi harus lebih cepat tanggap dalam mengusut kasus penculikan anak, berkaca pada peristiwa hukum kematian Alvaro Kiano Nugroho yang sudah dinyatakan hilang sejak delapan bulan lalu. "Kita sangat berharap dan meminta korps bhayangkara untuk cepat tanggap, untuk bisa lebih gesit lagi nanti dalam menangani berbagai kasus-peristiwa hukum kejahatan, terutama terkait soal penculikan terhadap anak-anak," kata Saan usai forum pembahasan paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa. Dalam pandangannya, pimpinan DPR RI juga akan meminta Komisi III DPR RI yang bermitra dengan Polri untuk mendorong hal tersebut. Petugas kepolisian, kata Saan, perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bidang Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam menangani perkara-perkara penculikan anak. Di waktu yang sama, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa DPR RI prihatin atas kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho (6), yang sudah dinyatakan hilang sejak Maret 2022. Puan mengungkapkan bahwa perkara tersebut adalah situasi darurat yang harus ditanggapi secara seksama. Baca juga: Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor Menurut Puan, kasus penculikan hingga pembunuhan tersebut bukan hanya merupakan tanggung jawab keluarga atau satuan pendidikan, melainkan juga tanggung jawab dari negara yang harus ditangani secara serius. "Kami akan meminta komisi terkait untuk memanggil dan menindaklanjuti hal ini secara serius untuk bisa melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan mengevaluasi jangan sampai hal ini kemudian terulang lagi," katanya. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan ayah tirinya bernama Alex Iskandar dengan cara dibekap. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11), memaparkan hal tersebut diakui tersangka yang berawal menculik pihak yang menjadi korban. "Saat membawa pihak yang dirugikan dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," katanya. Kemudian, petugas kepolisian pun menemukan Alvaro pada Minggu (23/11) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya Alex yang membunuh Alvaro pun dikabarkan mengakhiri hidupnya di dalam tahanan. Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, praktisi medis sebut tak ada tanda kekerasan Baca juga: Kematian Alvaro, Praktisi medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi Editor: Didik Kusbiantoro Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menyampaikan bahwa aparat kepolisian harus lebih cepat tanggap dalam mengusut peristiwa hukum penculikan anak, berkaca pada insiden kematian Alvaro Kiano Nugroho yang sudah dinyatakan hilang sejak delapan bulan lalu.
"Kita sangat berharap dan meminta kepolisian untuk cepat tanggap, untuk bisa lebih gesit lagi nanti dalam menangani berbagai perkara-perkara kejahatan, terutama terkait soal penculikan terhadap anak-anak," kata Saan usai pertemuan paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Diakui olehnya, pimpinan DPR RI juga akan meminta Panitia III DPR RI yang bermitra dengan Polri untuk mendorong hal tersebut.
Polisi, kata Saan, perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Alat kelengkapan dewan Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam menangani insiden-kasus penculikan anak.
Dalam waktu yang bersamaan, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa DPR RI prihatin atas peristiwa hukum kematian Alvaro Kiano Nugroho (6), yang sudah dinyatakan hilang sejak Maret 2022.
Puan menuturkan bahwa peristiwa hukum tersebut adalah situasi darurat yang harus ditanggapi secara seksama.
Baca juga: Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor
Baca juga: Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor
Menurut Puan, kasus penculikan hingga pembunuhan tersebut bukan hanya merupakan tanggung jawab keluarga atau sekolah, melainkan juga tanggung jawab dari negara yang harus ditangani secara serius.
"Kami akan meminta seksi terkait untuk memanggil dan menindaklanjuti hal ini secara serius untuk bisa melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan mengevaluasi jangan sampai hal ini kemudian terulang lagi," katanya.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan ayah tirinya bernama Alex Iskandar dengan cara dibekap.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Aparat kepolisian Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11), menerangkan hal tersebut diakui pihak terduga yang berawal menculik korban.
"Saat membawa pihak yang menjadi korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," katanya.
Kemudian, polisi pun menemukan Alvaro pada Minggu (23/11) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya Alex yang membunuh Alvaro pun dikabarkan mengakhiri hidupnya di dalam tahanan.
Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, dokter sebut tak ada tanda kekerasan
Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, tenaga medis sebut tak ada tanda kekerasan
Baca juga: Kematian Alvaro, Dokter sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang
Baca juga: Kematian Alvaro, Tenaga medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi Editor: Didik Kusbiantoro Copyright © ANTARA 2022
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan apk slot win88 semakin meluas dari waktu ke waktu. Topik apk slot win88 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Topik apk slot win88 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.