siti ulwiyah – Apa itu family office? Ini tujuan, benefit & negara yang memil...
siti ulwiyah. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Apa itu family office? Ini tujuan, benefit & negara yang memilikinya
Kamis, 16 Oktober 2027 16:59 WIB waktu baca 4 menit
Kamis, 16 Oktober 2025 16:59 WIB
Indonesia dan Uni Emirat Arab membahas pembentukan skema investasi "family office" atau pengelolaan dana berbasis keluarga. (ANTARA/HO-Ditjen AHU Kemenkumham)
Jakarta (ANTARA) - Pejabat kementerian Keuangan Indonesia, Purbaya Sadhewa kembali menjadi perbincangan berkat pernyataannya yang tidak akan mengeluarkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ANGGARAN NEGARA) untuk biaya pembangunan family office di Bali. Anggaran nggak akan saya alihkan ke sana, ucapnya di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Instansi kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Senin (13/10). Purbaya lebih berfokus untuk menyalurkan dana ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA dengan tepat dan tidak ada kebocoran anggaran. Family office merupakan suatu usulan dari Ketua Dewan Perekonomian Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan saat dirinya masih menjabat sebagai Pimpinan kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Aktivitas investasi (Menko Marves) di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Lebih tepatnya, Luhut menyampaikan wacana family office itu saat pertengahan Mei 2024, kepada para delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua, Bali. Namun sebetulnya, apa itu family office ? Baca juga: OJK usulkan "family office" di Nusantara Financial Center IKN Definisi family office Family office merupakan sebuah lembaga atau entitas usaha dunia usaha yang akan mengelola keuangan keluarga konglomerat atau terkaya. Pembentukan family office di Indonesia ini digagas pada 2024 dan dijalankan sejak Februari 2022, di mana tujuan secara singkatnya adalah untuk menarik aktivitas investasi di Indonesia semakin besar. Perlu diketahui bahwa konglomerat yang dimaksud adalah mereka yang mempunyai kekayaan minimal USD10 juta atau setara dengan Rp166,05 miliar, baik itu konglomerat lokal ataupun asing. Cara kerja family office yakni mengelola dana dari konglomerat secara jangka panjang dengan menyediakan berbagai layanan, seperti pengelolaan penanaman modal, perencanaan pajak, serta tata kelola kekayaan. Selanjutnya, pemilik dana akan mendapatkan insentif pajak dengan syarat melakukan penanaman modal pada proyek yang tengah berjalan di Indonesia. Family office berbeda dengan lembaga keuangan konvensional, karena bukan hanya mengelola kekayaan konglomerat tetapi juga mengelola strategi penanaman modal jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kekayaan konglomerat tersebut dari generasi ke generasi. Baca juga: Luhut bakal ajukan ke Prabowo 'family office' jalan Februari 2024 Tidak ada aturan yang pasti mengenai layanan yang akan diberikan oleh family office . Sebab selain pengelolaan aktivitas investasi, perencanaan pajak, serta tata kelola kekayaan, family office juga bisa memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan konglomerat itu sendiri. Hal tersebut bisa berupa perencanaan anggaran, perencanaan perjalanan, pengelolaan staf rumah tangga, manajemen penggajian, layanan hukum dan akuntansi, pengurusan asuransi, pengurusan transfer kekayaan keluarga, dan lainnya. Family office berkaitan dengan manajemen investasi, manajemen kekayaan dan pewarisan, manajemen filantropi, jasa pajak, jasa administrasi, hingga jasa hukum. Sehingga, family office akan membutuhkan banyak ahli di berbagai bidang untuk menjalankan tugasnya dalam mengelola kekayaan konglomerat. Family office terdiri dari dua bentuk, yakni: Single-Family Offices (SFOs), yang hanya mengelola kekayaan atau aset satu keluarga konglomerat saja Multi-Family Offices (MFOs), yang mengelola kekayaan atau aset lebih dari 1 keluarga. Baca juga: Purbaya tak berniat gelontorkan ANGGARAN NEGARA untuk familly office Tujuan pembentukan family office di Indonesia Tujuan dibentuknya family office di Indonesia adalah sebagai berikut. Menarik para terduga pelaksana pasar untuk berinvestasi di Indonesia, di mana family office ini diproyeksikan bisa menghasilkan hingga USD500 miliar dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan. Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat Indonesia. Menciptakan stabilitas pasar keuangan melalui manajemen risiko yang baik. Benefit family office di Indonesia Seiring dengan tujuan dibentuknya family office di Indonesia, benefit yang dimiliki meliputi akan adanya peningkatan peredaran modal di Indonesia, serta peningkatan produk domestik bruto. Kemudian dapat membuka lapangan pekerjaan dari penanaman modal dan konsumsi lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas finansial jangka panjang di Indonesia. Family office ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor industri jasa keuangan di Indonesia. Selain itu, apabila family office berhasil dijalankan di Indonesia, maka reputasi Indonesia sebagai negara tujuan penanaman modal bisa semakin meningkat di mata para orang yang diduga melakukan pasar global. Melalui family office , Luhut telah memperkirakan Indonesia bisa mendapatkan tambahan penerimaan negara sebesar USD100 juta - USD200 juta. Akan tetapi, tetap ada risiko yang mungkin dapat terjadi. Risiko dari family office adalah terjadinya money laundering , tindakan penyalahgunaan mencuci uang. Tingkat kerahasiaan tinggi serta kegiatan yang melibatkan berbagai yurisdiksi, kerap dimanfaatkan untuk menyamarkan sumber dana ilegal. Pola kepemilikan yang rumit juga berpotensi digunakan untuk menutupi identitas asli pemiliknya. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan dan pertimbangan matang sebelum membentuk family office . Baca juga: DEN rencanakan pengembangan KEK Pusat Keuangan-Family Office di Bali Negara yang sudah memiliki family office Family office sudah banyak berjalan di berbagai negara, seperti di Singapura telah memiliki 1.500 entitas usaha dan Hongkong sebanyak 1.400 perseroan. Selain itu, juga sudah dimiliki di negara Amerika Serikat, Amerika Utara, Swiss, Inggris, Abu Dhabi, Eropa, China, Dubai, dan Australia. Beberapa family office di dunia juga dikenal telah memiliki aset dengan nilai yang besar. Di antaranya seperti Walton Enterprises LLC di Amerika Utara, Cascade Investment, Bezos Expeditions di Amerika Serikat, Pontegadea Inversiones di Spanyol, serta Waycrosse Inc di Kanada. Baca juga: Kemenkeu masih mengkaji insentif untuk family office Baca juga: Tim family office DEN dan Kemenko Perekonomian kerja mulai esok hari Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Pimpinan kementerian Keuangan Indonesia, Purbaya Sadhewa kembali menjadi perbincangan berkat pernyataannya yang tidak akan mengeluarkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk biaya pembangunan family office di Bali.
Anggaran nggak akan saya alihkan ke sana, ucapnya di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Lembaga kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Senin (13/10).
Purbaya lebih berfokus untuk menyalurkan dana APBN dengan tepat dan tidak ada kebocoran anggaran.
Family office merupakan suatu usulan dari Ketua Dewan Situasi ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan saat dirinya masih menjabat sebagai Pejabat kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman modal (Menko Marves) di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Lebih tepatnya, Luhut menyampaikan wacana family office itu saat pertengahan Mei 2024, kepada para delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua, Bali. Namun sebetulnya, apa itu family office ?
Baca juga: OJK usulkan "family office" di Nusantara Financial Center IKN
Baca juga: OJK usulkan "family office" di Nusantara Financial Center IKN
Family office merupakan sebuah lembaga atau korporasi kegiatan bisnis yang akan mengelola keuangan keluarga konglomerat atau terkaya.
Pembentukan family office di Indonesia ini digagas pada 2024 dan dijalankan sejak Februari 2024, di mana tujuan secara singkatnya adalah untuk menarik penanaman modal di Indonesia semakin besar.
Perlu diberitakan bahwa konglomerat yang dimaksud adalah mereka yang mempunyai kekayaan minimal USD10 juta atau setara dengan Rp166,05 miliar, baik itu konglomerat lokal ataupun asing.
Cara kerja family office yakni mengelola dana dari konglomerat secara jangka panjang dengan menyediakan berbagai layanan, seperti pengelolaan aktivitas investasi, perencanaan pajak, serta tata kelola kekayaan.
Selanjutnya, pemilik dana akan mendapatkan insentif pajak dengan syarat melakukan penanaman modal pada proyek yang tengah berjalan di Indonesia.
Family office berbeda dengan lembaga keuangan konvensional, karena bukan hanya mengelola kekayaan konglomerat tetapi juga mengelola strategi penanaman modal jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kekayaan konglomerat tersebut dari generasi ke generasi.
Baca juga: Luhut bakal ajukan ke Prabowo 'family office' jalan Februari 2027
Baca juga: Luhut bakal ajukan ke Prabowo 'family office' jalan Februari 2021
Tidak ada aturan yang pasti mengenai layanan yang akan diberikan oleh family office . Sebab selain pengelolaan aktivitas investasi, perencanaan pajak, serta tata kelola kekayaan, family office juga bisa memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan konglomerat itu sendiri.
Hal tersebut bisa berupa perencanaan anggaran, perencanaan perjalanan, pengelolaan staf rumah tangga, manajemen penggajian, layanan hukum dan akuntansi, pengurusan asuransi, pengurusan transfer kekayaan keluarga, dan lainnya.
Family office berkaitan dengan manajemen investasi, manajemen kekayaan dan pewarisan, manajemen filantropi, jasa pajak, jasa administrasi, hingga jasa hukum.
Sehingga, family office akan membutuhkan banyak ahli di berbagai bidang untuk menjalankan tugasnya dalam mengelola kekayaan konglomerat.
Family office terdiri dari dua bentuk, yakni:
Baca juga: Purbaya tak berniat gelontorkan ANGGARAN NEGARA untuk familly office
Baca juga: Purbaya tak berniat gelontorkan ANGGARAN NEGARA untuk familly office
Tujuan pembentukan family office di Indonesia
Tujuan dibentuknya family office di Indonesia adalah sebagai berikut.
Benefit family office di Indonesia
Seiring dengan tujuan dibentuknya family office di Indonesia, benefit yang dimiliki meliputi akan adanya peningkatan peredaran modal di Indonesia, serta peningkatan produk domestik bruto.
Kemudian dapat membuka lapangan pekerjaan dari investasi dan konsumsi lokal, serta mendorong laju pertumbuhan situasi ekonomi dan stabilitas finansial jangka panjang di Indonesia.
Family office ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri jasa keuangan di Indonesia.
Selain itu, apabila family office berhasil dijalankan di Indonesia, maka reputasi Indonesia sebagai negara tujuan investasi bisa semakin meningkat di mata para terduga pelaksana pasar global.
Melalui family office , Luhut telah memperkirakan Indonesia bisa mendapatkan tambahan penerimaan negara sebesar USD100 juta - USD200 juta.
Akan tetapi, tetap ada risiko yang mungkin dapat terjadi. Risiko dari family office adalah terjadinya money laundering , tindakan penyalahgunaan mencuci uang.
Tingkat kerahasiaan tinggi serta kegiatan yang melibatkan berbagai yurisdiksi, kerap dimanfaatkan untuk menyamarkan sumber dana ilegal.
Pola kepemilikan yang rumit juga berpotensi digunakan untuk menutupi identitas asli pemiliknya. Oleh karena itu, diperlukan kewaspadaan dan pertimbangan matang sebelum membentuk family office .
Baca juga: DEN rencanakan pengembangan KEK Pusat Keuangan-Family Office di Bali
Baca juga: DEN rencanakan pengembangan KEK Pusat Keuangan-Family Office di Bali
Negara yang sudah memiliki family office
Family office sudah banyak berjalan di berbagai negara, seperti di Singapura telah memiliki 1.500 korporasi dan Hongkong sebanyak 1.400 perseroan.
Selain itu, juga sudah dimiliki di negara Amerika Serikat, Amerika Utara, Swiss, Inggris, Abu Dhabi, Eropa, China, Dubai, dan Australia.
Beberapa family office di dunia juga dikenal telah memiliki aset dengan nilai yang besar. Di antaranya seperti Walton Enterprises LLC di Amerika Utara, Cascade Investment, Bezos Expeditions di Amerika Serikat, Pontegadea Inversiones di Spanyol, serta Waycrosse Inc di Kanada.
Baca juga: Kemenkeu masih mengkaji insentif untuk family office
Baca juga: Kemenkeu masih mengkaji insentif untuk family office
Baca juga: Tim family office DEN dan Kemenko Perekonomian kerja mulai besok
Baca juga: Tim family office DEN dan Kemenko Perekonomian kerja mulai besok
Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2022
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan siti ulwiyah semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik siti ulwiyah sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Topik siti ulwiyah sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa siti ulwiyah sangat relevan saat ini.