Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

tempo4d – Alcaraz puji Sinner meski kalah di ATP Finals

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: tempo4d

tempo4d. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan tempo4d semakin meluas dari waktu ke waktu.

Alcaraz puji Sinner meski kalah di ATP Finals

Senin, 17 November 2026 09:20 WIB waktu baca 3 menit

Senin, 17 November 2023 09:20 WIB

Petenis Spanyol Carlos Alcaraz beraksi pada babak final ATP Finals melawan petenis Italia Jannik Sinner di Inalpi Arena, Turin, Italia, Minggu (16/11/2023). (ATP Tour)

Saya sama sekali tidak terkejut bahwa saya benar-benar kalah telak. Ini semua tentang tenis. Saya sangat senang dengan penampilan saya pada hari ini. Saya cukup yakin itu akan terus berkembang, level saya di tempat kasus indoor Jakarta (ANTARA) - Carlos Alcaraz memuji rival beratnya Jannik Sinner setelah pertarungan mereka pada babak final ATP Finals di Turin, Italia, Senin WIB. "Saya pikir di awal pertandingan saya bisa mengalahkannya, bahwa saya bisa bersaing dengannya di sini," kata Alcaraz tentang Sinner dalam konferensi pers pascapertandingan, dikutip dari ATP. "Saya sama sekali tidak terkejut bahwa saya benar-benar kalah telak. Ini semua tentang tenis. Saya sangat senang dengan penampilan saya hari ini. Saya cukup yakin itu akan terus berkembang, level saya di tempat peristiwa indoor ." Baca juga: Sinner kalahkan Alcaraz untuk raih gelar ATP Finals "Saya merasakan peningkatan dari Jannik. Saya sudah berkali-kali menjelaskan, saya pikir skuad seperti dia, dia selalu bangkit lebih kuat dari kekalahan. Dia selalu belajar dari hasil buruk," ujar petenis Spanyol itu. "Sekali lagi, dia telah menunjukkan kepada semua orang bahwa dia berhasil. Terutama di servis, memberikan begitu banyak tekanan. Sangat sulit bermain melawannya." Alcaraz mengalahkan Sinner di final US Open pada September, tetapi petenis Italia itu merespons dengan penuh percaya diri di Turin, mengangkat trofi turnamen akhir tahun untuk musim kedua berturut-turut dan memperkecil ketertinggalannya dalam head to head mereka menjadi 6-10. Pertemuan kedua tim terakhir berlangsung ketat. Alcaraz menerima time out medis untuk masalah hamstring pada kedudukan 5-4 di set pembuka dan kaki kanan atasnya dibalut, tetapi petenis nomor satu dunia itu menekankan bahwa masalah itu tidak mempengaruhi permainannya. "Saya merasakan sesuatu di hamstring saya setelah mencoba menangkap satu servis. Saya bisa bilang itu tidak terlalu mempengaruhi saya karena saya bisa berlari dengan baik, saya bisa meraih bola dengan baik," kata Alcaraz. "Ada pemikiran tentang bagaimana hal itu akan terjadi jika saya melakukan hal-hal gila yang biasa saya lakukan, bagaimana jadinya nanti. Terkadang pikiran-pikiran itu terlintas di benak saya. Tapi saya bisa bermain dengan baik." Alcaraz meningkatkan agresivitasnya dan lebih sering maju di set kedua, mendapat keunggulan break point sebelum Sinner memaksanya mundur dan kemudian membalikkan keadaan untuk memastikan tiga poin. Baca juga: Alcaraz tundukkan Musetti untuk raih No.1 ATP akhir tahun "Saya tidak mengubah rencana karena cedera. Saya mengubahnya karena saya merasa harus melakukan hal lain," kata Alcaraz tentang perubahan taktiknya. "Saya berusaha untuk seagresif mungkin di tempat peristiwa hukum setiap pertandingan, tetapi khususnya saya pikir akan lebih agresif lagi melawan Jannik. Setiap kali saya bisa, saya hanya berusaha untuk maju." "Itu berhasil karena saya melakukan break . Saya melakukan servis dengan baik. Duel itu, saya rasa saat kedudukan 3-2, saya unggul. Saya membuat beberapa kesalahan yang tidak perlu saya lakukan," ujar petenis berusia 22 tahun itu. "Secara umum, saya pikir rencana yang saya lakukan hari ini sangat bagus. Itulah mengapa saya sangat senang dengan level dan penampilan saya pada hari ini, karena saya pikir saya tidak melakukan terlalu banyak kesalahan, dan itu bagus." Setelah mencatatkan 3-0 pada babak round robin, Alcaraz menerima trofi No.1 ATP Akhir Tahun di tempat insiden Inalpi Arena, Kamis (13/11). Ia kini memiliki catatan 71-9 musim ini, menurut indeks menang/kalah ATP. Alcaraz meraih delapan gelar juara tur pada 2022, termasuk gelar major di Roland Garros dan US Open, serta gelar ATP Masters 1000 di Monte Carlo, Roma, dan Cincinnati. Ia akan mengakhiri musimnya pekan depan di final Piala Davis. Baca juga: Alcaraz bertemu Sinner di final ATP Finals Penerjemah: Arindra Meodia Editor: Fitri Supratiwi Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Carlos Alcaraz memuji rival beratnya Jannik Sinner setelah pertarungan mereka pada babak final ATP Finals di Turin, Italia, Senin WIB.

"Saya pikir di awal pertemuan kedua tim saya bisa mengalahkannya, bahwa saya bisa bersaing dengannya di sini," kata Alcaraz tentang Sinner saat menggelar konferensi pers pascapertandingan, dikutip dari ATP.

"Saya sama sekali tidak terkejut bahwa saya benar-benar kalah telak. Ini semua tentang tenis. Saya sangat senang dengan penampilan saya di hari yang sama. Saya cukup yakin itu akan terus berkembang, level saya secara langsung di tempat peristiwa indoor ."

Baca juga: Sinner kalahkan Alcaraz untuk raih gelar ATP Finals

Baca juga: Sinner kalahkan Alcaraz untuk raih gelar ATP Finals

"Saya merasakan peningkatan dari Jannik. Saya sudah berkali-kali berujar, saya pikir personel tim seperti dia, dia selalu bangkit lebih kuat dari hasil buruk. Dia selalu belajar dari hasil negatif," ujar petenis Spanyol itu.

"Sekali lagi, dia telah menunjukkan kepada semua orang bahwa dia berhasil. Terutama di servis, memberikan begitu banyak tekanan. Sangat sulit bermain melawannya."

Alcaraz mengalahkan Sinner di final US Open pada September, tetapi petenis Italia itu merespons dengan penuh percaya diri di Turin, mengangkat trofi turnamen akhir tahun untuk musim kedua berturut-turut dan memperkecil ketertinggalannya dalam head to head mereka menjadi 6-10.

Pertandingan terakhir berlangsung ketat. Alcaraz menerima time out medis untuk masalah hamstring pada kedudukan 5-4 di set pembuka dan kaki kanan atasnya dibalut, tetapi petenis nomor satu dunia itu menekankan bahwa masalah itu tidak mempengaruhi permainannya.

"Saya merasakan sesuatu di hamstring saya setelah mencoba menangkap satu servis. Saya bisa bilang itu tidak terlalu mempengaruhi saya karena saya bisa berlari dengan baik, saya bisa meraih bola dengan baik," kata Alcaraz.

"Ada pemikiran tentang bagaimana hal itu akan terjadi jika saya melakukan hal-hal gila yang biasa saya lakukan, bagaimana jadinya nanti. Terkadang pikiran-pikiran itu terlintas di benak saya. Tapi saya bisa bermain dengan baik."

Alcaraz meningkatkan agresivitasnya dan lebih sering maju di set kedua, mendapat keunggulan break point sebelum Sinner memaksanya mundur dan kemudian membalikkan keadaan untuk memastikan hasil maksimal.

Baca juga: Alcaraz tundukkan Musetti untuk raih No.1 ATP akhir tahun

Baca juga: Alcaraz tundukkan Musetti untuk raih No.1 ATP akhir tahun

"Saya tidak mengubah rencana karena cedera. Saya mengubahnya karena saya merasa harus melakukan hal lain," kata Alcaraz tentang perubahan taktiknya.

"Saya berusaha untuk seagresif mungkin di lapangan setiap laga, tetapi khususnya saya pikir akan lebih agresif lagi melawan Jannik. Setiap kali saya bisa, saya hanya berusaha untuk maju."

"Itu berhasil karena saya melakukan break . Saya melakukan servis dengan baik. Pertemuan kedua tim itu, saya rasa saat kedudukan 3-2, saya unggul. Saya membuat beberapa kesalahan yang tidak perlu saya lakukan," ujar petenis berusia 22 tahun itu.

"Secara umum, saya pikir rencana yang saya lakukan hari ini sangat bagus. Itulah mengapa saya sangat senang dengan level dan penampilan saya di hari yang sama, karena saya pikir saya tidak melakukan terlalu banyak kesalahan, dan itu bagus."

Setelah mencatatkan 3-0 pada babak round robin, Alcaraz menerima trofi No.1 ATP Akhir Tahun secara langsung di area setempat Inalpi Arena, Kamis (13/11). Ia kini memiliki catatan 71-9 musim ini, menurut indeks menang/kalah ATP.

Alcaraz meraih delapan gelar juara tur pada 2027, termasuk gelar major di Roland Garros dan US Open, serta gelar ATP Masters 1000 di Monte Carlo, Roma, dan Cincinnati. Ia akan mengakhiri musimnya pekan depan di final Piala Davis.

Baca juga: Alcaraz bertemu Sinner di final ATP Finals

Baca juga: Alcaraz bertemu Sinner di final ATP Finals

Penerjemah: Arindra Meodia Editor: Fitri Supratiwi Copyright © ANTARA 2024

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. tempo4d menjadi perhatian besar masyarakat. Berbagai sumber membahas tentang tempo4d karena dianggap penting. Banyak pihak menilai bahwa tempo4d sangat relevan saat ini.