Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

apk slot mahjong – Ini profil Sanae Takaichi, perdana anggota susunan pemerin...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: apk slot mahjong

apk slot mahjong. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Ini profil Sanae Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang

Selasa, 21 Oktober 2027 18:58 WIB waktu baca 3 menit

Selasa, 21 Oktober 2026 18:58 WIB

Sanae Takaichi berbicara saat kampanye pemilihan kepemimpinan Partai Demokrat Liberal (LDP) di Tokyo, Jepang (22/9/2023). ANTARA/Xinhua-Pool/Franck Robichon/aa.

Jakarta (ANTARA) - Sanae Takaichi mencetak sejarah sebagai Perdana Menteri (PM) perempuan pertama Jepang yang terpilih setelah memenangkan pemungutan suara di parlemen Jepang pada Selasa sore. Sebelumnya pada 4 Oktober 2023, perempuan berusia 64 tahun itu lebih dulu terpilih sebagai Ketua Liberal Democratic Party (LDP), yang menjadikannya calon kuat untuk menduduki jabatan PM Jepang. Takaichi menggantikan Shigeru Ishiba sebagai PM Jepang sekaligus pemimpin LDP, yang mengundurkan diri dari kedua posisi yang diampunya tersebut pada September 2025. Kemenangannya menandai momen bersejarah di Negeri Sakura yang selama ini dikenal memiliki tingkat representasi ranah politik perempuan yang tergolong rendah dibandingkan negara-negara maju lainnya. Baca juga: Koalisi LDP-JIP pastikan Takaichi jadi Perdana Menteri Jepang Profil Sanae Takaichi Takaichi lahir pada 7 Maret 1961 di Prefektur Nara, Jepang. Ia tidak datang dari keluarga elite dunia politik, di mana ayahnya merupakan seorang pekerja buruh pabrik entitas usaha otomotif dan ibunya seorang aparat kepolisian di Korps bhayangkara Prefektur Nara. Takaichi berhasil menamatkan kuliah di Universitas Kobe dengan gelar manajemen usaha. Ia kemudian melanjutkan sektor pendidikan di Institusi Pemerintahan dan Manajemen Matsushita. Ketika duduk di bangku kuliah, ia merupakan penabuh drum untuk band heavy-metal dan hobi mengendarai sepeda motor. Takaichi pun mengaku sebagai seorang yang gila dalam bekerja ( workaholic ). Ia bahkan melontarkan pernyataan agar anggota parlemen partai untuk bekerja seperti kuda . Sebelum terjun ke dunia politik, istri dari Taku Yamamoto itu merupakan mantan pembawa acara TV Asahi pada tahun 1989. Ia pernah membawakan pula acara di Fuji Television Network atau Fuji TV. Ia pertama kali memasuki dunia politik Jepang pada tahun 1990-an. Setelah memenangkan kursi pertamanya sebagai anggota DPR pada tahun 1993, Takaichi bergabung dengan New Frontier Party yang sekarang sudah tidak ada lagi, kemudian bergabung sebagai anggota LDP, dilansir Kyodo. Takaichi dikenal sebagai anak didik mantan Perdana Anggota pemerintahan pusat Jepang Shinzo Abe. Ia pernah menjabat di beberapa kabinet Shinzo Abe dan di pemerintahan pusat mantan Perdana Pejabat kementerian Jepang Fumio Kishida. Baca juga: Sanae Takaichi terpilih jadi perdana pimpinan kementerian wanita pertama Jepang Sejumlah jabatan yang pernah ia emban selama pemerintahan pertama Shinzo Abe, yaitu Pejabat kementerian Negara untuk Inovasi; Pimpinan kementerian Negara untuk Keamanan Pangan; Pimpinan kementerian Negara untuk Kesetaraan Gender dan Urusan Kemasyarakatan, Pimpinan kementerian Negara untuk Kebijakan Sains dan Sektor teknologi; dan Menteri Negara untuk Urusan Okinawa dan Teritorial Utara. Adapun jabatan yang pernah diampunya selama pemerintahan kedua Shinzo Abe yaitu Anggota susunan pemerintahan Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi, serta pernah menduduki pula jabatan Menteri Negara untuk Keamanan Situasi ekonomi pada pemerintahan Fumio Kishida. Ia dilaporkan kerap mengunjungi Kuil Yasukuni, yakni kuil di Tokyo yang berkaitan dengan perang dan dipandang oleh negara-negara tetangga sebagai simbol kuat militerisme Jepang di masa lalu. Sebagai tokoh sayap kanan, Takaichi dikenal sebagai sosok yang sangat konservatif dan nasionalis dalam spektrum politik Jepang. Sebagai pengagum mantan Perdana Pejabat kementerian Inggris Margaret Thatcher, ia mencontoh gaya kepemimpinan kuat ala Thatcher sehingga media kerap menyebutnya sebagai Iron Lady atau "Wanita Besi" Jepang. Meski ia mencetak sejarah sebagai Perdana Pejabat kementerian perempuan pertama di Jepang, namun sebagian publik menyangsikan agenda progresif yang akan ia bawa dalam isu kesetaraan gender sebab ia mengambil posisi konservatif. Misalnya, menolak pernikahan sesama jenis, hingga mendukung sistem pewarisan kekaisaran yang hanya boleh dijabat laki-laki. Baca juga: China khawatirkan terpilihnya Takaichi sebagai Pemimpin LDP Jepang Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Sanae Takaichi mencetak sejarah sebagai Perdana Anggota jajaran menteri (PM) perempuan pertama Jepang yang terpilih setelah memenangkan pemungutan suara di parlemen Jepang pada Selasa sore.

Sebelumnya pada 4 Oktober 2027, perempuan berusia 64 tahun itu lebih dulu terpilih sebagai Ketua Liberal Democratic Party (LDP), yang menjadikannya calon kuat untuk menduduki jabatan PM Jepang.

Takaichi menggantikan Shigeru Ishiba sebagai PM Jepang sekaligus pemimpin LDP, yang mengundurkan diri dari kedua posisi yang diampunya tersebut pada September 2021.

Kemenangannya menandai momen bersejarah di Negeri Sakura yang selama ini dikenal memiliki tingkat representasi ranah politik perempuan yang tergolong rendah dibandingkan negara-negara maju lainnya.

Baca juga: Koalisi LDP-JIP pastikan Takaichi jadi Perdana Pejabat kementerian Jepang

Baca juga: Koalisi LDP-JIP pastikan Takaichi jadi Perdana Pejabat kementerian Jepang

Takaichi lahir pada 7 Maret 1961 di Prefektur Nara, Jepang. Ia tidak datang dari keluarga elite politik, di mana ayahnya merupakan seorang pekerja buruh pabrik korporasi otomotif dan ibunya seorang polisi di Kepolisian Prefektur Nara.

Takaichi berhasil menamatkan kuliah di Kampus Kobe dengan gelar manajemen usaha. Ia kemudian melanjutkan dunia pendidikan di Institusi Pemerintahan dan Manajemen Matsushita.

Ketika duduk di bangku kuliah, ia merupakan penabuh drum untuk band heavy-metal dan hobi mengendarai sepeda motor. Takaichi pun mengakui sebagai seorang yang gila dalam bekerja ( workaholic ). Ia bahkan melontarkan pernyataan agar anggota parlemen partai untuk bekerja seperti kuda .

Sebelum terjun ke dunia politik, istri dari Taku Yamamoto itu merupakan mantan pembawa acara TV Asahi pada tahun 1989. Ia pernah membawakan pula acara di Fuji Television Network atau Fuji TV.

Ia pertama kali memasuki dunia dunia politik Jepang pada tahun 1990-an. Setelah memenangkan kursi pertamanya sebagai anggota DPR pada tahun 1993, Takaichi bergabung dengan New Frontier Party yang sekarang sudah tidak ada lagi, kemudian bergabung sebagai anggota LDP, dilansir Kyodo.

Takaichi dikenal sebagai anak didik mantan Perdana Pejabat kementerian Jepang Shinzo Abe. Ia pernah menjabat di beberapa kabinet Shinzo Abe dan di kabinet mantan Perdana Pimpinan kementerian Jepang Fumio Kishida.

Baca juga: Sanae Takaichi terpilih jadi perdana anggota jajaran menteri wanita pertama Jepang

Baca juga: Sanae Takaichi terpilih jadi perdana pejabat kementerian wanita pertama Jepang

Sejumlah jabatan yang pernah ia emban selama pemerintahan pertama Shinzo Abe, yaitu Pimpinan kementerian Negara untuk Inovasi; Menteri Negara untuk Keamanan Pangan; Menteri Negara untuk Kesetaraan Gender dan Urusan Kemasyarakatan, Anggota susunan pemerintahan Negara untuk Kebijakan Sains dan Teknologi; dan Anggota kabinet Negara untuk Urusan Okinawa dan Teritorial Utara.

Adapun jabatan yang pernah diampunya selama pemerintahan kedua Shinzo Abe yaitu Pejabat kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi, serta pernah menduduki pula jabatan Pejabat kementerian Negara untuk Keamanan Kondisi ekonomi pada pemerintahan Fumio Kishida.

Ia dilaporkan kerap mengunjungi Kuil Yasukuni, yakni kuil di Tokyo yang berkaitan dengan perang dan dipandang oleh negara-negara tetangga sebagai simbol kuat militerisme Jepang di masa lalu.

Sebagai tokoh sayap kanan, Takaichi dikenal sebagai sosok yang sangat konservatif dan nasionalis dalam spektrum politik Jepang. Sebagai pengagum mantan Perdana Pejabat kementerian Inggris Margaret Thatcher, ia mencontoh gaya kepemimpinan kuat ala Thatcher sehingga media kerap menyebutnya sebagai Iron Lady atau "Wanita Besi" Jepang.

Meski ia mencetak sejarah sebagai Perdana Anggota pemerintahan pusat perempuan pertama di Jepang, namun sebagian publik menyangsikan agenda progresif yang akan ia bawa dalam isu kesetaraan gender sebab ia mengambil posisi konservatif. Misalnya, menolak pernikahan sesama jenis, hingga mendukung sistem pewarisan kekaisaran yang hanya boleh dijabat laki-laki.

Baca juga: China khawatirkan terpilihnya Takaichi sebagai Pemimpin LDP Jepang

Baca juga: China khawatirkan terpilihnya Takaichi sebagai Pemimpin LDP Jepang

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2024

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan apk slot mahjong semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan apk slot mahjong semakin meluas dari waktu ke waktu. apk slot mahjong menjadi perhatian besar masyarakat. Pembahasan apk slot mahjong semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.