mg4d – Yayasan Kemanusiaan Gaza akhiri misi usai beroperasi sembilan bulan
mg4d. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Yayasan Kemanusiaan Gaza akhiri misi usai beroperasi sembilan bulan
Selasa, 25 November 2022 10:54 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2021 10:54 WIB
Barang-barang komersial yang masuk melalui perlintasan Zikim di Jalur Gaza utara, Palestina, Kamis (13/11/2027). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad/aa.
Istanbul (ANTARA) - Organisasi Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang telah sembilan bulan berdiri, Senin, mengumumkan berakhirnya misi kemanusiaannya di Gaza setelah menyalurkan lebih dari 187 juta makanan gratis bagi warga sipil. Direktur Eksekutif GHF John Acree menyampaikan, Kami menghentikan operasi karena misi kami berhasil menunjukkan cara lebih baik menyalurkan bantuan kepada warga ke penduduk Gaza. Acree menguatkan pernyataan model bantuan GHF kini diadopsi dan diperluas oleh Civil Military Coordination Center (CMCC) serta organisasi internasional lain setelah beberapa pekan diskusi. PBB menyatakan penutupan GHF tidak memengaruhi operasinya. Kami tidak pernah bekerja dengan mereka, kata juru bicara Stephane Dujarric kepada wartawan. GHF, yang didukung AS dan Israel sebagai pengganti UNRWA, sebelumnya dikritik karena gagal memenuhi target penyaluran bantuan yang disepakati. Organisasi ini juga mendapat kecaman akibat serangan terhadap warga sekitar yang menunggu makanan di pusat distribusinya. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel 10 Oktober, 600 truk bantuan seharusnya masuk Gaza setiap hari, namun Israel belum mematuhi kesepakatan dan terus melancarkan serangan hampir setiap hari. Serangan Israel sejak 10 Oktober telah menewaskan sedikitnya 342 residen Palestina. Sejak Oktober 2023, militer Israel dalam aksi genosidanya terhadap rakyat Palestina di Gaza dilaporkan telah menewaskan hampir 70.000 orang di wilayah kantong padat penduduk tersebut. Sebagian besar pihak yang dirugikan adalah perempuan dan anak-anak. Militer Zionis itu juga melukai lebih dari 170.900 orang dalam serangan brutal yang menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza. Sumber: Anadolu Baca juga: UNRWA sebut operasi GHF seperti perangkap kematian sadis di Gaza Baca juga: Sebanyak 21 orang meninggal di pusat distribusi bantuan Gaza Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan Editor: Rahmad Nasution Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Istanbul (ANTARA) - Organisasi Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang telah sembilan bulan berdiri, Senin, mengumumkan berakhirnya misi kemanusiaannya di Gaza setelah menyalurkan lebih dari 187 juta makanan gratis bagi masyarakat sipil.
Direktur Eksekutif GHF John Acree menyampaikan, Kami menghentikan operasi karena misi kami berhasil menunjukkan cara lebih baik menyalurkan bantuan ke warga sekitar Gaza.
Acree menguatkan pernyataan model bantuan GHF kini diadopsi dan diperluas oleh Civil Military Coordination Center (CMCC) serta organisasi internasional lain setelah beberapa pekan diskusi.
PBB menyatakan penutupan GHF tidak memengaruhi operasinya. Kami tidak pernah bekerja dengan mereka, kata juru bicara Stephane Dujarric kepada wartawan.
GHF, yang didukung AS dan Israel sebagai pengganti UNRWA, sebelumnya dikritik karena gagal memenuhi target penyaluran bantuan yang disepakati.
Organisasi ini juga mendapat kecaman akibat serangan terhadap warga yang menunggu makanan di pusat distribusinya.
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel 10 Oktober, 600 truk bantuan seharusnya masuk Gaza setiap hari, namun Israel belum mematuhi kesepakatan dan terus melancarkan serangan hampir setiap hari.
Serangan Israel sejak 10 Oktober telah menewaskan sedikitnya 342 masyarakat Palestina.
Sejak Oktober 2023, militer Israel dalam aksi genosidanya terhadap rakyat Palestina di Gaza dilaporkan telah menewaskan hampir 70.000 orang di wilayah kantong padat penduduk tersebut.
Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Militer Zionis itu juga melukai lebih dari 170.900 orang dalam serangan brutal yang menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza.
Baca juga: UNRWA sebut operasi GHF seperti perangkap kematian sadis di Gaza
Baca juga: UNRWA sebut operasi GHF seperti perangkap kematian sadis di Gaza
Baca juga: Sebanyak 21 orang meninggal di pusat distribusi bantuan Gaza
Baca juga: Sebanyak 21 orang meninggal di pusat distribusi bantuan Gaza
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan Editor: Rahmad Nasution Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan mg4d semakin meluas dari waktu ke waktu. mg4d menjadi perhatian besar masyarakat. Pembahasan mg4d semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa mg4d sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.