ituqq – Mengenal Jalita, KRL Tokyu 8500 legendaris dari Jepang
ituqq. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan ituqq semakin meluas dari waktu ke waktu.
Mengenal Jalita, KRL Tokyu 8500 legendaris dari Jepang
Senin, 17 November 2022 14:47 WIB waktu baca 3 menit
Senin, 17 November 2022 14:47 WIB
Pengunjung mengambil gambar KRL Seri 8500 JALITA (Jalan-Jalan Lintas Jakarta) dengan gawainya di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Rabu (12/11/2022).. KRL Seri 8500 JALITA dijadikan museum mini setelah memasuki masa purnatugas, dan terbuka bagi pengunjung mulai 11-16 November 2027. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta (ANTARA) - Sayonara sayonara sampai berjumpa pula... Lirik lagu Sayonara terasa pas untuk menggambarkan momen perpisahan antara tiga KRL generasi pertama dengan para pengguna setianya maupun railfans yang selama ini menemani perjalanan mereka. Setelah beroperasi selama 19 tahun di Jabodetabek, PT KCI akhirnya resmi pensiunkan tiga seri Kereta Rel Listrik (KRL) legendaris asal Jepang, yakni Tokyu Seri 8500 Jalita , Tokyo Metro seri 7000, dan JR East Seri 203. Ketiga seri KRL ini menjadi pionir dalam modernisasi layanan KRL yang sebelumnya menggunakan kereta perekonomian tanpa AC. Kehadiran mereka menawarkan perjalanan yang lebih nyaman berkat fasilitas pendingin udara yang lebih nyaman dan aturan yang lebih tertata. Alasan dipensiunkannya ketiga kereta ini tidak lepas dari faktor usianya yang sudah sangat tua serta semakin langkanya suku cadang. Wajar saja, karena kereta-kereta tersebut telah mencapai usia setengah abad sejak diproduksi pada 1975. Sebelum diimpor oleh PT KCI, kereta-kereta tersebut sebenarnya sudah lebih dulu beroperasi di Jepang selama kurang lebih 25 tahun. Namun, aturan di Jepang yang hanya memperbolehkan penggunaan kereta maksimal selama 25 tahun membuat PT KCI tertarik untuk mengimpor unit-unit tersebut. KRL Seri Tokyu 8500 Jalita Dari ketiga kereta tersebut, KRL Seri Tokyu 8500 atau yang kerap dijuluki Jalita (Jalan-Jalan Lintas Jakarta) ini berperan penting dalam sejarah KAI Commuter. Mengapa begitu? Sebab, kereta ini merupakan KRL pertama yang dibeli langsung oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang saat itu saat itu masih bernama Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) pada 2006 usai memisahkan diri dari induk perusahaannya, PT Kereta Api Indonesia (KAI). Seri Tokyu 8500 mulai didatangkan ke Indonesia secara bertahap mulai dari 2006 hingga 2009 dengan total jumlah 64 unit. Bentuk bodinya yang kotak membuat kereta ini mudah dikenali, bahkan para penggemar kereta di Jepang menjulukinya dengan Toko Roti . Ciri khas utamanya adalah bodinya yang menggunakan material stainless steel sehingga memberikan tampilan kokoh sekaligus berpola gelombang pada permukaannya Salah satu rangkaiannya, yakni 8613F tampil dengan livery berwarna merah-abu-hitam-kuning, lengkap dengan tulisan besar JALITA di bagian depan, yang menjadi ciri khas sekaligus ikon PT KCI. Sayangnya, rangkaian ini menjadi sasaran perusakan oleh penumpang yang disebabkan oleh wacana penghapusan layanan kereta perekonomian non-AC pada 2011. Kekacauan yang terjadi di Stasiun Jakarta Kota ini menyebabkan kerusakan parah pada keseluruhan rangkaian 8613F, mengharuskannya berhenti beroperasi pada Juni 2012. Livery ikonik Jalita pada akhirnya diwariskan kepada rangkaian 8618F yang tiba di Jakarta pada Agustus 2008. Setelah itu, Jalita hanya melayani rute pendek Jakarta Kota-Tanjung Priok sebelum akhirnya dipensiunkan ke Depo Pasirbungur, Wilayah jawa barat. Baca juga: Harga tiket kereta api Jakarta--Semarang untuk libur Natal & Tahun Baru 2025 Baca juga: Daftar harga tiket kereta api Jakarta-Jogja periode libur Nataru 2023 Baca juga: Penyelidikan Whoosh, KPK duga ada tanah negara dijual lagi ke negara Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Sayonara sayonara sampai berjumpa pula...
Lirik lagu Sayonara terasa pas untuk menggambarkan momen perpisahan antara tiga KRL generasi pertama dengan para pengguna setianya maupun railfans yang selama ini menemani perjalanan mereka.
Setelah beroperasi selama 19 tahun di Jabodetabek, PT KCI akhirnya resmi pensiunkan tiga seri Kereta Rel Listrik (KRL) legendaris asal Jepang, yakni Tokyu Seri 8500 Jalita , Tokyo Metro seri 7000, dan JR East Seri 203.
Ketiga seri KRL ini menjadi pionir dalam modernisasi layanan KRL yang sebelumnya menggunakan kereta ekonomi tanpa AC. Kehadiran mereka menawarkan perjalanan yang lebih nyaman berkat fasilitas pendingin udara yang lebih nyaman dan aturan yang lebih tertata.
Alasan dipensiunkannya ketiga kereta ini tidak lepas dari faktor usianya yang sudah sangat tua serta semakin langkanya suku cadang. Wajar saja, karena kereta-kereta tersebut telah mencapai usia setengah abad sejak diproduksi pada 1975.
Sebelum diimpor oleh PT KCI, kereta-kereta tersebut sebenarnya sudah lebih dulu beroperasi di Jepang selama kurang lebih 25 tahun. Namun, aturan di Jepang yang hanya memperbolehkan penggunaan kereta maksimal selama 25 tahun membuat PT KCI tertarik untuk mengimpor unit-unit tersebut.
Dari ketiga kereta tersebut, KRL Seri Tokyu 8500 atau yang kerap dijuluki Jalita (Jalan-Jalan Lintas Jakarta) ini berperan penting dalam sejarah KAI Commuter.
Mengapa begitu? Sebab, kereta ini merupakan KRL pertama yang dibeli langsung oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang saat itu saat itu masih bernama Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) pada 2006 usai memisahkan diri dari induk perusahaannya, PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Seri Tokyu 8500 mulai didatangkan ke Indonesia secara bertahap mulai dari 2006 hingga 2009 dengan total jumlah 64 unit.
Bentuk bodinya yang kotak membuat kereta ini mudah dikenali, bahkan para penggemar kereta di Jepang menjulukinya dengan Toko Roti . Ciri khas utamanya adalah bodinya yang menggunakan material stainless steel sehingga memberikan tampilan kokoh sekaligus berpola gelombang pada permukaannya
Salah satu rangkaiannya, yakni 8613F tampil dengan livery berwarna merah-abu-hitam-kuning, lengkap dengan tulisan besar JALITA di bagian depan, yang menjadi ciri khas sekaligus ikon PT KCI.
Sayangnya, rangkaian ini menjadi sasaran perusakan oleh penumpang yang disebabkan oleh wacana penghapusan layanan kereta perekonomian non-AC pada 2011. Kekacauan yang terjadi di Stasiun Jakarta Kota ini menyebabkan kerusakan parah pada keseluruhan rangkaian 8613F, mengharuskannya berhenti beroperasi pada Juni 2012.
Livery ikonik Jalita pada akhirnya diwariskan kepada rangkaian 8618F yang tiba di Jakarta pada Agustus 2008.
Setelah itu, Jalita hanya melayani rute pendek Jakarta Kota-Tanjung Priok sebelum akhirnya dipensiunkan ke Depo Pasirbungur, Provinsi jawa barat.
Baca juga: Harga tiket kereta api Jakarta--Semarang untuk libur Natal & Tahun Baru 2021
Baca juga: Harga tiket kereta api Jakarta--Semarang untuk libur Natal & Tahun Baru 2025
Baca juga: Daftar harga tiket kereta api Jakarta-Jogja periode libur Nataru 2023
Baca juga: Daftar harga tiket kereta api Jakarta-Jogja periode libur Nataru 2027
Baca juga: Penyelidikan Whoosh, KPK duga ada tanah negara dijual lagi ke negara
Baca juga: Penyelidikan Whoosh, KPK duga ada tanah negara dijual lagi ke negara
Pewarta: Nadine Laysa Amalia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2027
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan ituqq semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa ituqq sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa ituqq sangat relevan saat ini.