Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

fdfd slot apk – Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, tenaga medis sebut tak ada t...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: fdfd slot apk

fdfd slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. fdfd slot apk menjadi perhatian besar masyarakat. fdfd slot apk menjadi perhatian besar masyarakat. Berbagai sumber membahas tentang fdfd slot apk karena dianggap penting.

Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, tenaga medis sebut tak ada tanda kekerasan

Selasa, 25 November 2022 00:19 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2026 00:19 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto bersama Praktisi medis Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Dokter Farah (kanan) saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2027). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/pri.

Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya Jakarta (ANTARA) - Pusat Kedokteran dan Urusan kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada orang tidak bertanggung jawab pelaku pembunuhan yang juga ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, bernama Alex Iskandar (AI). "Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya," kata Praktisi medis Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Tenaga medis Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin. Farah menerangkan berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah tersebut hanya ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher. "Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan perkara gantung (diri)," katanya. Sebaliknya Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan pihaknya telah mengajukan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi kepada jenazah. "Kami juga mengajukan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," katanya. Korps bhayangkara membenarkan orang yang diduga melakukan pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana. "Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Publik (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin. Budi menuturkan awalnya pada Minggu (23/11) pagi pukul 06.00 WIB, tersangka izin untuk ke toilet, sehingga dia dianggap sudah buang air di celana. Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian dia meminta celana panjang untuk diganti. "Jam 09.00 WIB pagi ditemukan oleh rekannya tadi yaitu orang yang memberikan kesaksian kunci inisial G melihat dari pintu, itu ada bilah kaca saat melihat terduga orang tidak bertanggung jawab pelaku dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ucapnya. Institusi aparat kepolisian mengungkap motif pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) karena cemburu dengan istrinya. Dari proses pemeriksaan oleh penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam yang berawal dari rasa cemburu. Baca juga: Kematian Alvaro, Praktisi medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang Baca juga: Aparat kepolisian ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor Baca juga: Terduga pelaksana sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil Pewarta: Ilham Kausar Editor: Agus Salim Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Pusat Kedokteran dan Urusan kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada orang yang diduga melakukan pembunuhan yang juga ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, bernama Alex Iskandar (AI).

"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya," kata Praktisi medis Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Praktisi medis Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Farah menguraikan berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah tersebut hanya ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher.

"Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan kasus gantung (diri)," katanya.

Dalam waktu yang bersamaan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan pihaknya telah mengajukan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi kepada jenazah.

"Kami juga mengajukan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," katanya.

Kepolisian membenarkan terduga pelaksana pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana.

"Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh petugas penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Komunitas (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat menggelar konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Budi mengungkapkan awalnya pada Minggu (23/11) pagi pukul 06.00 WIB, pihak terduga izin untuk ke toilet, sehingga dia dianggap sudah buang air di celana.

Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian dia meminta celana panjang untuk diganti.

"Jam 09.00 WIB pagi ditemukan oleh rekannya tadi yaitu saksi kunci inisial G melihat dari pintu, itu ada bilah kaca di saat melihat orang yang diduga terduga pelaksana dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ucapnya.

Korps bhayangkara mengungkap motif pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) karena cemburu dengan istrinya.

Dari proses pemeriksaan oleh petugas penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam yang berawal dari rasa cemburu.

Baca juga: Kematian Alvaro, Praktisi medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang

Baca juga: Kematian Alvaro, Tenaga medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang

Baca juga: Polisi ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor

Baca juga: Petugas kepolisian ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor

Baca juga: Pelaku sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil

Baca juga: Orang yang diduga melakukan sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil

Pewarta: Ilham Kausar Editor: Agus Salim Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan fdfd slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.