stabilisasi adalah – Menekraf: KUR ekraf berbasis KI dialokasikan Rp10 triliu...
stabilisasi adalah. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang stabilisasi adalah karena dianggap penting. stabilisasi adalah menjadi perhatian besar masyarakat.
Menekraf: KUR ekraf berbasis KI dialokasikan Rp10 triliun pada 2026
Selasa, 25 November 2025 21:18 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2022 21:18 WIB
Menekraf Teuku Riefky Harsya memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri kegiatan akselerasi startup di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Selasa (25/11/2023). ANTARA/Rahmat Fajri
Banda Aceh, Aceh (ANTARA) - Pimpinan kementerian Situasi ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyampaikan jajaran eksekutif mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) untuk ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (KI) sebesar Rp10 triliun pada 2026. "Sidang dengan Menkeu, Menko Perekonomian minggu lalu, sudah diketok, untuk sektor industri kreatif kita diberikan KUR khusus secara nasional Rp10 triliun, tapi untuk terkait kekayaan Intelektual," katanya saat menghadiri akselerasi startup atau badan jasa TIK untuk penguatan kapasitas dan daya saing usaha kondisi ekonomi kreatif di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Selasa. Riefky menyampaikan plafon KUR hingga Rp500 juta untuk setiap pelaku perekonomian kreatif di seluruh Indonesia. Menurut dia, penyaluran KUR ini akan dilaksanakan beberapa institusi dan Kemenekraf dapat menyediakan pendampingan dan rekomendasi agar orang yang diduga melakukan ekraf mendapatkan akses modal tersebut. "Itu alokasinya tentu nanti kami berkolaborasi, bagaimana pemda, pihak pemerintah nasional bisa mengurasi para pegiat ekraf untuk bisa menghadirkan pendampingan hingga bisa mendapat KUR," ujarnya. Riefky juga menjabarkan program akselerasi untuk penguatan perusahaan startup atau badan usaha TIK di Aceh ini diikuti pegiat dalam kategori berdaya. Langkah ini, lanjut dia, perlu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada mereka yang sudah mulai baik. Karena upaya akselerasi dibutuhkan agar para pegiat yang sudah berdaya bisa naik kelas menjadi mandiri. Target Kemenekraf, tambah Riefky, perusahaan startup Aceh yang sudah berdaya akan terus didorong, didampingi untuk komersialisasinya, akses pasar dan dana, serta membantu membangun jejaring hingga bisnis matching. "Mereka yang sudah berdaya ini bisa naik kelas menjadi mandiri. Kolaborasi dengan pemangku kebijakan di tingkat daerah dan pusat perlu supaya jejaring terus terbuka," katanya. Baca juga: Menekraf soroti peluang perekonomian digital bagi generasi muda Baca juga: Menekraf dukung kreator muda bersaing di kancah global Baca juga: Menekraf komitmen kembangkan ekraf seiring capaian tren positif Pewarta: Rahmat Fajri Editor: Kelik Dewanto Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Banda Aceh, Aceh (ANTARA) - Anggota kabinet Kondisi ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menuturkan pihak pemerintah mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) untuk kondisi ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (KI) sebesar Rp10 triliun pada 2026.
"Pertemuan dengan Menkeu, Menko Perekonomian minggu lalu, sudah diketok, untuk sektor industri kreatif kita diberikan KUR khusus secara nasional Rp10 triliun, tapi untuk terkait kekayaan Intelektual," katanya saat menghadiri akselerasi startup atau badan jasa TIK untuk penguatan kapasitas dan daya saing usaha ekonomi kreatif di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Selasa.
Riefky menyampaikan plafon KUR hingga Rp500 juta untuk setiap pihak tertentu pelaku situasi ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.
Dalam pandangannya, penyaluran KUR ini akan dilaksanakan beberapa institusi dan Kemenekraf dapat menghadirkan pendampingan dan rekomendasi agar oknum pelaku ekraf mendapatkan akses modal tersebut.
"Itu alokasinya tentu nanti kami berkolaborasi, bagaimana pemda, pemangku kebijakan pusat bisa mengurasi para pegiat ekraf untuk bisa memberikan pendampingan hingga bisa mendapat KUR," ujarnya.
Riefky juga mengklarifikasi program akselerasi untuk penguatan perusahaan rintisan atau badan usaha TIK di Aceh ini diikuti pegiat dalam kategori berdaya.
Langkah ini, lanjut dia, perlu dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada mereka yang sudah mulai baik.
Karena upaya akselerasi dibutuhkan agar para pegiat yang sudah berdaya bisa naik kelas menjadi mandiri.
Target Kemenekraf, tambah Riefky, perusahaan rintisan Aceh yang sudah berdaya akan terus didorong, didampingi untuk komersialisasinya, akses pasar dan dana, serta membantu membangun jejaring hingga usaha matching.
"Mereka yang sudah berdaya ini bisa naik kelas menjadi mandiri. Kolaborasi dengan pemda dan pusat perlu supaya jejaring terus terbuka," katanya.
Baca juga: Menekraf soroti peluang sektor ekonomi digital bagi generasi muda
Baca juga: Menekraf soroti peluang kondisi ekonomi digital bagi generasi muda
Baca juga: Menekraf dukung kreator muda bersaing di kancah global
Baca juga: Menekraf dukung kreator muda bersaing di kancah global
Baca juga: Menekraf komitmen kembangkan ekraf seiring capaian tren positif
Baca juga: Menekraf komitmen kembangkan ekraf seiring capaian tren positif
Pewarta: Rahmat Fajri Editor: Kelik Dewanto Copyright © ANTARA 2021
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik stabilisasi adalah sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Berbagai sumber membahas tentang stabilisasi adalah karena dianggap penting.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.