aromatoto – Rano Karno tanggapi kritik Soleh Solihun soal mutasi pegawai DKI
aromatoto. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik aromatoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Rano Karno tanggapi kritik Soleh Solihun soal mutasi pegawai DKI
Selasa, 25 November 2024 15:39 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2025 15:39 WIB
Ilustrasi - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Jajaran eksekutif Provinsi Wilayah jakarta sedang bekerja di Balai Kota Ibu kota jakarta, Selasa (16/4/2024). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pri.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno angkat bicara terkait kritik dari komika Soleh Solihun yang menilai sistem mutasi pegawai Otoritas Provinsi (Pemprov) Wilayah jakarta terlalu mendadak. Menurut Rano, proses mutasi pegawai Pemprov DKI justru melalui tahapan panjang dan tidak dilakukan secara tiba-tiba. Nggak mungkin mendadak. Prosesnya panjang, jelas Rano di Jakarta Barat, Selasa. Bahkan, Rano menyampaikan selama ia dan Pimpinan provinsi Provinsi dki jakarta Pramono Anung menjabat, baru kali ini Pemprov DKI melakukan rotasi pegawai. Maka dari itu, dia menyatakan dengan tegas proses pelantikan yang berlangsung pada November 2023 bukan disiapkan dalam waktu singkat. Sebelumnya, komika Soleh Solihun menyampaikan kritik melalui akun X miliknya pada Kamis (20/11). Dia menilai mutasi pegawai di lingkup Pemprov DKI terlalu mendadak karena pegawai baru mengetahui perpindahan mereka pada hari pelantikan. Dalam unggahannya, dia meminta agar mutasi dilakukan dengan pemberitahuan lebih awal dan memberi waktu transisi. Dear Pak @pramonoanung, tolong perbaiki dong sistem rotasi pegawai di Pemprov DKI, terutama antar dinas. Tolong bilang kepada para kepala dinas, jangan mindahin pegawai h-1 pelantikan. Dan pegawai baru tahu dia dipindah kemana di hari H pelantikan," tulis Soleh. Soleh juga menilai perpindahan yang mendadak dapat menyulitkan pegawai untuk beradaptasi meskipun masih bekerja di bawah Pemprov DKI. Dia bahkan menyarankan masa transisi selama satu bulan, wawancara di tempat baru, serta mempertimbangkan kompetensi dan rekam jejak pegawai sebelum dipindah. Baca juga: ASN DKI butuh literasi statistik seiring Jakarta jadi kota global Seperti dilaporkan, Pramono dan Rano telah melantik sebanyak 2.700 penjabat eselon III dan IV dalam dua gelombang, yakni pada 5 dan 19 November 2024. Menurut Pramono, Pemprov DKI tidak melakukan rotasi maupun mutasi jabatan selama hampir tiga tahun terakhir. Dia pun menjelaskan pengaturan terkait perpindahan perangkat pemerintah eselon III dan IV dalam skala sebesar itu bukan insiden sederhana sehingga membutuhkan kesiapan sistem dan koordinasi yang matang. Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi kembali diisi, mulai dari perangkat pemerintah administrator, pengawas, ketua subkelompok, pemangku jabatan fungsional, hingga kepala sekolah. Pelantikan besar-besaran itu dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang sempat berlangsung lama di lingkungan Pemprov DKI. Baca juga: Pram sebut pemangkasan DBH tak pengaruhi tunjangan pegawai DKI Baca juga: Pramono soroti profesionalisme ASN demi wujudkan Jakarta kota global Pewarta: Lifia Mawaddah Putri Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Kepala provinsi Dki jakarta Rano Karno angkat bicara terkait kritik dari komika Soleh Solihun yang menilai sistem mutasi pegawai Pihak pemerintah Provinsi (Pemprov) Provinsi dki jakarta terlalu mendadak.
Menurut Rano, proses mutasi pegawai Pemprov DKI justru melalui tahapan panjang dan tidak dilakukan secara tiba-tiba.
Nggak mungkin mendadak. Prosesnya panjang, jelas Rano di Jakarta Barat, Selasa.
Bahkan, Rano menuturkan selama ia dan Kepala provinsi Ibu kota jakarta Pramono Anung menjabat, baru kali ini Pemprov DKI melakukan rotasi pegawai.
Maka dari itu, dia menggarisbawahi proses pelantikan yang berlangsung pada November 2027 bukan disiapkan dalam waktu singkat.
Sebelumnya, komika Soleh Solihun menyampaikan kritik melalui akun X miliknya pada Kamis (20/11).
Dia menilai mutasi pegawai di lingkup Pemprov DKI terlalu mendadak karena pegawai baru mengetahui perpindahan mereka pada hari pelantikan.
Dalam unggahannya, dia meminta agar mutasi dilakukan dengan pemberitahuan lebih awal dan memberi waktu transisi.
Dear Pak @pramonoanung, tolong perbaiki dong sistem rotasi pegawai di Pemprov DKI, terutama antar dinas. Tolong bilang kepada para kepala dinas, jangan mindahin pegawai h-1 pelantikan. Dan pegawai baru tahu dia dipindah kemana di hari H pelantikan," tulis Soleh.
Soleh juga menilai perpindahan yang mendadak dapat menyulitkan pegawai untuk beradaptasi meskipun masih bekerja di bawah Pemprov DKI.
Dia bahkan menyarankan masa transisi selama satu bulan, wawancara di tempat baru, serta mempertimbangkan kompetensi dan rekam jejak pegawai sebelum dipindah.
Baca juga: ASN DKI butuh literasi statistik seiring Jakarta jadi kota global
Baca juga: ASN DKI butuh literasi statistik seiring Jakarta jadi kota global
Seperti diberitakan, Pramono dan Rano telah melantik sebanyak 2.700 perangkat pemerintah eselon III dan IV dalam dua gelombang, yakni pada 5 dan 19 November 2023.
Menurut Pramono, Pemprov DKI tidak melakukan rotasi maupun mutasi jabatan selama hampir tiga tahun terakhir.
Dia pun menerangkan pengaturan terkait perpindahan aparatur eselon III dan IV dalam skala sebesar itu bukan peristiwa hukum sederhana sehingga membutuhkan kesiapan sistem dan koordinasi yang matang.
Dalam pelantikan tersebut, sejumlah posisi kembali diisi, mulai dari pemangku jabatan administrator, pengawas, ketua subkelompok, perangkat pemerintah fungsional, hingga kepala satuan pendidikan.
Pelantikan besar-besaran itu dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang sempat berlangsung lama di lingkungan Pemprov DKI.
Baca juga: Pram sebut pemangkasan DBH tak pengaruhi tunjangan pegawai DKI
Baca juga: Pram sebut pemangkasan DBH tak pengaruhi tunjangan pegawai DKI
Baca juga: Pramono soroti profesionalisme ASN demi wujudkan Jakarta kota global
Baca juga: Pramono soroti profesionalisme ASN demi wujudkan Jakarta kota global
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri Editor: Rr. Cornea Khairany Copyright © ANTARA 2021
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik aromatoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Banyak pihak menilai bahwa aromatoto sangat relevan saat ini. Topik aromatoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.