d37 slot apk – Sering disangka kembar, ini beda rafflesia dan bunga bangkai
d37 slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik d37 slot apk sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Sering disangka kembar, ini beda rafflesia dan bunga bangkai
Selasa, 25 November 2024 15:10 WIB waktu baca 3 menit
Selasa, 25 November 2022 15:10 WIB
Bunga rafflesia Arnoldii dan bunga bangkai yang mekar. Dok HO/BKSDA Sumbar
Jakarta (ANTARA) - Bunga bangkai dan Rafflesia sering dianggap sebagai tanaman yang sama karena sama-sama berukuran besar dan mengeluarkan aroma menyengat. Padahal, keduanya berasal dari spesies yang berbeda dan memiliki karakteristik yang jauh tidak serupa. Mulai dari bentuk fisik, cara tumbuh, hingga mekanisme penyerbukan-nya, kedua bunga ini memiliki keunikannya masing-masing. Dengan memahami perbedaannya, kita bukan hanya lebih mengenal kedua flora langka ini, tetapi juga bisa melihat bagaimana masing-masing berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis Indonesia. Inilah sejumlah perbedaan antara bunga bangkai dan Rafflesia , dua tumbuhan yang kerap disangka serupa, berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber. Perbedaan bunga bangkai dan bunga Rafflesia 1. Nama umum dan nama ilmiah yang berbeda Meski sering tertukar, kedua bunga ini sebenarnya punya nama yang berbeda jelas. Bunga bangkai dikenal dengan nama ilmiah Amorphophallus titanum , dan beberapa spesies lain seperti Amorphophallus gigas, Amorphophallus moeleri , serta Amorphophallus variabilis. Dalam waktu yang bersamaan, Rafflesia berada dalam marga Rafflesia . Di Indonesia, terutama di Sumatra, jenis yang ditemukan antara lain Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia hasseltii , dan Rafflesia bengkuluensis. 2. Golongan tumbuhan Bunga bangkai termasuk keluarga talas-talasan. Hal ini bisa dilihat dari struktur bunganya yang terdiri atas seludang, batang basah, dan tongkol. Berbeda dengan itu, Rafflesia merupakan tumbuhan parasit karena hidup menumpang pada tanaman merambat sebagai inang-nya. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, Rafflesia dapat mati jika tanaman inang-nya ikut mati. 3. Ukuran tanaman Salah satu perbedaan paling mencolok adalah ukurannya. Bunga bangkai bisa tumbuh setinggi 2 4 meter dengan bentang bunga sekitar 1,5 meter saat mekar. Sedangkan Rafflesia memiliki ukuran beragam tergantung jenisnya. Misalnya, Rafflesia patma hanya berdiameter 35 40 cm, sementara Rafflesia arnoldii dapat mencapai diameter hingga 1 meter. 4. Bentuk tanaman Bentuk kedua bunga ini juga tidak sama. Bunga bangkai memiliki tongkol tinggi menjulang yang disebut " spadix", dengan selubung pelindung ( braktea ) di bagian bawah. Menariknya, spadix tersebut sebenarnya adalah kumpulan bunga kecil dalam satu struktur. Rafflesia berbeda total bunga ini tidak tumbuh tinggi, melainkan melebar ke samping. Di bagian tengahnya terdapat lubang besar, sementara kelopaknya berwarna jingga kemerahan dengan bintik putih. 5. Jenis kelamin pada tanaman Bunga bangkai memiliki bunga jantan dan betina dalam satu individu, namun keduanya sering tidak matang bersamaan. Karena itu, perlu adanya lebih dari satu tanaman agar penyerbukan bisa berlangsung melalui bantuan serangga. Sebaliknya, bunga jantan dan betina pada Rafflesia berada pada individu yang berbeda, bahkan sering tumbuh dengan jarak yang cukup jauh. Hal inilah yang membuat proses penyerbukan-nya jauh lebih rumit. 6. Cara berkembang biak Bunga bangkai ( Amorphophallus ) bisa berkembang biak lewat biji maupun umbi. Pertumbuhan dari biji memerlukan waktu puluhan tahun hingga berbunga, tetapi jika tumbuh dari umbi, prosesnya jauh lebih cepat, tergantung usia umbi yang ditemukan di alam. Di sisi lain, Rafflesia berkembang biak melalui biji hasil pembuahan bunga jantan dan betina. Namun karena kedua bunga harus mekar pada waktu bersamaan dan letaknya tidak boleh terlalu jauh, biji Rafflesia sangat sulit ditemukan. Baca juga: Bunga bangkai amorphophallus titanum segera mekar sempurna di Agam Baca juga: Bunga rafflesia-bangkai mekar bersamaan dalam satu hamparan di Agam Baca juga: BRIN dorong residen setempat di Jatim turut aktif konservasi bunga bangkai Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Bunga bangkai dan Rafflesia sering dianggap sebagai tanaman yang sama karena sama-sama berukuran besar dan mengeluarkan aroma menyengat.
Padahal, keduanya berasal dari spesies yang berbeda dan memiliki karakteristik yang jauh tidak serupa. Mulai dari bentuk fisik, cara tumbuh, hingga mekanisme penyerbukan-nya, kedua bunga ini memiliki keunikannya masing-masing.
Dengan memahami perbedaannya, kita bukan hanya lebih mengenal kedua flora langka ini, tetapi juga bisa melihat bagaimana masing-masing berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis Indonesia.
Inilah sejumlah perbedaan antara bunga bangkai dan Rafflesia , dua tumbuhan yang kerap disangka serupa, berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber.
Perbedaan bunga bangkai dan bunga Rafflesia
1. Nama umum dan nama ilmiah yang berbeda
Meski sering tertukar, kedua bunga ini sebenarnya punya nama yang berbeda jelas. Bunga bangkai dikenal dengan nama ilmiah Amorphophallus titanum , dan beberapa spesies lain seperti Amorphophallus gigas, Amorphophallus moeleri , serta Amorphophallus variabilis.
Sementara itu, Rafflesia berada dalam marga Rafflesia . Di Indonesia, terutama di Sumatra, jenis yang ditemukan antara lain Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia hasseltii , dan Rafflesia bengkuluensis.
Bunga bangkai termasuk keluarga talas-talasan. Hal ini bisa dilihat dari struktur bunganya yang terdiri atas seludang, batang basah, dan tongkol.
Berbeda dengan itu, Rafflesia merupakan tumbuhan parasit karena hidup menumpang pada tanaman merambat sebagai inang-nya. Menurut Lembaga kementerian Lingkungan Hidup, Rafflesia dapat mati jika tanaman inang-nya ikut mati.
Salah satu perbedaan paling mencolok adalah ukurannya. Bunga bangkai bisa tumbuh setinggi 2 4 meter dengan bentang bunga sekitar 1,5 meter saat mekar.
Sedangkan Rafflesia memiliki ukuran beragam tergantung jenisnya. Misalnya, Rafflesia patma hanya berdiameter 35 40 cm, sementara Rafflesia arnoldii dapat mencapai diameter hingga 1 meter.
Bentuk kedua bunga ini juga tidak sama. Bunga bangkai memiliki tongkol tinggi menjulang yang disebut " spadix", dengan selubung pelindung ( braktea ) di bagian bawah. Menariknya, spadix tersebut sebenarnya adalah kumpulan bunga kecil dalam satu struktur.
Rafflesia berbeda total bunga ini tidak tumbuh tinggi, melainkan melebar ke samping. Di bagian tengahnya terdapat lubang besar, sementara kelopaknya berwarna jingga kemerahan dengan bintik putih.
Bunga bangkai memiliki bunga jantan dan betina dalam satu individu, namun keduanya sering tidak matang bersamaan. Karena itu, perlu adanya lebih dari satu tanaman agar penyerbukan bisa berlangsung melalui bantuan serangga.
Sebaliknya, bunga jantan dan betina pada Rafflesia berada pada individu yang berbeda, bahkan sering tumbuh dengan jarak yang cukup jauh. Hal inilah yang membuat proses penyerbukan-nya jauh lebih rumit.
Bunga bangkai ( Amorphophallus ) bisa berkembang biak lewat biji maupun umbi. Pertumbuhan dari biji memerlukan waktu puluhan tahun hingga berbunga, tetapi jika tumbuh dari umbi, prosesnya jauh lebih cepat, tergantung usia umbi yang ditemukan di alam.
Di waktu yang sama, Rafflesia berkembang biak melalui biji hasil pembuahan bunga jantan dan betina. Namun karena kedua bunga harus mekar pada waktu bersamaan dan letaknya tidak boleh terlalu jauh, biji Rafflesia sangat sulit ditemukan.
Baca juga: Bunga bangkai amorphophallus titanum segera mekar sempurna di Agam
Baca juga: Bunga bangkai amorphophallus titanum segera mekar sempurna di Agam
Baca juga: Bunga rafflesia-bangkai mekar bersamaan dalam satu hamparan di Agam
Baca juga: Bunga rafflesia-bangkai mekar bersamaan dalam satu hamparan di Agam
Baca juga: BRIN dorong komunitas di Jatim turut aktif konservasi bunga bangkai
Baca juga: BRIN dorong masyarakat setempat di Jatim turut aktif konservasi bunga bangkai
Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang d37 slot apk karena dianggap penting. Pembahasan d37 slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan d37 slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.