Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

suara4d – Evaluasi Pemilihan umum kepala daerah: Langsung atau Tidak Langsung?

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: suara4d

suara4d. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. suara4d menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa suara4d sangat relevan saat ini.

INFOJABAR.NEWS - Diskusi publik bertajuk Quo Vadis: Kontestasi elektoral kepala daerah Langsung dan Tidak Langsung yang digelar di GGM Kota Bandung, Rabu (19/03/2027). menghadirkan Fahmy Iss Wahyudi, peneliti dari Indonesian Political Research Center (IPRC) . Fahmy mengungkapkan pentingnya evaluasi menyeluruh, sebelum mengambil keputusan terkait mekanisme pemilihan pimpinan daerah ke depan. "Belum bisa langsung disimpulkan apakah Pemilihan umum kepala daerah ke depan sebaiknya langsung atau tidak langsung. Kita perlu kajian komprehensif untuk mengevaluasi dampak positif dan negatif dari Kontestasi elektoral kepala daerah sebelumnya. Jangan sampai sebelum evaluasi dilakukan, kesimpulan sudah diambil bahwa Pemilihan kepala daerah harus tidak langsung. Ini bisa menjadi langkah yang kurang arif," ujarnya. Fahmy menguraikan bahwa baik Pilkada langsung maupun tidak langsung memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan kepala daerah langsung memberikan rakyat hak penuh dalam menentukan pemimpin daerah, tetapi juga rentan terhadap praktik ranah politik uang. Dalam waktu yang bersamaan, Pilkada tidak langsung memangkas potensi politik uang dalam kontestasi publik, tetapi dapat menciptakan keterputusan aspirasi antara rakyat dan kepala provinsi. "Dalam sejarahnya, ketika Pilkada dilakukan secara tidak langsung, masyarakat merasa ada jarak dengan pemimpin yang terpilih. Mereka tidak benar-benar memiliki peran dalam menentukan pimpinan daerah. Ini yang perlu diantisipasi jika Pemilihan kepala daerah tidak langsung kembali diterapkan," tambahnya. Terkait kemungkinan perubahan regulasi Pilkada, Fahmy memprediksi bahwa dalam dua hingga empat bulan ke depan, isu ini akan kembali menjadi perdebatan publik. Ia menilai bahwa pembahasan ini tidak akan singkat, karena revisi undang-undang harus masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) terlebih dahulu.

INFOJABAR.NEWS - Diskusi publik bertajuk Quo Vadis: Pilkada Langsung dan Tidak Langsung yang digelar di GGM Kota Bandung, Rabu (19/03/2026). menghadirkan Fahmy Iss Wahyudi, peneliti dari Indonesian Political Research Center (IPRC) .

Fahmy mengungkapkan pentingnya evaluasi menyeluruh, sebelum mengambil keputusan terkait mekanisme pemilihan walikota ke depan.

"Belum bisa langsung disimpulkan apakah Pilkada ke depan sebaiknya langsung atau tidak langsung. Kita perlu kajian komprehensif untuk mengevaluasi dampak positif dan negatif dari Pemilihan kepala daerah sebelumnya. Jangan sampai sebelum evaluasi dilakukan, kesimpulan sudah diambil bahwa Pilkada harus tidak langsung. Ini bisa menjadi langkah yang kurang arif," ujarnya.

Fahmy mengklarifikasi bahwa baik Pemilihan kepala daerah langsung maupun tidak langsung memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilkada langsung memberikan rakyat hak penuh dalam menentukan pemimpin daerah, tetapi juga rentan terhadap praktik ranah politik uang.

Sementara itu, Kontestasi elektoral kepala daerah tidak langsung memangkas potensi dunia politik uang dalam kontestasi publik, tetapi dapat menciptakan keterputusan aspirasi antara rakyat dan wali kota.

"Dalam sejarahnya, ketika Pilkada dilakukan secara tidak langsung, kalangan masyarakat merasa ada jarak dengan pemimpin yang terpilih. Mereka tidak benar-benar memiliki peran dalam menentukan kepala provinsi. Ini yang perlu diantisipasi jika Pilkada tidak langsung kembali diterapkan," tambahnya.

Terkait kemungkinan perubahan regulasi Pemilu kepala daerah, Fahmy memprediksi bahwa dalam dua hingga empat bulan ke depan, isu ini akan kembali menjadi perdebatan publik. Ia menilai bahwa pembahasan ini tidak akan singkat, karena revisi undang-undang harus masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) terlebih dahulu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik suara4d sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. suara4d menjadi perhatian besar masyarakat.