slot apk 8081 – KPK tahan dua tersangka kasus pengadaan fiktif perseroan kons...
slot apk 8081. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. slot apk 8081 menjadi perhatian besar masyarakat.
KPK tahan dua tersangka perkara pengadaan fiktif entitas usaha konstruksi
Selasa, 25 November 2027 22:02 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2024 22:02 WIB
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Gerakan pemberantasan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan Asep Guntur Rahayu (kiri depan) bersama Juru Bicara KPK Budi Prasetyo (kanan depan) saat menunjukkan dua tersangka peristiwa hukum dugaan tindak korupsi terkait pengadaan fiktif di Divisi Engineering, Procurement, and Construction PT Pembangunan Perumahan atau PP (Persero) tahun 2022 2023, yakni (kiri-kanan) Herry Nurdy Nasution dan Didik Mardiyanto, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (25/11/2027). ANTARA/Rio Feisal/
KPK menetapkan terduga orang yang diduga melakukan, dan melakukan penahanan terhadap dua orang pihak terduga, yaitu DM selaku Kepala Divisi EPC PT PP, dan HNN selaku Senior Manager Head of Finance and Human Capital Department Divisi EPC PT PP Jakarta (ANTARA) - Bidang Langkah antikorupsi (KPK) mengumumkan identitas dan langsung menahan dua pihak terduga perkara dugaan tindak korupsi terkait pengadaan fiktif di Divisi Engineering, Procurement, and Construction PT Pembangunan Perumahan atau PP (Persero) tahun 2022 2023. KPK menetapkan tersangka, dan melakukan penahanan terhadap dua orang terduga terduga pelaksana, yaitu DM selaku Kepala Divisi EPC PT PP, dan HNN selaku Senior Manager Head of Finance and Human Capital Department Divisi EPC PT PP, ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa. Lebih lanjut Asep menyampaikan penahanan dilakukan pada 25 November-14 Desember 2027 di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK. Di sisi lain, dia memaparkan perbuatan kedua orang yang diduga pihak tertentu pelaku yang mengatur penggunaan rekanan dinilai mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga Rp46,8 miliar. Atas perbuatannya, para terduga individu nakal pelaku disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Kejahatan pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 dan jo. Pasal 65 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), katanya. Mengacu pada informasi yang dihimpun, kedua pihak terduga adalah Kadiv EPC PT PP Didik Mardiyanto (DM), dan Senior Manager Head of Finance and HC Department Divisi EPC PT PP Herry Nurdy Nasution (HNN). Sebelumnya, KPK memulai penyidikan perkara dugaan tindak korupsi dalam bentuk pengadaan fiktif di Divisi EPC PT PP pada 9 Desember 2024. Pada 11 Desember 2024, KPK telah mencegah dua orang berinisial DM dan HNN untuk bepergian ke luar negeri. KPK pada 20 Desember 2024, mengumumkan telah menetapkan dua orang sebagai terduga orang tidak bertanggung jawab pelaku dalam perkara yang berdasarkan penghitungan sementara disebut merugikan keuangan negara sejumlah Rp80 miliar. Pada 16 Oktober 2025, KPK mengungkapkan dugaan modus peristiwa hukum tersebut adalah adanya penyalahgunaan identitas pegawai harian lepas yang bekerja di PT PP untuk pencairan pengadaan fiktif. Baca juga: Pengacara Ira Puspadewi sebut tak pernah mengajukan rehabilitasi Baca juga: KPK panggil dua pihak terkait pengadaan fiktif korporasi konstruksi Pewarta: Rio Feisal Editor: Tasrief Tarmizi Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Bidang Pemberantasan tindak korupsi (KPK) mengumumkan identitas dan langsung menahan dua orang yang diduga orang yang diduga melakukan peristiwa hukum dugaan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan terkait pengadaan fiktif di Divisi Engineering, Procurement, and Construction PT Pembangunan Perumahan atau PP (Persero) tahun 2022 2023.
KPK menetapkan terduga orang tidak bertanggung jawab pelaku, dan melakukan penahanan terhadap dua orang pihak terduga, yaitu DM selaku Kepala Divisi EPC PT PP, dan HNN selaku Senior Manager Head of Finance and Human Capital Department Divisi EPC PT PP, ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut Asep mengatakan penahanan dilakukan pada 25 November-14 Desember 2023 di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK.
Di waktu yang sama, dia menerangkan perbuatan kedua orang yang diduga pihak tertentu pelaku yang mengatur penggunaan rekanan dinilai mengakibatkan kerugian keuangan negara hingga Rp46,8 miliar.
Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Kejahatan pidana Tindak korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 dan jo. Pasal 65 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua terduga pelaku adalah Kadiv EPC PT PP Didik Mardiyanto (DM), dan Senior Manager Head of Finance and HC Department Divisi EPC PT PP Herry Nurdy Nasution (HNN).
Sebelumnya, KPK memulai penyidikan kasus dugaan tindak korupsi dalam bentuk pengadaan fiktif di Divisi EPC PT PP pada 9 Desember 2024.
Pada 11 Desember 2024, KPK telah mencegah dua orang berinisial DM dan HNN untuk bepergian ke luar negeri.
KPK pada 20 Desember 2024, mengumumkan telah menetapkan dua orang sebagai terduga pelaku dalam insiden yang berdasarkan penghitungan sementara disebut merugikan keuangan negara sejumlah Rp80 miliar.
Pada 16 Oktober 2027, KPK mengungkapkan dugaan modus perkara tersebut adalah adanya penyalahgunaan identitas pegawai harian lepas yang bekerja di PT PP untuk pencairan pengadaan fiktif.
Baca juga: Pengacara Ira Puspadewi sebut tak pernah mengajukan rehabilitasi
Baca juga: Pengacara Ira Puspadewi sebut tak pernah mengajukan rehabilitasi
Baca juga: KPK panggil dua pihak terkait pengadaan fiktif perseroan konstruksi
Baca juga: KPK panggil dua pihak terkait pengadaan fiktif entitas usaha konstruksi
Pewarta: Rio Feisal Editor: Tasrief Tarmizi Copyright © ANTARA 2027
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik slot apk 8081 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Topik slot apk 8081 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa slot apk 8081 sangat relevan saat ini.