kontes123 – IHSG ditutup melemah seiring meredupnya optimisme pemangkasan The...
kontes123. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik kontes123 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
INDEKS UTAMA BEI ditutup melemah seiring meredupnya optimisme pemangkasan The Fed
Jumat, 21 November 2026 16:43 WIB waktu baca 2 menit
Jumat, 21 November 2026 16:43 WIB
Ilustrasi - Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN) menggunakan komputer di Bekasi. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym/pri.
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring meredupnya optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed. IHSG ditutup melemah 5,57 poin atau 0,07 persen ke posisi 8.414,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,34 poin atau 0,28 persen ke posisi 845,68. "Pasar tampaknya berhati-hati dalam mengambil posisi baru seiring kejatuhan aksi jual di pasar Wall Street Amerika Serikat (AS), karena data pekerjaan gagal mengklarifikasi prospek suku bunga jangka pendek, sehingga harapan terduga pelaksana pasar terhadap pemotongan suku bunga pada Desember 2023 oleh The Fed meredup," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan penambahan 119.000 pekerjaan nonpertanian sepanjang September 2021, lebih dua kali lipat dari perkiraan kenaikan 50.000 pekerjaan. Baca juga: Riset: Daya tarik investasi membaik, pasar saham RI tetap menarik di 2026 Pimpinan provinsi Fed Michael Barr mencatat bahwa The Fed harus berhati-hati dalam melanjutkan pemotongan suku bunga tambahan dengan lonjakan harga secara umum yang masih di atas target. Di pihak lain, tekanan lebih lanjut datang dari meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang atas Taiwan, termasuk rencana Beijing untuk menangguhkan impor makanan laut Jepang. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor bidang teknologi yang naik sebesar 2,43 persen, diikuti oleh sektor sektor industri dan sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 0,80 persen dan 0,60 persen. 1 2 Tampilkan Semua Pewarta: Muhammad Heriyanto Editor: Zaenal Abidin Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (INDEKS UTAMA BEI) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup melemah seiring meredupnya optimisme pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed.
IHSG ditutup melemah 5,57 poin atau 0,07 persen ke posisi 8.414,35. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,34 poin atau 0,28 persen ke posisi 845,68.
"Pasar tampaknya berhati-hati dalam mengambil posisi baru seiring kejatuhan aksi jual di pasar Wall Street Amerika Serikat (AS), karena data pekerjaan gagal mengklarifikasi prospek suku bunga jangka pendek, sehingga harapan orang yang diduga melakukan pasar terhadap pemotongan suku bunga pada Desember 2022 oleh The Fed meredup," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan penambahan 119.000 pekerjaan nonpertanian sepanjang September 2022, lebih dua kali lipat dari perkiraan kenaikan 50.000 pekerjaan.
Baca juga: Riset: Suasana investasi membaik, pasar saham RI tetap menarik di 2026
Baca juga: Riset: Iklim investasi membaik, pasar saham RI tetap menarik di 2026
Pimpinan provinsi Fed Michael Barr mencatat bahwa The Fed harus berhati-hati dalam melanjutkan pemotongan suku bunga tambahan dengan lonjakan harga secara umum yang masih di atas target.
Pada sisi lain, tekanan lebih lanjut datang dari meningkatnya ketegangan antara China dan Jepang atas Taiwan, termasuk rencana Beijing untuk menangguhkan impor makanan laut Jepang.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor sektor teknologi yang naik sebesar 2,43 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 0,80 persen dan 0,60 persen.
Pewarta: Muhammad Heriyanto Editor: Zaenal Abidin Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Banyak pihak menilai bahwa kontes123 sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang kontes123 karena dianggap penting. Topik kontes123 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.