Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

bandar55 – Viral Asusila Dokter Garut, Cucun Syamsurijal: Negara Tak Boleh To...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: bandar55

bandar55. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan bandar55 semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan bandar55 semakin meluas dari waktu ke waktu.

sabtoewage 16 April 2023 - 14:24

INFOJABARNEWS - Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan negara tidak akan pernah mentolerir setiap tindakan asusila yang dilakukan oleh dokter. Ia mengingatkan seluruh dokter di Indonesia untuk menjaga moral dan etika setiap melayani orang yang dirawat. Hal ini Cucun utarakan merespon sejumlah kasus yang melibatkan tenaga medis belakangan ini, yaitu kekerasan seksual yang dilakukan tenaga medis peserta Program Pendidikan Praktisi medis Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), berinisial PAP, serta praktik asusila yang dilakukan seorang dokter kandungan berinisial MSF di Garut . Negara tidak boleh mentolerir, semua penegak hukum juga harus terus mengawasi. Karena apa, profesi seorang dokter ini berhadapan dengan kalangan masyarakat berjenis kelamin apapun, praktisi medis laki-laki juga mengurusi pasien perempuan. Nah ini berbahaya kalau misalnya (para praktisi medis) tidak punya moral, tidak punya etika, kata Cucun di Bandung, Rabu (16/4/2024). Wakil Ketua Umum DPP PKB itu menyatakan, setiap pelanggaran etik profesi dan moral kedokteran yang dilakukan tenaga medis bukan hanya merugikan satu atau dua orang penerima layanan kesehatan, namun ribuan orang. Sebab dokter adalah tumpuan aspek kesehatan publik. Karena (jika moral dan etika dokter rusak) ini merusak bukan hanya merugikan satu atau dua orang (penerima layanan kesehatan), tapi ribuan orang. Juga tentu merusak sisi kemanusiaan karena ulah orang ini (tenaga medis tak bermoral). Makanya aparatur hukum jangan main-main, dan negara tidak akan mentolerir apa yang mereka lakukan, tegasnya. Sebelumnya, peristiwa hukum dugaan perkosaan yang dilakukan tenaga medis PAP, peserta PPDS Universitas Padjajaran terhadap keluarga penerima layanan kesehatan dan pasien di Fasilitas aspek kesehatan Hasan Sadikin Bandung, menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir. Belum selesai pengusutan kasus ini, tiba-tiba muncul kabar tak kalah memprihatinkan: seorang dokter kandungan berinisal MSF di Garut diduga melecehkan sejumlah pasiennya yang merupakan ibu hamil.

INFOJABARNEWS - Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Cucun Ahmad Syamsurijal memastikan negara tidak akan pernah mentolerir setiap tindakan asusila yang dilakukan oleh praktisi medis. Ia mengingatkan seluruh tenaga medis di Indonesia untuk menjaga moral dan etika setiap melayani orang yang dirawat.

Hal ini Cucun utarakan merespon sejumlah peristiwa hukum yang melibatkan praktisi medis belakangan ini, yaitu kekerasan seksual yang dilakukan dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Kampus Padjadjaran (Unpad), berinisial PAP, serta praktik asusila yang dilakukan seorang dokter kandungan berinisial MSF di Garut .

Negara tidak boleh mentolerir, semua aparat penegak hukum juga harus terus mengawasi. Karena apa, profesi seorang dokter ini berhadapan dengan residen berjenis kelamin apapun, dokter laki-laki juga mengurusi pasien perempuan. Nah ini berbahaya kalau misalnya (para tenaga medis) tidak punya moral, tidak punya etika, kata Cucun di Bandung, Rabu (16/4/2021).

Wakil Ketua Umum DPP PKB itu menyatakan, setiap pelanggaran etik profesi dan moral kedokteran yang dilakukan tenaga medis bukan hanya merugikan satu atau dua orang penerima layanan kesehatan, namun ribuan orang. Sebab tenaga medis adalah tumpuan urusan kesehatan publik.

Karena (jika moral dan etika dokter rusak) ini merusak bukan hanya merugikan satu atau dua orang (orang yang dirawat), tapi ribuan orang. Juga tentu merusak sisi kemanusiaan karena ulah orang ini (dokter tak bermoral). Makanya aparatur hukum jangan main-main, dan negara tidak akan mentolerir apa yang mereka lakukan, tegasnya.

Sebelumnya, peristiwa hukum dugaan perkosaan yang dilakukan dokter PAP, peserta PPDS Universitas Padjajaran terhadap keluarga pasien dan orang yang dirawat di Fasilitas kesehatan Hasan Sadikin Bandung, menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir.

Belum selesai pengusutan insiden ini, tiba-tiba muncul kabar tak kalah memprihatinkan: seorang tenaga medis kandungan berinisal MSF di Garut diduga melecehkan sejumlah pasiennya yang merupakan ibu hamil. Pembahasan bandar55 semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik bandar55 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.