mpowl – Pemkot Jakut perkuat kolaborasi cegah kenakalan remaja-tawuran
mpowl. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik mpowl sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Pemkot Jakut perkuat kolaborasi cegah kenakalan remaja-tawuran
Selasa, 25 November 2023 20:13 WIB waktu baca 3 menit
Selasa, 25 November 2023 20:13 WIB
Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol Jakarta Utara, Andi Ahmad Kohar dalam kegiatan Ngobrol Pintar Cegah Tawuran (Ngopi Cetar) di Jakarta, Selasa (25/11/2027).ANTARA/HO-Pemkot Jakut
Jakarta (ANTARA) - Aparatur negara Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) memperkuat kolaborasi dengan sejumlah institusi di daerah setempat untuk mencegah kenakalan remaja hingga tawuran di antara mereka. Kami perkuat kolaborasi untuk mencegah kenakalan remaja dan tawuran di beberapa wilayah ini, kata Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Dunia politik (Suban Kesbangpol Jakarta Utara, Andi Ahmad Kohar dalam kegiatan Ngobrol Pintar Cegah Tawuran (Ngopi Cetar) di Jakarta, Selasa. Ia menilai ruang dialog memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi penduduk setempat dalam mencegah kenakalan remaja hingga tawuran yang marak terjadi. Menurut dia, kegiatan dialog ini diharapkan membangun komitmen bersama antara pemerintah, aparat, satuan pendidikan, keluarga dan kalangan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, kondusif dan mendukung tumbuh kembang remaja Jakarta Utara agar terhindar dari perilaku kekerasan. Sementara Tenaga Ahli Pimpinan provinsi Dki jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga Aldy Perdana Putra mengatakan Pemprov DKI memperkuat kerja sama lintas sektor bersama APARAT TNI, Polri dan Kejaksaan dalam menegah aksi tawuran. Baca juga: Marak tawuran di Cengkareng, Jakbar gelar "Ngopi Cetar" Ia mengklarifikasi bahwa penanganan tawuran mengacu pada tiga pilar utama, yaitu pencegahan, penindakan, dan pembinaan. Selain itu, mendorong remaja untuk aktif mengikuti kegiatan positif sebagai bentuk penyaluran energi dan ekspresi diri. Konsekuensi serius Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Pembinaan Warga sekitar setempat (Wakasat Binmas) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Widodo menegaskan bahwa pelajar yang terlibat tawuran dapat menghadapi konsekuensi serius. Mereka terancam tidak dapat memperoleh Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dari orang yang diduga melakukan tawuran hingga sanksi lainnya agar menimbulkan efek jera. Polres Metro Jakarta Utara juga terus memperketat pengawasan melalui patroli rutin dan patroli siber di media sosial guna mencegah ajakan atau provokasi tawuran sejak dini. Baca juga: Pramono sebut tawuran di Jakarta mulai menurun signifikan Kami intensifkan patroli dan sosialisasi langsung ke instansi pendidikan dalam mencegah terjadinya tawuran, kata dia. Sebelumnya, pada akhir November 2024 Kepala provinsi Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan peristiwa tawuran di Ibu Kota mengalami penurunan yang signifikan. Kalau dilihat, sebenarnya tawuran sudah mengalami penurunan yang signifikan karena memang kami melakukan pendekatan pada kelompok-kelompok itu tanpa kemudian harus terekspos, kata Pramono. Kendati demikian, dia belum dapat menjelaskan secara rinci persentase penurunan kasus tawuran tersebut. Dia menuturkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan korps bhayangkara juga telah melakukan pendekatan yang bersifat humanis di berbagai wilayah Jakarta untuk menekan angka tawuran dan meningkatkan kesadaran, khususnya di lingkup remaja. Baca juga: Petugas kepolisian tangkap dua pelajar bersenjata tajam hendak tawuran di Tangsel Pewarta: Mario Sofia Nasution Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) memperkuat kolaborasi dengan sejumlah institusi di daerah setempat untuk mencegah kenakalan remaja hingga tawuran di antara mereka.
Kami perkuat kolaborasi untuk mencegah kenakalan remaja dan tawuran di beberapa wilayah ini, kata Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Suban Kesbangpol Jakarta Utara, Andi Ahmad Kohar dalam kegiatan Ngobrol Pintar Cegah Tawuran (Ngopi Cetar) di Jakarta, Selasa.
Ia menilai ruang dialog memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi komunitas dalam mencegah kenakalan remaja hingga tawuran yang marak terjadi.
Menurut dia, kegiatan dialog ini diharapkan membangun komitmen bersama antara pemerintah, aparat, satuan pendidikan, keluarga dan publik untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, kondusif dan mendukung tumbuh kembang remaja Jakarta Utara agar terhindar dari perilaku kekerasan.
Sementara Tenaga Ahli Pimpinan provinsi Ibu kota jakarta Bidang Pemuda dan Olahraga Aldy Perdana Putra berujar Pemprov DKI memperkuat kerja sama lintas sektor bersama TNI, Polri dan Korps adhyaksa dalam menegah aksi tawuran.
Baca juga: Marak tawuran di Cengkareng, Jakbar gelar "Ngopi Cetar"
Baca juga: Marak tawuran di Cengkareng, Jakbar gelar "Ngopi Cetar"
Ia menerangkan bahwa penanganan tawuran mengacu pada tiga pilar utama, yaitu pencegahan, penindakan, dan pembinaan.
Selain itu, mendorong remaja untuk aktif mengikuti kegiatan positif sebagai bentuk penyaluran energi dan ekspresi diri.
Sementara itu, Wakil Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Wakasat Binmas) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Widodo memastikan kembali bahwa pelajar yang terlibat tawuran dapat menghadapi konsekuensi serius.
Mereka terancam tidak dapat memperoleh Surat Keterangan Catatan Korps bhayangkara (SKCK) dan pencabutan Kartu Jakarta Pintar (KJP) dari orang yang diduga melakukan tawuran hingga sanksi lainnya agar menimbulkan efek jera.
Polres Metro Jakarta Utara juga terus memperketat pengawasan melalui patroli rutin dan patroli siber di platform sosial guna mencegah ajakan atau provokasi tawuran sejak dini.
Baca juga: Pramono sebut tawuran di Jakarta mulai menurun signifikan
Baca juga: Pramono sebut tawuran di Jakarta mulai menurun signifikan
Kami intensifkan patroli dan sosialisasi langsung ke instansi pendidikan dalam mencegah terjadinya tawuran, kata dia.
Sebelumnya, pada akhir November 2024 Kepala provinsi Wilayah jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan peristiwa tawuran di Ibu Kota mengalami penurunan yang signifikan.
Kalau dilihat, sebenarnya tawuran sudah mengalami penurunan yang signifikan karena memang kami melakukan pendekatan pada kelompok-kelompok itu tanpa kemudian harus terekspos, kata Pramono.
Kendati demikian, dia belum dapat menguraikan secara rinci persentase penurunan perkara tawuran tersebut.
Dia mengatakan Satuan Petugas kepolisian Pamong Praja (Satpol PP) dan institusi aparat kepolisian juga telah melakukan pendekatan yang bersifat humanis di berbagai wilayah Jakarta untuk menekan angka tawuran dan meningkatkan kesadaran, khususnya di lingkup remaja.
Baca juga: Polisi tangkap dua pelajar bersenjata tajam hendak tawuran di Tangsel
Baca juga: Aparat kepolisian tangkap dua pelajar bersenjata tajam hendak tawuran di Tangsel
Pewarta: Mario Sofia Nasution Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. mpowl menjadi perhatian besar masyarakat. Topik mpowl sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan mpowl semakin meluas dari waktu ke waktu.