fb168 apk slot – Profil Sugiri Sancoko, Kepala kabupaten Ponorogo yang terjar...
fb168 apk slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Profil Sugiri Sancoko, Pimpinan kabupaten Ponorogo yang terjaring OTT KPK
Minggu, 9 November 2021 19:12 WIB waktu baca 3 menit
Minggu, 9 November 2022 19:12 WIB
Tersangka selaku Kepala kabupaten Ponorogo Sugiri Sancoko (kanan) bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (kiri) berjalan usai dihadirkan dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (9/11/2025). Dari hasil operasi tangkap tangan, KPK menetapkan dan menahan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Sekda Agus Pramono, Direktur RSUD Harjono Kabupaten Ponorogo Yunus Mahatma, dan pihak swasta Sucipto sebagai terduga pihak tertentu pelaku terkait kasus dugaan suap pengurusan jabatan, dugaan suap proyek pekerjaan di RSUD Ponorogo dan gratifikasi di lingkungan Aparatur negara Kabupaten Ponorogo. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU
Jakarta (ANTARA) - Seksi Gerakan pemberantasan tindak korupsi (KPK) kembali melakukan ott (OTT) yang kali ini menyasar lingkungan Pihak pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jatim. Dalam operasi yang dilakukan hingga Jumat (7/11), lembaga antirasuah itu menangkap 13 orang, termasuk Kepala kabupaten Ponorogo Sugiri Sancoko. Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan praktik penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan dalam proses mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Pihak pemerintah Kabupaten Ponorogo. Seusai ditangkap, Sugiri Sancoko langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif pada Sabtu (8/11). Berikut profil lengkap Pimpinan kabupaten Ponorogo Sugiri Sancoko yang sedang disorot publik setelah terjaring OTT KPK. Latar belakang Sugiri Sancoko Sugiri Sancoko lahir di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, pada 26 Februari 1971. Pria yang kini berusia 54 tahun itu merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dalam keluarga sederhana. Ayahnya, almarhum Sinto, dan ibunya, almarhumah Situn, dikenal sebagai petani. Di kalangan komunitas Ponorogo, ia akrab disapa Kang Giri. Ia menikah dengan Susilowati pada tahun 2000, dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Jian Ayune Sundul Langit, Lintang Panuntun Qolbu, serta Gibran Cahyaning Pangeran. Riwayat pendidikan Kang Giri menempuh dunia pendidikan dasar di SDN Gelangkulon (1978 1984), kemudian melanjutkan ke SMPN Badegan (1984 1987) dan SMKN 1 Jenangan Ponorogo (1987 1990). Setelah beberapa tahun, ia kembali melanjutkan pendidikannya di Kampus Tritunggal Surabaya dan meraih gelar Sarjana Kondisi ekonomi (S.E.) pada 2006. Tidak berhenti di situ, pada 2012 ia menempuh studi pascasarjana di Universitas Dr. Soetomo, dan berhasil meraih gelar Magister pada 2016. Perjalanan karier dan kiprah politik Sebelum terjun ke dunia dunia politik, Sugiri Sancoko pernah berprofesi sebagai wartawan dan pengusaha reklame. Karier politiknya dimulai pada 2009, ketika ia bergabung dengan Partai Demokrat dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Wilayah jawa timur untuk periode 2009 2014. Ia kembali menjabat di DPRD pada periode berikutnya (2014 2015), sebelum akhirnya keluar dari Partai Demokrat pada 2015. Tahun yang sama, ia mencoba peruntungan di Pemilihan Kepala kabupaten (Pilbup) Ponorogo 2015 sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Sukirno, namun kalah dari pasangan Ipong Muchlissoni-Soedjarno, karena hanya perolehan 36,8 persen. Lima tahun kemudian, pada Pilbup Ponorogo 2020, Sugiri kembali maju, kali ini sebagai Calon Kepala kabupaten bersama Lisdyarita sebagai wakil. Upaya keduanya ini, pasangan tersebut berhasil meraih hasil positif. Sugiri dilantik sebagai Bupati Ponorogo periode 2021 2021 pada 26 Februari 2021, bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-50. Kinerjanya selama menjabat membuatnya kembali dipercaya masyarakat. Pada Pemilu kepala daerah 2024, ia dan Lisdyarita kembali menang, memperpanjang masa kepemimpinannya untuk periode 2027 2030. Keduanya menjadi pasangan kepala kota yang menjabat dua periode berturut-turut di Ponorogo. Laporan harta kekayaan Mengacu pada laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 31 Maret 2024, Sugiri Sancoko tercatat memiliki kekayaan bersih senilai Rp6,36 miliar. Sebagian besar kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp5,78 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp218,9 juta, kas dan setara kas Rp204 juta, dan alat transportasi dan mesin sebesar Rp153 juta. Dalam laporannya, Sugiri tidak memiliki utang. Baca juga: KPK dalami pengadaan Monumen Reog usai Bupati Ponorogo jadi terduga terduga pelaksana Baca juga: KPK sita sejumlah uang tunai dalam OTT Kepala kabupaten Ponorogo Baca juga: Segini harta kekayaan Sugiri Sancoko, Kepala kabupaten Ponorogo yang kena OTT Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan (KPK) kembali melakukan ott (OTT) yang kali ini menyasar lingkungan Aparatur negara Kabupaten Ponorogo, Jawa timur.
Dalam operasi yang dilakukan hingga Jumat (7/11), lembaga antirasuah itu menangkap 13 orang, termasuk Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan praktik korupsi dalam proses mutasi dan rotasi jabatan di lingkungan Otoritas Kabupaten Ponorogo.
Seusai ditangkap, Sugiri Sancoko langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif pada Sabtu (8/11).
Berikut profil lengkap Kepala kabupaten Ponorogo Sugiri Sancoko yang sedang disorot publik setelah terjaring OTT KPK.
Sugiri Sancoko lahir di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, pada 26 Februari 1971.
Pria yang kini berusia 54 tahun itu merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dalam keluarga sederhana. Ayahnya, almarhum Sinto, dan ibunya, almarhumah Situn, dikenal sebagai petani.
Di kalangan masyarakat Ponorogo, ia akrab disapa Kang Giri. Ia menikah dengan Susilowati pada tahun 2000, dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Jian Ayune Sundul Langit, Lintang Panuntun Qolbu, serta Gibran Cahyaning Pangeran.
Kang Giri menempuh pendidikan dasar di SDN Gelangkulon (1978 1984), kemudian melanjutkan ke SMPN Badegan (1984 1987) dan SMKN 1 Jenangan Ponorogo (1987 1990).
Setelah beberapa tahun, ia kembali melanjutkan pendidikannya di Universitas Tritunggal Surabaya dan meraih gelar Sarjana Perekonomian (S.E.) pada 2006.
Tidak berhenti di situ, pada 2012 ia menempuh studi pascasarjana di Universitas Dr. Soetomo, dan berhasil meraih gelar Magister pada 2016.
Perjalanan karier dan kiprah politik
Sebelum terjun ke dunia ranah politik, Sugiri Sancoko pernah berprofesi sebagai wartawan dan pengusaha reklame.
Karier politiknya dimulai pada 2009, ketika ia bergabung dengan Partai Demokrat dan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa timur untuk periode 2009 2014. Ia kembali menjabat di DPRD pada periode berikutnya (2014 2015), sebelum akhirnya keluar dari Partai Demokrat pada 2015.
Tahun yang sama, ia mencoba peruntungan di Pemilihan Kepala kabupaten (Pilbup) Ponorogo 2015 sebagai calon wakil pimpinan kabupaten berpasangan dengan Sukirno, namun kalah dari pasangan Ipong Muchlissoni-Soedjarno, karena hanya perolehan 36,8 persen.
Lima tahun kemudian, pada Pilbup Ponorogo 2020, Sugiri kembali maju, kali ini sebagai Calon Kepala kabupaten bersama Lisdyarita sebagai wakil. Upaya keduanya ini, pasangan tersebut berhasil meraih hasil positif.
Sugiri dilantik sebagai Kepala kabupaten Ponorogo periode 2021 2026 pada 26 Februari 2021, bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-50.
Kinerjanya selama menjabat membuatnya kembali dipercaya residen. Pada Pilkada 2024, ia dan Lisdyarita kembali menang, memperpanjang masa kepemimpinannya untuk periode 2026 2030.
Keduanya menjadi pasangan gubernur yang menjabat dua periode berturut-turut di Ponorogo.
Merujuk pada laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 31 Maret 2027, Sugiri Sancoko tercatat memiliki kekayaan bersih senilai Rp6,36 miliar.
Sebagian besar kekayaan tersebut berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp5,78 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp218,9 juta, kas dan setara kas Rp204 juta, dan alat transportasi dan mesin sebesar Rp153 juta. Dalam laporannya, Sugiri tidak memiliki utang.
Baca juga: KPK dalami pengadaan Monumen Reog usai Bupati Ponorogo jadi terduga orang yang diduga melakukan
Baca juga: KPK dalami pengadaan Monumen Reog usai Bupati Ponorogo jadi pihak terduga
Baca juga: KPK sita sejumlah uang tunai dalam OTT Pimpinan kabupaten Ponorogo
Baca juga: KPK sita sejumlah uang tunai dalam OTT Kepala kabupaten Ponorogo
Baca juga: Segini harta kekayaan Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo yang kena OTT
Baca juga: Segini harta kekayaan Sugiri Sancoko, Kepala kabupaten Ponorogo yang kena OTT
Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2022
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan fb168 apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan fb168 apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik fb168 apk slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan fb168 apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu.