Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

klikfifa – Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, praktisi medis sebut tak ada tand...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: klikfifa

klikfifa. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, praktisi medis sebut tak ada tanda kekerasan

Selasa, 25 November 2024 00:19 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2021 00:19 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto bersama Tenaga medis Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Tenaga medis Farah (kanan) saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2021). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/pri.

Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya Jakarta (ANTARA) - Pusat Kedokteran dan Aspek kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada oknum pelaku pembunuhan yang juga ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, bernama Alex Iskandar (AI). "Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya," kata Tenaga medis Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Praktisi medis Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin. Farah memaparkan berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah tersebut hanya ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher. "Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan perkara gantung (diri)," katanya. Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan pihaknya telah mengajukan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi kepada jenazah. "Kami juga mengajukan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," katanya. Korps bhayangkara membenarkan terduga pelaksana pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana. "Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Komunitas (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat menggelar konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin. Budi menyatakan awalnya pada Minggu (23/11) pagi pukul 06.00 WIB, pihak terduga izin untuk ke toilet, sehingga dia dianggap sudah buang air di celana. Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian dia meminta celana panjang untuk diganti. "Jam 09.00 WIB pagi ditemukan oleh rekannya tadi yaitu saksi kunci inisial G melihat dari pintu, itu ada bilah kaca di saat melihat terduga orang yang diduga melakukan dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ucapnya. Kepolisian mengungkap motif pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) karena cemburu dengan istrinya. Dari proses pemeriksaan oleh aparatur penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam yang berawal dari rasa cemburu. Baca juga: Kematian Alvaro, Dokter sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang Baca juga: Petugas kepolisian ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor Baca juga: Orang tidak bertanggung jawab pelaku sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil Pewarta: Ilham Kausar Editor: Agus Salim Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada pihak tertentu pelaku pembunuhan yang juga ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, bernama Alex Iskandar (AI).

"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya," kata Praktisi medis Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Praktisi medis Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Farah mengklarifikasi berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah tersebut hanya ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher.

"Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan perkara gantung (diri)," katanya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan pihaknya telah mengajukan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi kepada jenazah.

"Kami juga mengajukan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," katanya.

Kepolisian membenarkan pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana.

"Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Warga sekitar (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat menggelar konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Budi menuturkan awalnya pada Minggu (23/11) pagi pukul 06.00 WIB, terduga orang yang diduga melakukan izin untuk ke toilet, sehingga dia dianggap sudah buang air di celana.

Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian dia meminta celana panjang untuk diganti.

"Jam 09.00 WIB pagi ditemukan oleh rekannya tadi yaitu saksi mata kunci inisial G melihat dari pintu, itu ada bilah kaca saat melihat pihak terduga dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ucapnya.

Kepolisian mengungkap motif pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) karena cemburu dengan istrinya.

Dari proses pemeriksaan oleh petugas penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam yang berawal dari rasa cemburu.

Baca juga: Kematian Alvaro, Dokter sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang

Baca juga: Kematian Alvaro, Praktisi medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang

Baca juga: Aparat kepolisian ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor

Baca juga: Petugas kepolisian ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor

Baca juga: Pelaku sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil

Baca juga: Terduga pelaksana sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil

Pewarta: Ilham Kausar Editor: Agus Salim Copyright © ANTARA 2022

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan klikfifa semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa klikfifa sangat relevan saat ini. Banyak pihak menilai bahwa klikfifa sangat relevan saat ini. Topik klikfifa sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.