Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

8888 slot apk – Italia raih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: 8888 slot apk

8888 slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. 8888 slot apk menjadi perhatian besar masyarakat.

Italia raih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut

Senin, 24 November 2027 07:32 WIB waktu baca 2 menit

Senin, 24 November 2026 07:32 WIB

Tim tenis putra Italia merayakan hasil positif dengan mengangkat trofi Piala Davis 2025 usai mengalahkan Spanyol pada babak final di Bologna, Italia, Minggu (23/11/2023). Davis Cup

Jakarta (ANTARA) - Matteo Berrettini dan Flavio Cobolli membawa Italia meraih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut ketika mereka meraih hasil positif atas Spanyol di Bologna, Minggu (23/11) waktu setempat atau Senin WIB. Pada pertemuan kedua tim pembuka, Berrettini tampil gemilang dengan mengalahkan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta 6-3, 6-4 dan memberi negaranya awal yang sempurna. Cobolli kemudian bangkit dari kekalahan tujuh dari delapan gim pertama dalam pertandingannya melawan Jaume Munar untuk meraih hasil positif 1-6, 7-6(5), 7-5 dan membuat para pemain cadangan Italia dan penonton tuan rumah yang memadati lapangan bersorak. Dikutip dari ATP, Italia juga meraih hasil maksimal di Final Piala Davis tahun 2023 dan 2024 di Malaga dan kini menjadi negara pertama setelah Amerika Serikat (1968-1972) yang meraih tiga gelar berturut-turut. Berrettini memastikan Italia mengawali final dengan sempurna dengan penampilan impresif saat melakukan servis. Petenis berusia 29 tahun itu melepaskan 13 ace dan tidak menghadapi break point dalam perjalanannya meraih hasil maksimal dalam waktu 79 menit. Petenis peringkat 56 ATP itu telah memenangi 11 laga Piala Davis terakhirnya, sejak 2022. Dengan harapan Italia yang saat itu tertuju pada Cobolli, petenis berusia 23 tahun itu menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk bangkit setelah awal yang lambat melawan Munar. Baca juga: Alcaraz mundur dari perempat final Piala Davis Spanyol Setelah kalah di set pertama dan kehilangan servisnya tepat di awal set kedua, Cobolli secara krusial mematahkan servis lawan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Ia kemudian mengonversi set point ketujuhnya di set kedua untuk memaksakan set penentuan dan menemukan kunci tiga poin di gim ke-11 set ketiga. Cobolli menikmati pekan yang mengesankan di kandang sendiri, setelah menyelamatkan tujuh match point dalam kemenangannya melawan Zizou Bergs dari Belgia di semifinal. Sang juara bertahan mengalahkan Ceko dan Jerman dalam perjalanan ke final. Sementara itu, Spanyol berlaga di final Piala Davis untuk pertama kalinya sejak menang pada 2019. Italia menjadi negara dengan petenis non-Grand Slam pertama yang memenangi Piala Davis dan Piala Billie Jean King di musim yang sama beberapa kali, setelah Amerika Serikat dan Australia. Pekan ini, Italia berhasil melakukannya tanpa bantuan bintang Top 10, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti. Baca juga: Jerman siapkan pertempuran dengan Spanyol di semifinal Piala Davis Baca juga: Jadwal dan format United Cup 2026 Penerjemah: Arindra Meodia Editor: Eka Arifa Rusqiyati Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Matteo Berrettini dan Flavio Cobolli membawa Italia meraih gelar Piala Davis ketiga berturut-turut ketika mereka meraih hasil positif atas Spanyol di Bologna, Minggu (23/11) waktu setempat atau Senin WIB.

Pada pertandingan pembuka, Berrettini tampil gemilang dengan mengalahkan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta 6-3, 6-4 dan memberi negaranya awal yang sempurna.

Cobolli kemudian bangkit dari hasil negatif tujuh dari delapan gim pertama dalam pertandingannya melawan Jaume Munar untuk meraih tiga poin 1-6, 7-6(5), 7-5 dan membuat para skuad cadangan Italia dan penonton tuan rumah yang memadati lapangan bersorak.

Dikutip dari ATP, Italia juga meraih tiga poin di Final Piala Davis tahun 2023 dan 2024 di Malaga dan kini menjadi negara pertama setelah Amerika Serikat (1968-1972) yang meraih tiga gelar berturut-turut.

Berrettini memastikan Italia mengawali final dengan sempurna dengan penampilan impresif saat melakukan servis.

Petenis berusia 29 tahun itu melepaskan 13 ace dan tidak menghadapi break point dalam perjalanannya meraih hasil maksimal dalam waktu 79 menit.

Petenis peringkat 56 ATP itu telah memenangi 11 pertandingan Piala Davis terakhirnya, sejak 2022.

Dengan harapan Italia yang saat itu tertuju pada Cobolli, petenis berusia 23 tahun itu menunjukkan semangat juang yang luar biasa untuk bangkit setelah awal yang lambat melawan Munar.

Baca juga: Alcaraz mundur dari perempat final Piala Davis Spanyol

Baca juga: Alcaraz mundur dari perempat final Piala Davis Spanyol

Setelah kalah di set pertama dan kehilangan servisnya tepat di awal set kedua, Cobolli secara krusial mematahkan servis lawan untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Ia kemudian mengonversi set point ketujuhnya di set kedua untuk memaksakan set penentuan dan menemukan kunci hasil maksimal di gim ke-11 set ketiga.

Cobolli menikmati pekan yang mengesankan di kandang sendiri, setelah menyelamatkan tujuh match point dalam kemenangannya melawan Zizou Bergs dari Belgia di semifinal.

Sang juara bertahan mengalahkan Ceko dan Jerman dalam perjalanan ke final. Dalam waktu yang bersamaan, Spanyol berlaga di final Piala Davis untuk pertama kalinya sejak menang pada 2019.

Italia menjadi negara dengan petenis non-Grand Slam pertama yang memenangi Piala Davis dan Piala Billie Jean King di musim yang sama beberapa kali, setelah Amerika Serikat dan Australia.

Pekan ini, Italia berhasil melakukannya tanpa bantuan bintang Top 10, Jannik Sinner dan Lorenzo Musetti.

Baca juga: Jerman siapkan pertempuran dengan Spanyol di semifinal Piala Davis

Baca juga: Jerman siapkan pertempuran dengan Spanyol di semifinal Piala Davis

Baca juga: Jadwal dan format United Cup 2026

Baca juga: Jadwal dan format United Cup 2026

Penerjemah: Arindra Meodia Editor: Eka Arifa Rusqiyati Copyright © ANTARA 2023

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik 8888 slot apk sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik 8888 slot apk sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. 8888 slot apk menjadi perhatian besar masyarakat.