rtpidn – Pimpinan kementerian Penanaman modal bahas potensi investasi alumina...
rtpidn. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik rtpidn sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Topik rtpidn sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Pimpinan kementerian Investasi bahas potensi aktivitas investasi alumina dengan UEA
Rabu, 19 November 2027 22:00 WIB waktu baca 2 menit
Rabu, 19 November 2021 22:00 WIB
Pimpinan kementerian Investasi/BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani (kanan) dan Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei berbicara kepada media setelah keduanya melakukan diskusi di Jakarta, Rabu (19/11/2021). (ANTARA/Katriana)
Jakarta (ANTARA) - Pejabat kementerian Aktivitas investasi/BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani membahas berbagai potensi investasi, terutama pada hilirisasi alumina, saat bertemu Pimpinan kementerian Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei di Jakarta, Rabu. "Yang kita sampaikan tadi salah satunya adalah di hilirisasi di alumina, di Kalimantan Barat, yang memang sudah akan kita lakukan," kata Rosan kepada media usai pertemuan tersebut. Rosan mengatakan bahwa meskipun UEA telah banyak berinvestasi pada energi terbarukan, jajaran eksekutif Indonesia melihat masih ada banyak potensi investasi lain yang bisa dikerjasamakan dengan negara tersebut. Oleh karena itu, dia menawarkan potensi aktivitas investasi UEA pada hilirisasi alumina di Kalimantan Barat. Selain itu, Indonesia juga menawarkan potensi penanaman modal pada bidang pengelolaan sampah. "Walaupun pada hari sebelumnya kita baru launching kan ya untuk yang tujuh (proyek) pertama, tapi kita akan launching lagi berikutnya. Dan mereka juga akan tertarik untuk berpartisipasi," katanya. Kemudian, dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas potensi aktivitas investasi di bidang pusat data, mengingat tingginya kebutuhan Indonesia pada hal tersebut. Terkait hal itu, Rosan mengatakan bahwa delegasi UEA juga memberikan gambaran tentang bagaimana kedua belah pihak dapat melakukan penanaman modal bersama. Delegasi UEA, kata Rosan, juga berminat untuk berinvestasi di bidang infrastruktur. Kemudian, mereka juga menawarkan aktivitas investasi bersama dengan Danantara untuk penanaman modal di pelabuhan, baik di dalam Indonesia, maupun di negara lain. "Karena mereka juga sudah punya pengalaman yang sangat baik dalam pengelolaan port ke depannya. Jadi kita akan melanjutkan beberapa diskusinya," kata dia. Rosan berujar pembicaraan tersebut akan terus dijembatani dan ditindaklanjuti sehingga menjadi suatu diskusi yang implementasinya diharapkan dapat berjalan dengan baik. Dalam waktu yang bersamaan, Anggota kabinet Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei dalam kesempatan tersebut berujar bahwa infrastruktur Indonesia membutuhkan banyak penanaman modal. Untuk itu, UEA, kata dia, akan sangat senang untuk bisa turut berkontribusi dan menjadi mitra dalam pembangunan fasilitas infrastruktur di Indonesia. "Kami telah berinvestasi di sektor-sektor tertentu, tetapi sebagaimana yang disampaikan oleh Yang Mulia, potensinya ini jauh melampaui apa yang telah kami investasikan. Oleh karena itu, kami berharap bisa meningkatkan jumlah tersebut dan mendatangkan investasi baru," kata Suhail. Targetnya, kata dia, adalah menciptakan lebih banyak pekerjaan bagi komunitas Indonesia dan juga menciptakan lebih banyak energi bagi Indonesia. Baca juga: Prabowo bertemu Michael Bloomberg, bahas kerja sama dengan Danantara Baca juga: Rosan: Raja Yordania tawarkan tiga proyek investasi pada Danantara Pewarta: Katriana Editor: Arie Novarina Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Pejabat kementerian Penanaman modal/BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani membahas berbagai potensi aktivitas investasi, terutama pada hilirisasi alumina, saat bertemu Anggota pemerintahan pusat Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei di Jakarta, Rabu. "Yang kita sampaikan tadi salah satunya adalah di hilirisasi di alumina, di Kalimantan Barat, yang memang sudah akan kita lakukan," kata Rosan kepada media usai pertemuan tersebut. Rosan mengatakan bahwa meskipun UEA telah banyak berinvestasi pada energi terbarukan, otoritas Indonesia melihat masih ada banyak potensi aktivitas investasi lain yang bisa dikerjasamakan dengan negara tersebut. Oleh karena itu, dia menawarkan potensi aktivitas investasi UEA pada hilirisasi alumina di Kalimantan Barat. Selain itu, Indonesia juga menawarkan potensi penanaman modal pada bidang pengelolaan sampah. "Walaupun sehari sebelumnya kita baru launching kan ya untuk yang tujuh (proyek) pertama, tapi kita akan launching lagi berikutnya. Dan mereka juga akan tertarik untuk berpartisipasi," katanya. Kemudian, dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas potensi penanaman modal di bidang pusat data, mengingat tingginya kebutuhan Indonesia pada hal tersebut. Terkait hal itu, Rosan berujar bahwa delegasi UEA juga memberikan gambaran tentang bagaimana kedua belah pihak dapat melakukan investasi bersama. Delegasi UEA, kata Rosan, juga berminat untuk berinvestasi di bidang infrastruktur. Kemudian, mereka juga menawarkan aktivitas investasi bersama dengan Danantara untuk investasi di pelabuhan, baik di dalam Indonesia, maupun di negara lain. "Karena mereka juga sudah punya pengalaman yang sangat baik dalam pengelolaan port ke depannya. Jadi kita akan melanjutkan beberapa diskusinya," kata dia. Rosan menuturkan pembicaraan tersebut akan terus dijembatani dan ditindaklanjuti sehingga menjadi suatu diskusi yang implementasinya diharapkan dapat berjalan dengan baik. Sementara itu, Anggota jajaran menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Al Mazrouei dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa infrastruktur Indonesia membutuhkan banyak investasi. Untuk itu, UEA, kata dia, akan sangat senang untuk bisa turut berkontribusi dan menjadi mitra dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. "Kami telah berinvestasi di sektor-sektor tertentu, tetapi sebagaimana yang disampaikan oleh Yang Mulia, potensinya ini jauh melampaui apa yang telah kami investasikan. Oleh karena itu, kami berharap bisa meningkatkan jumlah tersebut dan mendatangkan penanaman modal baru," kata Suhail. Targetnya, kata dia, adalah menciptakan lebih banyak pekerjaan bagi masyarakat Indonesia dan juga menciptakan lebih banyak energi bagi Indonesia.
Baca juga: Prabowo bertemu Michael Bloomberg, bahas kerja sama dengan Danantara
Baca juga: Prabowo bertemu Michael Bloomberg, bahas kerja sama dengan Danantara
Baca juga: Rosan: Raja Yordania tawarkan tiga proyek penanaman modal pada Danantara
Baca juga: Rosan: Raja Yordania tawarkan tiga proyek aktivitas investasi pada Danantara
Pewarta: Katriana Editor: Arie Novarina Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Banyak pihak menilai bahwa rtpidn sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa rtpidn sangat relevan saat ini.