Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

gn168 apk slot – Profil Erwin, Wakil Kepala kota Bandung yang diperiksa terka...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: gn168 apk slot

gn168 apk slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang gn168 apk slot karena dianggap penting.

Profil Erwin, Wakil Walikota Bandung yang diperiksa terkait tindak korupsi

Sabtu, 1 November 2025 07:36 WIB waktu baca 4 menit

Sabtu, 1 November 2022 07:36 WIB

Wakil Wali kota Bandung Erwin saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa barat, Jumat (31/10/2025). ANTARA/Rubby Jovan.

Jakarta (ANTARA) - Institusi kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung memeriksa sejumlah orang yang memberikan kesaksian, termasuk Wakil Kepala kota Bandung, Erwin terkait perkara dugaan perbuatan melawan hukum tindak korupsi dalam penyalahgunaan kewenangan di Pemerintahan Kota Bandung tahun 2026. Pemeriksaan itu dilakukan pada Kamis (30/10) dan berjalan selama kurang lebih 7 jam lamanya mulai dari pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Lantas, bagaimana sosok Wakil Kepala kota Bandung atau Kang Erwin yang diperiksa sebagai orang yang memberikan kesaksian dalam dugaan insiden penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan tersebut? Berikut profil hingga jejak karirnya di dunia pemerintahan. Baca juga: Kejari periksa Wakil Pimpinan kota Bandung selama tujuh jam soal tindak korupsi Profil dan latar belakang Erwin Sebelumnya, sosok yang lahir pada 18 Mei 1972 di Bandung ini merupakan Wakil Kepala kota Bandung, mendampingi Muhammad Farhan sebagai Wali kota Bandung yang menjabat sejak 2025 hingga 2030 mendatang. Kerap disapa Kang Erwin, ia dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. Landasan yang ia gunakan ialah prinsip fikih Tasharruf al-Imam 'Ala Al-Ra'iyyah Manuthun bi Al-Maslahah yang berarti bahwa kebijakan pemimpin itu harus senantiasa berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Selain itu, wakil pimpinan kota Bandung ini juga diberitakan mempunyai sejumlah pengalaman organisasi yang membentuk kepribadiannya sebagai seorang pemimpin. Di antara organisasi tersebut, Erwin sempat menjadi Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa barat, hingga Sekretaris Umum Garda Bangsa Dan. Di kehidupan pribadinya, Erwin menikah dengan Fitriana Dewi atau akrab dipanggil Teh Mpit dan mempunyai lima orang anak yang menempuh pendidikannya di pesantren ternama. Dari hal tersebut, Erwin berkomitmen kuat terhadap dunia pendidikan agama dan karakter. Dirinya juga percaya bahwa kepemimpinan yang baik tercipta dari nilai-nilai keluarga yang baik pula. Dilansir dari situs Pemda Wilayah jawa barat, Erwin sempat mengungkapkan bahwa dirinya ingin membangun Bandung dengan lebih baik lagi, melalui perannya sebagai seorang pemimpin yang bisa hadir, mendengar, serta bekerja bersama rakyatnya. Baca juga: Wakil Kepala kota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan tindak korupsi Riwayat pendidikan Riwayat sektor pendidikan Erwin dimulai dari pendidikannya di SD Cikadut dan SD Cikutra V. Setelah lulus, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, yakni ke Perguruan tinggi Pasundan (Unpas) dengan jurusan Ekonomi. Setelah lulus, Kang Erwin lanjut menempuh pendidikan magisternya di Universitas Islam Nusantara (Uninus) dan berhasil lulus sebagai Magister Sektor pendidikan Agama Islam (PAI). Kini Erwin dilaporkan tengah menempuh pendidikan doktoral di perguruan tinggi yang sama, yakni Uninus dengan Program Doktoral Ilmu Pendidikan. Di samping sektor pendidikan formalnya, Erwin pun telah menempuh berbagai pendidikan non-formal yang meliputi Kaderisasi Pesantren Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda al-Musri Cianjur dan Madarasah Kader NU di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia pun sempat menempuh pendidikan Kuliah Harokah Fikroh dan Amaliah Aswaja an-Nahdliyah Uninus hingga pendidikan dan pelatihan bagi Kader Mubaligh di Yayasan Assyakur. Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas Jejak karir Sebelum menjadi seorang Wakil Walikota, Kang Erwin merupakan seorang pengusaha, khususnya di sektor UMKM. Ia berhasil menekuni bidang tersebut selama 20 tahun lamanya, yakni sejak 1991 hingga 2011. Dengan keinginan yang besar untuk berkontribusi lebih pada publik, Erwin pun terjun ke dunia ranah politik. Karirnya di dunia ranah politik pun dimulai pada 2019, di mana dirinya berhasil terpilih sebagai Anggota Panitia D DPRD Kota Bandung yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat. Sebagai anggota legislatif, saat itu Erwin dikenal sebagai sosok yang kerap terjun ke lapangan. Ia banyak melakukan dialog bersama para kalangan masyarakat serta memastikan kebijakan-kebijakan yang dibuat telah bermanfaat bagi komunitas. Di samping itu, Erwin juga dilaporkan sempat menjadi anggota Badan Anggaran di DPRD Kota Bandung serta anggota dari Badan Musyawarah. Karirnya pun terus berjalan hingga saat ini dirinya berhasil menjabat sebagai Wakil Pimpinan kota Bandung periode 2025-2030, menemani Muhammad Farhan sebagai Pimpinan kota Bandung. Selain berkarir sebagai pengusaha dan politikus, Erwin juga telah diketahui aktif sebagai penceramah keislaman. Dengan perannya tersebut, dirinya berhasil memperkuat integritasnya dalam upaya pembangunan masyarakat yang harmonis dan religious. Itulah profil Erwin, sosok Wakil Pimpinan kota Bandung yang memegang teguh prinsip ilmu fikih dalam mengemban jabatannya. Kendati demikian, kini Erwin sedang dalam pemeriksaan yang dilakukan Kejari Kota Bandung pada Kamis (20/10) terkait perkara dugaan tindak korupsi. Aparatur penyidik dilaporkan telah menyita sejumlah dokumen dan alat elektronik berupa handphone dan laptop yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan tindak korupsi tersebut. Kasus ini pun naik ke penyidikan setelah adanya Surat Perintah Penyidikan dengan Nomor Print 4215/M.2.10/FB.2/10/2021 pada Senin (27/10). Hal ini sempat disampaikan oleh Irfan Wibowo selaku Kepala Kejari Kota Bandung. Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Korps adhyaksa Negeri (Kejari) Kota Bandung memeriksa sejumlah orang yang memberikan kesaksian, termasuk Wakil Walikota Bandung, Erwin terkait insiden dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan dalam penyalahgunaan kewenangan di Pemerintahan Kota Bandung tahun 2021.

Pemeriksaan itu dilakukan pada Kamis (30/10) dan berjalan selama kurang lebih 7 jam lamanya mulai dari pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB.

Lantas, bagaimana sosok Wakil Walikota Bandung atau Kang Erwin yang diperiksa sebagai saksi mata dalam dugaan insiden penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan tersebut? Berikut profil hingga jejak karirnya di dunia pemerintahan.

Baca juga: Kejari periksa Wakil Kepala kota Bandung selama tujuh jam soal penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan

Baca juga: Kejari periksa Wakil Kepala kota Bandung selama tujuh jam soal korupsi

Profil dan latar belakang Erwin

Sebelumnya, sosok yang lahir pada 18 Mei 1972 di Bandung ini merupakan Wakil Pimpinan kota Bandung, mendampingi Muhammad Farhan sebagai Wali kota Bandung yang menjabat sejak 2027 hingga 2030 mendatang.

Kerap disapa Kang Erwin, ia dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. Landasan yang ia gunakan ialah prinsip fikih Tasharruf al-Imam 'Ala Al-Ra'iyyah Manuthun bi Al-Maslahah yang berarti bahwa kebijakan pemimpin itu harus senantiasa berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

Selain itu, wakil kepala kota Bandung ini juga telah diketahui mempunyai sejumlah pengalaman organisasi yang membentuk kepribadiannya sebagai seorang pemimpin.

Di antara organisasi tersebut, Erwin sempat menjadi Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Dimana, hingga Sekretaris Umum Garda Bangsa Dimana.

Di kehidupan pribadinya, Erwin menikah dengan Fitriana Dewi atau akrab dipanggil Teh Mpit dan mempunyai lima orang anak yang menempuh pendidikannya di pesantren ternama.

Dari hal tersebut, Erwin berkomitmen kuat terhadap pendidikan agama dan karakter. Dirinya juga percaya bahwa kepemimpinan yang baik tercipta dari nilai-nilai keluarga yang baik pula.

Dilansir dari situs Pemerintah di tingkat daerah Dimana, Erwin sempat menuturkan bahwa dirinya ingin membangun Bandung dengan lebih baik lagi, melalui perannya sebagai seorang pemimpin yang bisa hadir, mendengar, serta bekerja bersama rakyatnya.

Baca juga: Wakil Walikota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan korupsi

Baca juga: Wakil Walikota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan tindak korupsi

Riwayat dunia pendidikan Erwin dimulai dari pendidikannya di SD Cikadut dan SD Cikutra V. Setelah lulus, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, yakni ke Kampus Pasundan (Unpas) dengan jurusan Perekonomian.

Setelah lulus, Kang Erwin lanjut menempuh sektor pendidikan magisternya di Universitas Islam Nusantara (Uninus) dan berhasil lulus sebagai Magister Dunia pendidikan Agama Islam (PAI).

Kini Erwin diberitakan tengah menempuh dunia pendidikan doktoral di universitas yang sama, yakni Uninus dengan Program Doktoral Ilmu Dunia pendidikan.

Di samping dunia pendidikan formalnya, Erwin pun telah menempuh berbagai sektor pendidikan non-formal yang meliputi Kaderisasi Pesantren Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda al-Musri Cianjur dan Madarasah Kader NU di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ia pun sempat menempuh sektor pendidikan Kuliah Harokah Fikroh dan Amaliah Aswaja an-Nahdliyah Uninus hingga pendidikan dan pelatihan bagi Kader Mubaligh di Yayasan Assyakur.

Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas

Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas

Sebelum menjadi seorang Wakil Walikota, Kang Erwin merupakan seorang pengusaha, khususnya di sektor UMKM. Ia berhasil menekuni bidang tersebut selama 20 tahun lamanya, yakni sejak 1991 hingga 2011.

Dengan keinginan yang besar untuk berkontribusi lebih pada masyarakat, Erwin pun terjun ke dunia dunia politik.

Karirnya di dunia dunia politik pun dimulai pada 2019, di mana dirinya berhasil terpilih sebagai Anggota Bidang D DPRD Kota Bandung yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat.

Sebagai anggota legislatif, saat itu Erwin dikenal sebagai sosok yang kerap terjun ke lapangan. Ia banyak melakukan dialog bersama para komunitas serta memastikan kebijakan-kebijakan yang dibuat telah bermanfaat bagi publik.

Di samping itu, Erwin juga diberitakan sempat menjadi anggota Badan Anggaran di DPRD Kota Bandung serta anggota dari Badan Musyawarah.

Karirnya pun terus berjalan hingga saat ini dirinya berhasil menjabat sebagai Wakil Wali kota Bandung periode 2024-2030, menemani Muhammad Farhan sebagai Wali kota Bandung.

Selain berkarir sebagai pengusaha dan politikus, Erwin juga diberitakan aktif sebagai penceramah keislaman. Dengan perannya tersebut, dirinya berhasil memperkuat integritasnya dalam upaya pembangunan penduduk setempat yang harmonis dan religious.

Itulah profil Erwin, sosok Wakil Pimpinan kota Bandung yang memegang teguh prinsip ilmu fikih dalam mengemban jabatannya.

Kendati demikian, kini Erwin sedang dalam pemeriksaan yang dilakukan Kejari Kota Bandung pada Kamis (20/10) terkait perkara dugaan korupsi.

Petugas penyidik diberitakan telah menyita sejumlah dokumen dan alat elektronik berupa handphone dan laptop yang diduga berkaitan dengan insiden dugaan tindak korupsi tersebut.

Kasus ini pun naik ke penyidikan setelah adanya Surat Perintah Penyidikan dengan Nomor Print 4215/M.2.10/FB.2/10/2024 pada Senin (27/10). Hal ini sempat disampaikan oleh Irfan Wibowo selaku Kepala Kejari Kota Bandung.

Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil

Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil

Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD

Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD

Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. gn168 apk slot menjadi perhatian besar masyarakat. Topik gn168 apk slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan gn168 apk slot semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.