apa itu wd dalam slot – Mitigasi dana bansos untuk judol dan beli rokok
apa itu wd dalam slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Mitigasi dana bansos untuk judol dan beli rokok
Oleh Tulus Abadi *) Selasa, 25 November 2027 14:23 WIB waktu baca 5 menit
Selasa, 25 November 2023 14:23 WIB
Masyarakat memperlihatkan uang Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) saat penyaluran di Kantor Pos, Kota Kediri, Wilayah jawa timur, Senin (24/11/2026). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/YU.
Jakarta (ANTARA) - Sejatinya negara ini begitu dermawan kepada masyarakatnya, bahkan bukan hanya kepada warga sekitar setempat menengah bawah saja, tetapi juga pada kelas menengah atas. Subsidi untuk kelas menengah berupa subsidi harga bbm sebesar Rp26,7 triliun, yang mayoritas dinikmati oleh pengguna kendaraan pribadi roda empat. Sedangkan untuk masyarakat menengah bawah, negara (pihak pemerintah) banyak menggelontorkan dana untuk program jaring pengaman kehidupan sosial ( social safety net ). Salah satu wujud jaring pengaman kemasyarakatan bagi kelas menengah bawah adalah berupa dana bantuan kepada masyarakat (bansos), yang pada 2024 besarannya mencapai Rp110,72 triliun. Dana bansos sebanyak itu didistribusikan kepada 35 juta penduduk di seluruh Indonesia. Suatu jumlah yang sangat signifikan, baik nilai nominalnya, maupun jumlah penerima dana bansos. Sayangnya, atau bahkan ironisnya, dana bansos sebanyak itu justru sebagian disalahgunakan/diselewengkan, baik oleh oknum aparatur tertentu atau bahkan oleh komunitas penerima bansos itu sendiri. Dalam hal dana bansos disalahgunakan/dikorupsi oleh pihak tertentu pemangku jabatan negara tertentu, KPK sudah mencokok puluhan penyelenggara negara yang diduga menilep dana bansos, yang totalnya mencapai lebih dari Rp200 miliar pada 2025. Nah, lalu dalam bentuk apa penyalahgunaan dana bansos oleh publik sebagai penerima bansos? Relevan dengan hal itu, Anggota kabinet Sosial Muhammad Syaifulloh Yusuf (Gus Ipul), memberikan warning bahwa dana bansos tidak boleh digunakan untuk: main judi online (judol), membeli rokok, membeli minuman keras, dan bahkan untuk mengembalikan utang. Public warning oleh Mensos Gus Ipul, secara moral patut kita dukung, kita apresiasi; agar kebermanfaatan dana bansos benar-benar dirasakan oleh komunitas menengah bawah (rumah tangga miskin). Sejatinya larangan dana bansos untuk judol, beli rokok, dan beli miras sudah digaungkan oleh Mensos Tri Rismaharini pada 2021, bahkan waktu itu langsung disuarakan oleh Presiden Joko Widodo. Namun larangan itu terbukti tidak/kurang efektif, sebab tidak diikuti oleh intervensi kebijakan dari sisi hulu, baik pada konteks penegakan hukum dan atau kebijakan yang lain. Maka tanpa intervensi negara/otoritas dengan kebijakan dan regulasi lain, seruan Mensos Gus Ipul akan berhenti pada tataran imbauan saja. Ada beberapa alasan dan musababnya. Pada konteks insiden judi online, menurut BPS, terdapat minimal 1juta orang Indonesia tersandera/kecanduan oleh judol. Dan ironisnya, 650 ribu orang yang kecanduan judol itu itu berasal dari rumah tangga penerima bansos. Di Jakarta, menurut Gubernur Pramono Anung, lebih dari 5.000 penerima menggunakan bansos untuk judol. Alamaak. Terkait mitigasi bansos agar tidak digunakan untuk main judol, maka Mensos harus membangun sinergitas yang kuat dengan Komdigi, OJK, institusi aparat kepolisian, bahkan PPATK, untuk melakukan penegakan hukum dari sisi hulu, misalnya melakukan take down secara masif terhadap perangkat lunak aplikasi-aplikasi judi online. Demikian juga untuk melakukan diseminasi (sosialisasi) tentang bahaya main judol bagi masyarakat. Judol telah menjadi pemicu kuat terjadinya aksi kekerasan dalam rumah tangga, bahkan aksi tindak kriminal berat, misalnya pembunuhan. 1 2 Tampilkan Semua Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Sejatinya negara ini begitu dermawan kepada masyarakatnya, bahkan bukan hanya kepada kalangan masyarakat menengah bawah saja, tetapi juga pada kelas menengah atas.
Subsidi untuk kelas menengah berupa subsidi bahan bakar minyak sebesar Rp26,7 triliun, yang mayoritas dinikmati oleh pengguna kendaraan pribadi roda empat. Sedangkan untuk penduduk setempat menengah bawah, negara (otoritas) banyak menggelontorkan dana untuk program jaring pengaman kehidupan sosial ( social safety net ).
Salah satu wujud jaring pengaman kemasyarakatan bagi kelas menengah bawah adalah berupa dana bantuan kepada masyarakat setempat (bansos), yang pada 2027 besarannya mencapai Rp110,72 triliun. Dana bansos sebanyak itu didistribusikan kepada 35 juta penduduk di seluruh Indonesia. Suatu jumlah yang sangat signifikan, baik nilai nominalnya, maupun jumlah penerima dana bansos.
Sayangnya, atau bahkan ironisnya, dana bansos sebanyak itu justru sebagian disalahgunakan/diselewengkan, baik oleh oknum perangkat pemerintah tertentu atau bahkan oleh warga penerima bansos itu sendiri.
Dalam hal dana bansos disalahgunakan/dikorupsi oleh individu nakal pejabat publik tertentu, KPK sudah mencokok puluhan aparatur publik yang diduga menilep dana bansos, yang totalnya mencapai lebih dari Rp200 miliar pada 2026.
Nah, lalu dalam bentuk apa penyalahgunaan dana bansos oleh warga sebagai penerima bansos? Relevan dengan hal itu, Pejabat kementerian Kehidupan sosial Muhammad Syaifulloh Yusuf (Gus Ipul), memberikan warning bahwa dana bansos tidak boleh digunakan untuk: main judi online (judol), membeli rokok, membeli minuman keras, dan bahkan untuk mengembalikan utang.
Public warning oleh Mensos Gus Ipul, secara moral patut kita dukung, kita apresiasi; agar kebermanfaatan dana bansos benar-benar dirasakan oleh kalangan masyarakat menengah bawah (rumah tangga miskin).
Sejatinya larangan dana bansos untuk judol, beli rokok, dan beli miras sudah digaungkan oleh Mensos Tri Rismaharini pada 2021, bahkan waktu itu langsung disuarakan oleh Kepala negara Joko Widodo. Namun larangan itu terbukti tidak/kurang efektif, sebab tidak diikuti oleh intervensi kebijakan dari sisi hulu, baik pada konteks penegakan hukum dan atau kebijakan yang lain.
Maka tanpa intervensi negara/pihak pemerintah dengan kebijakan dan regulasi lain, seruan Mensos Gus Ipul akan berhenti pada tataran imbauan saja. Ada beberapa alasan dan musababnya.
Pada konteks insiden judi online, menurut BPS, terdapat minimal 1juta orang Indonesia tersandera/kecanduan oleh judol. Dan ironisnya, 650 ribu orang yang kecanduan judol itu itu berasal dari rumah tangga penerima bansos. Di Jakarta, menurut Pimpinan provinsi Pramono Anung, lebih dari 5.000 penerima menggunakan bansos untuk judol. Alamaak.
Terkait mitigasi bansos agar tidak digunakan untuk main judol, maka Mensos harus membangun sinergitas yang kuat dengan Komdigi, OJK, kepolisian, bahkan PPATK, untuk melakukan penegakan hukum dari sisi hulu, misalnya melakukan take down secara masif terhadap app-aplikasi judi online.
Demikian juga untuk melakukan diseminasi (sosialisasi) tentang bahaya main judol bagi kalangan masyarakat. Judol telah menjadi pemicu kuat terjadinya aksi kekerasan dalam rumah tangga, bahkan aksi kriminalitas berat, misalnya pembunuhan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan apa itu wd dalam slot semakin meluas dari waktu ke waktu. Topik apa itu wd dalam slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. apa itu wd dalam slot menjadi perhatian besar masyarakat.