jayajp – Sambut Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Majalaya Laksanakan Penyalaa...
jayajp. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. jayajp menjadi perhatian besar masyarakat. Pembahasan jayajp semakin meluas dari waktu ke waktu.
redaksi 30 Agustus 2024 - 00:42
INFOJABAR.NEWS - Penyalaan sekaligus Peresmian Skema bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dilakukan secara simbolis di Aula Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung pada Jumat (30/8/24) siang. Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Majalaya (UP3 Majalaya), Hafazah menyampaikan, penyalaan pada Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 03 Tahun 2022 tentang BPBL serta Surat dari Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan No B-1790/TL.03/DLP.3/2024 tentang Percepatan Pelaksanaan BPBL Tahun 2024. "Program BPBL ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat di segala lapisan agar dapat menikmati aliran listrik di rumah masing-masing, kali ini khususnya bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung," sambungnya. Sampai dengan saat ini PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Wilayah jawa barat (UID Dan) telah berhasil menuntaskan pemasangan instalasi sebanyak 9.637 Rumah Tangga dari target 21.735 rumah tangga per tanggal 27 Agustus 2024, yang diantaranya berlokasi di wilayah Kabupaten Bandung sebanyak 1.048 rumah tangga dan Kecamatan Soreang sebanyak 58 rumah tangga. Program BPBL ini menjadi bukti komitmen PLN untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan taraf hidup komunitas tidak mampu dan listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Melalui Program BPBL, Otoritas berupaya untuk membantu rumah tangga yang belum berlistrik agar bisa menikmati listrik secara gratis. Program ini juga salah satu dari sekian upaya pemerataan akses listrik ke seluruh wilayah di tanah air, dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi dengan menyerahkan bantuan pasang baru listrik 900 VA bagi Rumah Tangga (RT) miskin belum berlistrik yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Kemasyarakatan (DTKS). Program BPBL ini merupakan bukti nyata dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap program yang dicanangkan Pemerintah, salah satunya terkait Rasio Elektrifikasi, yaitu perbandingan rumah tangga berlistrik dengan total rumah tangga di Indonesia. Sampai dengan Triwulan II Tahun 2024, Rasio Elektrifikasi telah mencapai angka 99,81 % dari target pencapaian 100%.
INFOJABAR.NEWS - Penyalaan sekaligus Peresmian Skema bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dilakukan secara simbolis di Aula Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung pada Jumat (30/8/24) siang.
Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Majalaya (UP3 Majalaya), Hafazah menyampaikan, penyalaan pada Program ini merupakan implementasi dari Peraturan Anggota pemerintahan pusat (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 03 Tahun 2022 tentang BPBL serta Surat dari Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan No B-1790/TL.03/DLP.3/2024 tentang Percepatan Pelaksanaan BPBL Tahun 2024.
"Program BPBL ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat di segala lapisan agar dapat menikmati aliran listrik di rumah masing-masing, kali ini khususnya bagi publik di wilayah Kabupaten Bandung," sambungnya.
Sampai dengan saat ini PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Dan (UID Dimana) telah berhasil menuntaskan pemasangan instalasi sebanyak 9.637 Rumah Tangga dari target 21.735 rumah tangga per tanggal 27 Agustus 2024, yang diantaranya berlokasi di wilayah Kabupaten Bandung sebanyak 1.048 rumah tangga dan Kecamatan Soreang sebanyak 58 rumah tangga.
Program BPBL ini menjadi bukti komitmen PLN untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan taraf hidup penduduk setempat tidak mampu dan listrik untuk kehidupan yang lebih baik.
Melalui Program BPBL, Aparatur negara berupaya untuk membantu rumah tangga yang belum berlistrik agar bisa menikmati listrik secara gratis. Program ini juga salah satu dari sekian upaya pemerataan akses listrik ke seluruh wilayah di tanah air, dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi dengan menyalurkan berbagai bentuk bantuan pasang baru listrik 900 VA bagi Rumah Tangga (RT) miskin belum berlistrik yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Kemasyarakatan (DTKS).
Program BPBL ini merupakan bukti nyata dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap program yang dicanangkan Otoritas, salah satunya terkait Rasio Elektrifikasi, yaitu perbandingan rumah tangga berlistrik dengan total rumah tangga di Indonesia. Sampai dengan Triwulan II Tahun 2024, Rasio Elektrifikasi telah mencapai angka 99,81 % dari target pencapaian 100%. Banyak pihak menilai bahwa jayajp sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan jayajp semakin meluas dari waktu ke waktu.