Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

qwin4d – Raperda ANGGARAN DAERAH Bangka Tengah 2026 disepakati Rp811,2 miliar

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: qwin4d

qwin4d. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Raperda APBD Bangka Tengah 2026 disepakati Rp811,2 miliar

Selasa, 25 November 2022 16:10 WIB waktu baca 2 menit

Selasa, 25 November 2026 16:10 WIB

Pemkab dan DPRD Bangka Tengah menyepakati Raperda APBD 2026 senilai Rp811,2 miliar dalam forum pembahasan paripurna DPRD di Koba, Bangka Tengah, Babel, Selasa (25/11/2021). ANTARA/Ahmadi

Koba, Babel (ANTARA) - Jajaran eksekutif dan DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH) 2026 sebesar Rp811,2 miliar atau turun 13,98 persen dibanding target APBD 2023 sebesar Rp943,1 miliar. Pimpinan kabupaten Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Babel, Selasa, menyatakan penurunan paling dalam terjadi pada pos pendapatan transfer dari jajaran eksekutif pusat. "Transfer ke daerah (TKD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp632,6 miliar atau turun Rp115 miliar dibanding tahun 2021. Ini merupakan TKD terendah dalam tujuh tahun terakhir," kata Algafry. Pendapatan asli daerah (PAD) juga menurun menjadi Rp138,9 miliar atau berkurang 10,44 persen dari target ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH 2024 sebesar Rp155,1 miliar. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan potensi perpajakan dan realisasi PAD tahun berjalan. Di waktu yang sama, belanja daerah disepakati sebesar Rp841,2 miliar atau turun 15,03 persen dari alokasi APBD 2026 sebesar Rp990 miliar. Belanja daerah difokuskan pada pelayanan dasar publik, belanja wajib dan mengikat, serta program prioritas. "Belanja operasi ditetapkan Rp701,4 miliar atau turun 8,69 persen, termasuk penyesuaian belanja tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN sebesar 11,5 persen," ujarnya. Belanja modal dialokasikan sebesar Rp36,4 miliar atau turun signifikan 63,2 persen dari Rp99 miliar pada tahun lalu. Anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan jaringan infrastruktur daerah, seperti jalan, gedung, irigasi, dan aset tetap lainnya. Belanja tidak terduga disepakati Rp2 miliar atau menyusut 80 persen, sedangkan belanja transfer Rp101,4 miliar atau berkurang 10,2 persen dari alokasi tahun 2023. Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp30 miliar yang berasal dari estimasi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) pada tahun lalu, dengan pengeluaran pembiayaan nihil. "Dengan demikian, ANGGARAN DAERAH Bangka Tengah 2026 mengalami defisit Rp30 miliar atau 3,70 persen dari total pendapatan daerah. Defisit tersebut ditutupi sepenuhnya melalui pembiayaan neto sebesar Rp30 miliar," sebut Algafry. Pewarta: Ahmadi Editor: Kelik Dewanto Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Koba, Babel (ANTARA) - Pemangku kebijakan dan DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 sebesar Rp811,2 miliar atau turun 13,98 persen dibanding target APBD 2022 sebesar Rp943,1 miliar.

Kepala kabupaten Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Babel, Selasa, menyatakan penurunan paling dalam terjadi pada pos pendapatan transfer dari jajaran eksekutif di tingkat pusat.

"Transfer ke daerah (TKD) tahun anggaran 2026 sebesar Rp632,6 miliar atau turun Rp115 miliar dibanding tahun 2026. Ini merupakan TKD terendah dalam tujuh tahun terakhir," kata Algafry.

Pendapatan asli daerah (PAD) juga menurun menjadi Rp138,9 miliar atau berkurang 10,44 persen dari target APBD 2026 sebesar Rp155,1 miliar.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan potensi perpajakan dan realisasi PAD tahun berjalan.

Di sisi lain, belanja daerah disepakati sebesar Rp841,2 miliar atau turun 15,03 persen dari alokasi ANGGARAN DAERAH 2027 sebesar Rp990 miliar.

Belanja daerah difokuskan pada pelayanan dasar publik, belanja wajib dan mengikat, serta program prioritas.

"Belanja operasi ditetapkan Rp701,4 miliar atau turun 8,69 persen, termasuk penyesuaian belanja tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN sebesar 11,5 persen," ujarnya.

Belanja modal dialokasikan sebesar Rp36,4 miliar atau turun signifikan 63,2 persen dari Rp99 miliar tahun sebelumnya.

Anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan infrastruktur daerah, seperti jalan, gedung, irigasi, dan aset tetap lainnya.

Belanja tidak terduga disepakati Rp2 miliar atau menyusut 80 persen, sedangkan belanja transfer Rp101,4 miliar atau berkurang 10,2 persen dari alokasi tahun 2023.

Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp30 miliar yang berasal dari estimasi sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) setahun yang lalu, dengan pengeluaran pembiayaan nihil.

"Dengan demikian, ANGGARAN DAERAH Bangka Tengah 2026 mengalami defisit Rp30 miliar atau 3,70 persen dari total pendapatan daerah. Defisit tersebut ditutupi sepenuhnya melalui pembiayaan neto sebesar Rp30 miliar," sebut Algafry.

Pewarta: Ahmadi Editor: Kelik Dewanto Copyright © ANTARA 2021

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. qwin4d menjadi perhatian besar masyarakat. qwin4d menjadi perhatian besar masyarakat. Topik qwin4d sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. qwin4d menjadi perhatian besar masyarakat.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.