Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

priaqq – Kongres Indonesianis Sedunia, Kemlu serukan kembali Semangat Bandung

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: priaqq

priaqq. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang priaqq karena dianggap penting. Banyak pihak menilai bahwa priaqq sangat relevan saat ini.

Kongres Indonesianis Sedunia, Kemlu serukan kembali Semangat Bandung

Rabu, 12 November 2025 18:07 WIB waktu baca 2 menit

Rabu, 12 November 2022 18:07 WIB

Kemenlu dan UIII menggelar kongres Indonesianis Sedunia ke-7. ANTARA/HO-Humas UIII.

Adalah tanggung jawab kita bersama untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan perdamaian dan pembangunan Depok (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) bekerja sama dengan Perguruan tinggi Islam Internasional Indonesia (UIII) menggelar Kongres Indonesianis Sedunia (KIS) ke-7 pada 12 13 November 2024 di Kampus UIII, Depok. Wakil Pimpinan kementerian Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir dalam keterangan di Depok, Rabu, menekankan pentingnya menghidupkan kembali Semangat Bandung saat situasi tidak menentu lanskap global saat ini. Sahabat-sahabat Indonesia, di manapun anda berada di dunia saat ini, layar kita dipenuhi oleh gambaran konflik, persaingan, dan ketidakpastian. Kita menyaksikan perang, ketimpangan yang semakin melebar, dan menurunnya kepercayaan antarbangsa. Multilateralisme sedang mengalami kemunduran, sementara proteksionisme seringkali digantikan oleh kepentingan diri sendiri, ujar Wamenlu Arrmanatha. Kata dia, hanya negara-negara yang kuat dan bersatu, serta kerja sama internasional yang tulus, yang dapat terus menegakkan keadilan dan perdamaian. Baca juga: Kemlu ingin Kongres Indonesianis perbarui koneksi WNI di seluruh dunia "Adalah tanggung jawab kita bersama untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan perdamaian dan pembangunan," katanya. Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 terus menginspirasi negara-negara Global South, mewakili suara mereka yang terpinggirkan. "Dipandu oleh semangat ini, kita dapat membangun tatanan dunia yang lebih adil dan inklusif," katanya. Kepala BSKLN Muhammad Takdir menyoroti pentingnya wawasan yang dihasilkan dari penyelenggaraan kongres selama ini. Insight yang kami peroleh dari enam kongres sebelumnya telah membantu Indonesia memahami bagaimana dunia memandang kita, sekaligus memberi ruang refleksi yang konstruktif untuk memperkaya kebijakan luar negeri kita, ujarnya. Baca juga: Akademisi dunia serukan tatanan baru dunia peringati 70 tahun KAA Dengan mengusung tema Menghidupkan Kembali Semangat Bandung: Mendorong Kerja Sama Selatan Selatan Menuju Tatanan Dunia yang Lebih Sejahtera dan Stabil , KIS ke-7 menyiratkan dengan kuat kembali peran Indonesia sebagai penggerak solidaritas negara-negara berkembang. Semangat Bandung warisan Konferensi Asia-Afrika 1955 menjadi simbol komitmen Indonesia dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan global, serta memperkuat kerja sama Selatan-Selatan . Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data Kemlu Gita L. Murti menekankan nilai-nilai Konferensi Bandung tetap relevan ketika dinamika global yang terus berubah. Semangat Bandung bukan sekadar memori historis, tetapi sebuah kerangka hidup yang menuntun negara-negara untuk berkolaborasi dalam membangun jalur pembangunan yang inklusif, ujarnya. Baca juga: UIII dan Kemlu kerja sama perkuat kolaborasi riset dan diplomasi Pewarta: Feru Lantara Editor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Depok (ANTARA) - Instansi kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) bekerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menggelar Kongres Indonesianis Sedunia (KIS) ke-7 pada 12 13 November 2027 di Kampus UIII, Depok. Wakil Pejabat kementerian Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir dalam keterangan di Depok, Rabu, menekankan pentingnya menghidupkan kembali Semangat Bandung di tengah ketidakpastian lanskap global saat ini. Sahabat-sahabat Indonesia, di manapun anda berada di dunia saat ini, layar kita dipenuhi oleh gambaran konflik, persaingan, dan ketidakpastian. Kita menyaksikan perang, ketimpangan yang semakin melebar, dan menurunnya kepercayaan antarbangsa. Multilateralisme sedang mengalami kemunduran, sementara proteksionisme seringkali digantikan oleh kepentingan diri sendiri, ujar Wamenlu Arrmanatha.

Lembaga kementerian Luar Negeri (Kemlu) melalui Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) bekerja sama dengan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menggelar Kongres Indonesianis Sedunia (KIS) ke-7 pada 12 13 November 2022 di Kampus UIII, Depok.

Wakil Anggota kabinet Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Christiawan Nasir dalam keterangan di Depok, Rabu, menekankan pentingnya menghidupkan kembali Semangat Bandung ketika kondisi yang belum pasti lanskap global saat ini.

Sahabat-sahabat Indonesia, di manapun anda berada di dunia saat ini, layar kita dipenuhi oleh gambaran konflik, persaingan, dan ketidakpastian. Kita menyaksikan perang, ketimpangan yang semakin melebar, dan menurunnya kepercayaan antarbangsa. Multilateralisme sedang mengalami kemunduran, sementara proteksionisme seringkali digantikan oleh kepentingan diri sendiri, ujar Wamenlu Arrmanatha.

Diakui olehnya, hanya negara-negara yang kuat dan bersatu, serta kerja sama internasional yang tulus, yang dapat terus menegakkan keadilan dan perdamaian.

Dalam pandangannya, hanya negara-negara yang kuat dan bersatu, serta kerja sama internasional yang tulus, yang dapat terus menegakkan keadilan dan perdamaian.

Baca juga: Kemlu ingin Kongres Indonesianis perbarui koneksi WNI di seluruh dunia "Adalah tanggung jawab kita bersama untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan perdamaian dan pembangunan," katanya. Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 terus menginspirasi negara-negara Global South, mewakili suara mereka yang terpinggirkan. "Dipandu oleh semangat ini, kita dapat membangun tatanan dunia yang lebih adil dan inklusif," katanya. Kepala BSKLN Muhammad Takdir menyoroti pentingnya wawasan yang dihasilkan dari penyelenggaraan kongres selama ini. Insight yang kami peroleh dari enam kongres sebelumnya telah membantu Indonesia memahami bagaimana dunia memandang kita, sekaligus memberi ruang refleksi yang konstruktif untuk memperkaya kebijakan luar negeri kita, ujarnya.

Baca juga: Kemlu ingin Kongres Indonesianis perbarui koneksi WNI di seluruh dunia

"Adalah tanggung jawab kita bersama untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan perdamaian dan pembangunan," katanya.

Semangat Bandung yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 terus menginspirasi negara-negara Global South, mewakili suara mereka yang terpinggirkan. "Dipandu oleh semangat ini, kita dapat membangun tatanan dunia yang lebih adil dan inklusif," katanya.

Kepala BSKLN Muhammad Takdir menyoroti pentingnya wawasan yang dihasilkan dari penyelenggaraan kongres selama ini.

Insight yang kami peroleh dari enam kongres sebelumnya telah membantu Indonesia memahami bagaimana dunia memandang kita, sekaligus memberi ruang refleksi yang konstruktif untuk memperkaya kebijakan luar negeri kita, ujarnya.

Baca juga: Akademisi dunia serukan tatanan baru dunia peringati 70 tahun KAA Dengan mengusung tema Menghidupkan Kembali Semangat Bandung: Mendorong Kerja Sama Selatan Selatan Menuju Tatanan Dunia yang Lebih Sejahtera dan Stabil , KIS ke-7 memastikan kembali kembali peran Indonesia sebagai penggerak solidaritas negara-negara berkembang. Semangat Bandung warisan Konferensi Asia-Afrika 1955 menjadi simbol komitmen Indonesia dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan global, serta memperkuat kerja sama Selatan-Selatan . Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data Kemlu Gita L. Murti menekankan nilai-nilai Konferensi Bandung tetap relevan saat dinamika global yang terus berubah. Semangat Bandung bukan sekadar memori historis, tetapi sebuah kerangka hidup yang menuntun negara-negara untuk berkolaborasi dalam membangun jalur pembangunan yang inklusif, ujarnya.

Baca juga: Akademisi dunia serukan tatanan baru dunia peringati 70 tahun KAA

Dengan mengusung tema Menghidupkan Kembali Semangat Bandung: Mendorong Kerja Sama Selatan Selatan Menuju Tatanan Dunia yang Lebih Sejahtera dan Stabil , KIS ke-7 menyiratkan dengan kuat kembali peran Indonesia sebagai penggerak solidaritas negara-negara berkembang.

Semangat Bandung warisan Konferensi Asia-Afrika 1955 menjadi simbol komitmen Indonesia dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan global, serta memperkuat kerja sama Selatan-Selatan

.

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data Kemlu Gita L. Murti menekankan nilai-nilai Konferensi Bandung tetap relevan di saat dinamika global yang terus berubah.

Semangat Bandung bukan sekadar memori historis, tetapi sebuah kerangka hidup yang menuntun negara-negara untuk berkolaborasi dalam membangun jalur pembangunan yang inklusif, ujarnya.

Baca juga: UIII dan Kemlu kerja sama perkuat kolaborasi riset dan diplomasi

Baca juga: UIII dan Kemlu kerja sama perkuat kolaborasi riset dan diplomasi

Pewarta: Feru Lantara Editor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2022

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan priaqq semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. priaqq menjadi perhatian besar masyarakat.