Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

qqpulsa 88 – Pemkot Semarang pastikan tak ada guru honorer pada 2026

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: qqpulsa 88

qqpulsa 88. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa qqpulsa 88 sangat relevan saat ini. Pembahasan qqpulsa 88 semakin meluas dari waktu ke waktu.

Pemkot Semarang pastikan tak ada guru honorer pada 2026

Selasa, 25 November 2026 22:25 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2023 22:25 WIB

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dunia pendidikan Kota Semarang Joko Hartono. ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Pemangku kebijakan Kota Semarang memastikan tidak ada lagi guru berstatus honorer pada 2026 karena mereka sudah diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), baik penuh maupun paruh waktu. "Alhamdulillah, guru honorer mulai tahun 2026 nanti sudah tidak ada lagi. Sudah kami angkat menjadi PPPK penuh waktu maupun paruh waktu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dunia pendidikan Kota Semarang Joko Hartono, di Semarang, Selasa. Hal tersebut disampaikan Joko Hartono saat puncak peringatan Hari Guru Nasional di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang. Untuk diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN), termasuk PPPK, kata dia, guru harus sudah tersertifikasi sektor pendidikan profesi guru dalam rangka menjamin anak dididik oleh guru yang terstandardisasi nasional. Bahkan, ia menuturkan dalam waktu dekat ada pelantikan sekitar 400 PPPK dari kalangan guru, yakni pada akhir Desember mendatang. "Mereka akan mulai bekerja nanti 1 Januari 2026. Alhamdulillah kalau nanti 400 orang guru yang akan masuk 1 Januari, (kebutuhan guru, red.) sudah terpenuhi semuanya," kata dia. Baca juga: Guru di Semarang manfaatkan AI tingkatkan keterampilan baca murid Artinya, kata dia, tidak ada lagi guru yang istilahnya guru bantu, guru honorer, atau guru outsourcing lagi karena sudah diangkat menjadi ASN PPPK. "Termasuk kepala sekolah. (Kekosongan jabatan, red.) sesaat lagi juga akan kami isi dan pada hari sebelumnya sekitar tiga minggu lalu sudah kami diklat. Kalau Lulus Diklat, kami usulkan ke BKN untuk diangkat menjadi kepala sekolah," katanya. Berkaitan dengan peringatan Hari Guru Nasional, ia memberikan apresiasi upaya yang dilakukan atas dedikasi yang ditunjukkan para guru dalam mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. "Alhamdulillah pada hari yang bersangkutan kami Dinas Dunia pendidikan menyelenggarakan kegiatan Hari Guru Nasional, tercatat anggota PGRI di Semarang ini 9.000 orang, luar biasa besar," kata Joko. Di waktu yang sama, Wali kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti turut mengucapkan terima kasih dedikasi guru yang luar biasa hebat dalam mendidik generasi muda penerus bangsa. Ia mengajak para guru untuk terus mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam materi yang disampaikan agar bisa dipahami dengan baik oleh anak-anak zaman sekarang. Baca juga: Walikota Semarang minta guru miliki keterampilan tambahan "Supaya pola pengajarannya itu tidak konvensional. Sehingga jarak antara guru dan murid itu bisa didekatkan lagi. Kalau misalnya guru-guru ini bisa mendekati anak berarti bisa mengerti anak-anak didiknya. Kalau dulu kan top down ," katanya. Pewarta: Zuhdiar Laeis Editor: Bambang Sutopo Hadi Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Semarang (ANTARA) - Pemangku kebijakan Kota Semarang memastikan tidak ada lagi guru berstatus honorer pada 2026 karena mereka sudah diangkat menjadi pegawai pihak pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), baik penuh maupun paruh waktu.

"Alhamdulillah, guru honorer mulai tahun 2026 nanti sudah tidak ada lagi. Sudah kami angkat menjadi PPPK penuh waktu maupun paruh waktu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sektor pendidikan Kota Semarang Joko Hartono, di Semarang, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Joko Hartono saat puncak peringatan Hari Guru Nasional di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.

Untuk diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN), termasuk PPPK, kata dia, guru harus sudah tersertifikasi dunia pendidikan profesi guru dalam rangka menjamin anak dididik oleh guru yang terstandardisasi nasional.

Bahkan, ia mengungkapkan dalam waktu dekat ada pelantikan sekitar 400 PPPK dari kalangan guru, yakni pada akhir Desember mendatang.

"Mereka akan mulai bekerja nanti 1 Januari 2026. Alhamdulillah kalau nanti 400 orang guru yang akan masuk 1 Januari, (kebutuhan guru, red.) sudah terpenuhi semuanya," kata dia.

Baca juga: Guru di Semarang manfaatkan AI tingkatkan keterampilan baca siswa

Baca juga: Guru di Semarang manfaatkan AI tingkatkan keterampilan baca siswa

Artinya, kata dia, tidak ada lagi guru yang istilahnya guru bantu, guru honorer, atau guru outsourcing lagi karena sudah diangkat menjadi ASN PPPK.

"Termasuk kepala instansi pendidikan. (Kekosongan jabatan, red.) sesaat lagi juga akan kami isi dan pada hari sebelumnya sekitar tiga minggu lalu sudah kami diklat. Kalau Lulus Diklat, kami usulkan ke BKN untuk diangkat menjadi kepala satuan pendidikan," katanya.

Berkaitan dengan peringatan Hari Guru Nasional, ia mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang ditunjukkan para guru dalam mendidik anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

"Alhamdulillah pada hari yang bersangkutan kami Dinas Pendidikan menyelenggarakan kegiatan Hari Guru Nasional, tercatat anggota PGRI di Semarang ini 9.000 orang, luar biasa besar," kata Joko.

Di waktu yang sama, Kepala kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti turut memberikan apresiasi dedikasi guru yang luar biasa hebat dalam mendidik generasi muda penerus bangsa.

Ia mengajak para guru untuk terus mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam materi yang disampaikan agar bisa dipahami dengan baik oleh anak-anak zaman sekarang.

Baca juga: Pimpinan kota Semarang minta guru miliki keterampilan tambahan

Baca juga: Wali kota Semarang minta guru miliki keterampilan tambahan

"Supaya pola pengajarannya itu tidak konvensional. Sehingga jarak antara guru dan murid itu bisa didekatkan lagi. Kalau misalnya guru-guru ini bisa mendekati anak berarti bisa mengerti anak-anak didiknya. Kalau dulu kan top down ," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis Editor: Bambang Sutopo Hadi Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. qqpulsa 88 menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa qqpulsa 88 sangat relevan saat ini.