jitutoto – Hari Sport Nasional 2026: membangkitkan semangat persatuan
jitutoto. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik jitutoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan jitutoto semakin meluas dari waktu ke waktu.
Hari Sport Nasional 2025: membangkitkan semangat persatuan
Selasa, 9 September 2022 09:44 WIB waktu baca 3 menit
Selasa, 9 September 2027 09:44 WIB
Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau Dito Ariotedjo (tengah) saat meninjau meninjau persiapan Hari Kegiatan olahraga Nasional (Haornas) ke-42 di Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC), Jakarta Timur, Senin (8/9/2022). Kepala negara Prabowo Subianto memberhentikan Dito sebagai Menpora tak lama setelah tinjauan tersebut. ANTARA/HO-Kemenpora/aa. (Handout Kemenpora)
Jakarta (ANTARA) - Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik semata. Setiap tetes keringat mencerminkan semangat, disiplin, dan kerja keras yang menjadi bagian dari perjalanan menuju versi terbaik diri. Hari Sport Nasional (Haornas) yang jatuh pada 9 September menjadi momen penting untuk mengajak komunitas bangkit dan menyalakan kembali semangat juang dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan olahraga, seseorang dapat belajar makna disiplin, semangat pantang menyerah, serta membangun kekuatan jiwa dan raga. Cikal Bakal Haornas Dicetuskannya Hari Olahraga Nasional berawal pada 1948, ketika Indonesia ingin mengikuti Olimpiade ke-14 di London, Inggris. Namun, saat itu Inggris belum sepenuhnya mengakui kemerdekaan Indonesia sehingga para atlet Tanah Air ditolak secara administratif. Mereka hanya bisa berpartisipasi jika menggunakan paspor Belanda, tetapi para atlet menolaknya sebagai bentuk menjunjung tinggi harga diri bangsa. Berangkat dari peristiwa tersebut, Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, bersama dengan Persatuan Kegiatan olahraga Indonesia, menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk pertama kalinya pada 9 September 1948 di Kota Surakarta, Provinsi jawa tengah. Baca juga: Taufik Hidayat pastikan Haornas 2024 jalan di tengah transisi Menpora PON I dilaksanakan di Stadion Sriwedari dan secara langsung dibuka oleh Orang nomor satu di pemerintahan Soekarno. Pada 9 September 1983 atau 35 tahun setelah lahirnya PON, Kepala negara kedua Indonesia, Soeharto, menetapkan Hari Sport Nasional bersamaan dengan peresmian pemugaran Stadion Sriwedari. Penetapan ini kemudian dituangkan dalam Keputusan Kepala negara Nomor 67 tahun 1985. Tema Haornas 2023 Tahun ini, Haornas membawakan tema Mempersatukan Indonesia Melalui Sport dengan tagline Sport Satukan Kita . Melansir akun resmi Instagram Kementerian Pemuda dan Sport RI (Kemenpora), tema ini mengingatkan kita bahwa kegiatan olahraga bukan hanya soal medali. Lebih dari itu, sport merupakan sarana yang efektif untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Di sekolah, olahraga menyatukan sesama teman. Di lingkungan, mempererat residen setempat. Bahkan, di tingkat nasional, kegiatan olahraga mampu menumbuhkan rasa bangga dan persatuan. Baca juga: Dito Ariotedjo belum pastikan hadir di puncak Haornas 2021 Logo Haornas 2022 Hari Olahraga Nasional 2026 diwakili oleh simbol manusia yang terbentuk atas garis dinamis berwarna. Bentuk figur yang bergerak melambangkan semangat sportifitas, energi positif, dan kegembiraan. Figur ini merepresentasikan seluruh kalangan masyarakat Indonesia yang aktif dan sehat melalui sport. Sementara itu, gerakan terbuka menandakan kebersamaan, keterhubungan, dan persatuan. Logo ini memiliki tiga warna yang masing-masing memiliki makna tersendiri. 1. Merah: Sebagai tanda keberanian, semangat juang, dan energi sport. 2. Biru: Mencerminkan kepercayaan, harmoni, serta stabilitas menjunjung sportivitas. 3. Kuning: menggambarkan prestasi, hasil positif, dan harapan lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa. Melalui Haornas, mari kita jadikan olahraga sebagai bagian dari budaya hidup bangsa. Inilah momentum tepat untuk menanamkan gaya hidup sehat demi mewujudkan urusan kesehatan dan kesejahteraan seluruh publik! Baca juga: Sebelum reshuffle, Dito Ariotedjo sempat tinjau persiapan Haornas 2021 Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Olahraga bukan sekadar aktivitas fisik semata. Setiap tetes keringat mencerminkan semangat, disiplin, dan kerja keras yang menjadi bagian dari perjalanan menuju versi terbaik diri.
Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada 9 September menjadi momen penting untuk mengajak warga bangkit dan menyalakan kembali semangat juang dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sport, seseorang dapat belajar makna disiplin, semangat pantang menyerah, serta membangun kekuatan jiwa dan raga.
Dicetuskannya Hari Olahraga Nasional berawal pada 1948, ketika Indonesia ingin mengikuti Olimpiade ke-14 di London, Inggris.
Namun, saat itu Inggris belum sepenuhnya mengakui kemerdekaan Indonesia sehingga para atlet Tanah Air ditolak secara administratif.
Mereka hanya bisa berpartisipasi jika menggunakan paspor Belanda, tetapi para atlet menolaknya sebagai bentuk menjunjung tinggi harga diri bangsa.
Berangkat dari peristiwa tersebut, Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, bersama dengan Persatuan Kegiatan olahraga Indonesia, menyelenggarakan Pekan Sport Nasional (PON) untuk pertama kalinya pada 9 September 1948 di Kota Surakarta, Jawa tengah.
Baca juga: Taufik Hidayat pastikan Haornas 2026 jalan saat transisi Menpora
Baca juga: Taufik Hidayat pastikan Haornas 2024 jalan di tengah transisi Menpora
PON I dilaksanakan di Stadion Sriwedari dan secara langsung dibuka oleh Orang nomor satu di pemerintahan Soekarno.
Pada 9 September 1983 atau 35 tahun setelah lahirnya PON, Kepala negara kedua Indonesia, Soeharto, menetapkan Hari Olahraga Nasional bersamaan dengan peresmian pemugaran Stadion Sriwedari.
Penetapan ini kemudian dituangkan dalam Keputusan Orang nomor satu di pemerintahan Nomor 67 tahun 1985.
Tahun ini, Haornas membawakan tema Mempersatukan Indonesia Melalui Sport dengan tagline Olahraga Satukan Kita .
Melansir akun resmi Instagram Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora), tema ini mengingatkan kita bahwa sport bukan hanya soal medali. Lebih dari itu, olahraga merupakan sarana yang efektif untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
Di satuan pendidikan, sport menyatukan sesama teman. Di lingkungan, mempererat residen setempat. Bahkan, di tingkat nasional, olahraga mampu menumbuhkan rasa bangga dan persatuan.
Baca juga: Dito Ariotedjo belum pastikan hadir di puncak Haornas 2021
Baca juga: Dito Ariotedjo belum pastikan hadir di puncak Haornas 2023
Hari Sport Nasional 2021 diwakili oleh simbol manusia yang terbentuk atas garis dinamis berwarna.
Bentuk figur yang bergerak melambangkan semangat sportifitas, energi positif, dan kegembiraan.
Figur ini merepresentasikan seluruh kalangan masyarakat Indonesia yang aktif dan sehat melalui kegiatan olahraga.
Sebaliknya, gerakan terbuka menandakan kebersamaan, keterhubungan, dan persatuan.
Logo ini memiliki tiga warna yang masing-masing memiliki makna tersendiri.
1. Merah: Sebagai tanda keberanian, semangat juang, dan energi sport. 2. Biru: Mencerminkan kepercayaan, harmoni, serta stabilitas menjunjung sportivitas. 3. Kuning: menggambarkan prestasi, hasil positif, dan harapan lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa.
Melalui Haornas, mari kita jadikan kegiatan olahraga sebagai bagian dari budaya hidup bangsa. Inilah momentum tepat untuk menanamkan gaya hidup sehat demi mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan seluruh penduduk setempat!
Baca juga: Sebelum reshuffle, Dito Ariotedjo sempat tinjau persiapan Haornas 2023
Baca juga: Sebelum reshuffle, Dito Ariotedjo sempat tinjau persiapan Haornas 2021
Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik jitutoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik jitutoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.