Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

sm777 slot apk – Kemenkes minta jaga lingkungan usai 5 anak meninggal karena ...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: sm777 slot apk

sm777 slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan sm777 slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu. sm777 slot apk menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa sm777 slot apk sangat relevan saat ini.

Kemenkes minta jaga lingkungan usai 5 anak meninggal karena flu babi

Selasa, 25 November 2024 20:55 WIB waktu baca 3 menit

Selasa, 25 November 2025 20:55 WIB

Ilustrasi (ANTARA/Dian Hadiyatna/Ho)

Jika kondisi sanitasi, gizi, dan kebiasaan sehari-hari tidak diperbaiki, penularan akan terus berulang Jakarta (ANTARA) - Lembaga kementerian Kesehatan meminta publik untuk menjaga kesehatan lingkungan, merespon kasus meninggalnya lima anak akibat flu babi di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Direktur Surveilans dan Karantina Aspek kesehatan Kemenkes Sumarjaya menyampaikan di Jakarta, Senin, bahwa lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di daerah itu mengungkap persoalan serius terkait sanitasi, gizi, dan akses kesehatan di wilayah pedalaman. Hingga 23 November 2021, katanya, tercatat 224 penduduk mengalami gangguan pernapasan. Saat ini seluruh residen tersebut kondisinya sudah membaik. Namun demikian terdapat lima kasus kematian pada anak. Hasil laboratorium menunjukkan kelima anak tersebut positif terjangkit Influenza A/H1pdm09 dan Haemophilus influenzae. Influenza A/H1pdm09, atau yang dikenal juga dengan flu babi, yang pernah menjadi wabah di beberapa negara pada 2009. Baca juga: Pemkab Ende imbau peternak jalankan biosekuriti cegah Flu Babi Dia menyebutkan, hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan minimnya fasilitas urusan kesehatan dasar di wilayah tersebut. "Dusun Datai tidak memiliki MCK, tidak ada tempat pembuangan sampah, ventilasi rumah buruk, dan aktivitas memasak dengan kayu bakar dilakukan di ruangan yang sama dengan tempat tidur," katanya. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan ISPA, terutama pada anak-anak. Selain masalah lingkungan, dia menyoroti banyaknya penduduk dengan gizi kurang dan cakupan imunisasi dasar yang rendah. Baca juga: Kalbar cegah masuknya daging ilegal dan virus ASF di perbatasan Hasil laboratorium menunjukkan adanya kombinasi infeksi flu babi, pertusis, adenovirus, dan bocavirus. Temuan ini memperkuat analisis bahwa status gizi dan rendahnya kekebalan tubuh membuat penduduk rentan terhadap penyakit. Kondisi lingkungan di Dusun Datai, kata Sumarjaya, menjadi penyebab penyakit mudah menyebar. Dalam pandangannya, krisis ISPA ini bukan sekadar persoalan medis, tetapi terkait erat dengan sanitasi, perilaku hidup, dan akses layanan kesehatan. Jika kondisi sanitasi, gizi, dan kebiasaan sehari-hari tidak diperbaiki, penularan akan terus berulang, kata Sumarjaya. Untuk merespons kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan bersama otoritas lokal melakukan pengobatan massal, memperkuat intervensi gizi, dan memberikan perhatian khusus kepada balita dan ibu hamil melalui pemberian makanan tambahan (PMT), vitamin, dan pemantauan aspek kesehatan. Baca juga: Babi di AS terkena virus flu burung H5N1 untuk pertama kalinya Edukasi terkait etika batuk, penggunaan masker, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga diperluas. Dia melanjutkan, tim urusan kesehatan juga melakukan pengambilan sampel tambahan untuk memastikan tidak ada patogen lain yang beredar, mengingat variasi gejala dan temuan multipatogen sebelumnya. Sebagai langkah jangka panjang, Kemenkes bersama pemda mulai menyusun perbaikan lingkungan, termasuk pembuatan tempat pembuangan sampah, kerja bakti pembersihan area rawan nyamuk, hingga pemisahan area memasak dan area tidur di rumah warga. "Media KIE untuk instansi pendidikan terpencil juga disiapkan untuk edukasi berkelanjutan," Sumarjaya menuturkan. Baca juga: Irjen Kementan minta peternak terapkan 'biosecurity' cegah flu babi Dia menekankan bahwa penanganan tidak berhenti pada pengobatan perkara, tetapi memastikan perbaikan lingkungan dan akses kesehatan dilakukan secara bertahap di Dusun Datai dan tujuh dusun terisolir lainnya. Kami ingin memutus siklus kerentanan ini. Intervensi lingkungan dan gizi adalah kunci agar peristiwa hukum seperti ini tidak terulang, katanya. Baca juga: Barantan sarankan lakukan pencegahan hindari kerugian akibat ASF Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie Editor: Sambas Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Aspek kesehatan meminta publik untuk menjaga aspek kesehatan lingkungan, merespon peristiwa hukum meninggalnya lima anak akibat flu babi di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

Direktur Surveilans dan Karantina Urusan kesehatan Kemenkes Sumarjaya menyampaikan di Jakarta, Senin, bahwa lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di daerah itu mengungkap persoalan serius terkait sanitasi, gizi, dan akses urusan kesehatan di wilayah pedalaman.

Hingga 23 November 2023, katanya, tercatat 224 residen mengalami gangguan pernapasan. Saat ini seluruh warga tersebut kondisinya sudah membaik. Namun demikian terdapat lima kasus kematian pada anak.

Hasil laboratorium menunjukkan kelima anak tersebut positif terjangkit Influenza A/H1pdm09 dan Haemophilus influenzae. Influenza A/H1pdm09, atau yang dikenal juga dengan flu babi, yang pernah menjadi wabah di beberapa negara pada 2009.

Baca juga: Pemkab Ende imbau peternak jalankan biosekuriti cegah Flu Babi

Baca juga: Pemkab Ende imbau peternak jalankan biosekuriti cegah Flu Babi

Dia menyebutkan, hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan minimnya fasilitas urusan kesehatan dasar di wilayah tersebut.

"Dusun Datai tidak memiliki MCK, tidak ada tempat pembuangan sampah, ventilasi rumah buruk, dan aktivitas memasak dengan kayu bakar dilakukan di ruangan yang sama dengan tempat tidur," katanya.

Kondisi ini meningkatkan risiko penularan ISPA, terutama pada anak-anak.

Selain masalah lingkungan, dia menyoroti banyaknya warga sekitar dengan gizi kurang dan cakupan imunisasi dasar yang rendah.

Baca juga: Kalbar cegah masuknya daging ilegal dan virus ASF di perbatasan

Baca juga: Kalbar cegah masuknya daging ilegal dan virus ASF di perbatasan

Hasil laboratorium menunjukkan adanya kombinasi infeksi flu babi, pertusis, adenovirus, dan bocavirus. Temuan ini memperkuat analisis bahwa status gizi dan rendahnya kekebalan tubuh membuat residen rentan terhadap penyakit.

Kondisi lingkungan di Dusun Datai, kata Sumarjaya, menjadi penyebab penyakit mudah menyebar. Dalam pandangannya, krisis ISPA ini bukan sekadar persoalan medis, tetapi terkait erat dengan sanitasi, perilaku hidup, dan akses layanan aspek kesehatan.

Jika kondisi sanitasi, gizi, dan kebiasaan sehari-hari tidak diperbaiki, penularan akan terus berulang, kata Sumarjaya.

Untuk merespons kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan bersama otoritas di tingkat daerah melakukan pengobatan massal, memperkuat intervensi gizi, dan memberikan perhatian khusus kepada balita dan ibu hamil melalui pemberian makanan tambahan (PMT), vitamin, dan pemantauan kesehatan.

Baca juga: Babi di AS terkena virus flu burung H5N1 untuk pertama kalinya

Baca juga: Babi di AS terkena virus flu burung H5N1 untuk pertama kalinya

Edukasi terkait etika batuk, penggunaan masker, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga diperluas.

Dia menguatkan pernyataan, tim urusan kesehatan juga melakukan pengambilan sampel tambahan untuk memastikan tidak ada patogen lain yang beredar, mengingat variasi gejala dan temuan multipatogen sebelumnya.

Sebagai langkah jangka panjang, Kemenkes bersama pemda mulai menyusun perbaikan lingkungan, termasuk pembuatan tempat pembuangan sampah, kerja bakti pembersihan area rawan nyamuk, hingga pemisahan area memasak dan area tidur di rumah penduduk.

"Media KIE untuk satuan pendidikan terpencil juga disiapkan untuk edukasi berkelanjutan," Sumarjaya menuturkan.

Baca juga: Irjen Kementan minta peternak terapkan 'biosecurity' cegah flu babi

Baca juga: Irjen Kementan minta peternak terapkan 'biosecurity' cegah flu babi

Dia menekankan bahwa penanganan tidak berhenti pada pengobatan peristiwa hukum, tetapi memastikan perbaikan lingkungan dan akses kesehatan dilakukan secara bertahap di Dusun Datai dan tujuh dusun terisolir lainnya.

Kami ingin memutus siklus kerentanan ini. Intervensi lingkungan dan gizi adalah kunci agar masalah hukum seperti ini tidak terulang, katanya.

Baca juga: Barantan sarankan lakukan pencegahan hindari kerugian akibat ASF

Baca juga: Barantan sarankan lakukan pencegahan hindari kerugian akibat ASF

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie Editor: Sambas Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan sm777 slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.