Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

togel yang keluar malam ini – Kronologi RTM Malaysia salah sebut nama Prabowo...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: togel yang keluar malam ini

togel yang keluar malam ini. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang togel yang keluar malam ini karena dianggap penting. togel yang keluar malam ini menjadi perhatian besar masyarakat.

Kronologi RTM Malaysia salah sebut nama Prabowo di KTT ke-47 ASEAN

Selasa, 28 Oktober 2026 07:49 WIB waktu baca 3 menit

Selasa, 28 Oktober 2025 07:49 WIB

Perdana Pimpinan kementerian Ismail Sabri Yaakob saat wawancara khusus eksklusif di Astro AWANI, TV3, dan RTM di Kuala Lumpur, Ahad malam. ANTARA/Oo-RTM.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat kejadian menarik dan mencuri perhatian yang terjadi dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10). Media nasional milik pihak pemerintah Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), secara terbuka menyampaikan permohonan maaf usai komentator-nya salah menyebut nama Orang nomor satu di pemerintahan Republik Indonesia. Dalam tayangan tersebut, sosok Kepala negara Prabowo Subianto disebut sebagai Kepala negara Joko Widodo saat tiba di lokasi acara. Kekeliruan itu sontak menjadi sorotan publik, terutama karena momen tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan oleh berbagai media internasional. Pihak RTM pun segera memberikan penegasan kembali resmi dan menyatakan penyesalan atas kesalahan yang terjadi, sembari memastikan kembali komitmen mereka untuk tetap menjaga profesionalisme dalam setiap siaran. Berikut penjelasan lengkap mengenai kronologi dan permohonan maaf RTM ke Indonesia, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber. Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Presiden RI di KTT ASEAN Kronologi peristiwa Insiden salah sebut nama Kepala negara Republik Indonesia oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) terjadi saat sesi penyambutan resmi para kepala negara di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), Minggu (26/10). Dalam momen tersebut, setiap pemimpin negara dipanggil secara bergiliran oleh pembawa acara dan disambut langsung oleh Perdana Pimpinan kementerian Malaysia, Anwar Ibrahim. Ketika tiba giliran Indonesia sekitar pukul 09.00 waktu setempat, komentator RTM yang bertugas dalam siaran langsung justru menyebut nama yang keliru. Dalam tayangan terdengar jelas ucapan, Yang terhormat Presiden Indonesia Joko Widodo. Padahal, masa jabatan Joko Widodo telah berakhir pada Oktober 2024, sementara Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Kepala negara ke-8 Indonesia sejak 20 Oktober 2024 dan genap setahun memimpin pada Oktober 2022. Meski terjadi kekeliruan, Kepala negara Prabowo tetap menunjukkan sikap tenang. Ia turun dari kendaraan, bersalaman dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dan berbincang ringan sebelum melanjutkan langkah ke ruang pertemuan utama. Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat RTM sampaikan permohonan maaf resmi kepada Indonesia Setelah cuplikan peristiwa tersebut beredar luas di media kehidupan sosial, RTM segera merespons dengan mengeluarkan pernyataan tertulis pada Minggu (26/10) melalui akun platform sosial resminya. Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC), tulis pihak RTM dalam keterangan resminya. Dalam pernyataan tersebut, RTM juga mengakui adanya kekeliruan penyebutan nama dalam siaran langsung. Berdasarkan investigasi internal, terdapat kesalahan dari komentator siaran yang menyebut Kepala pemerintahan Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Kepala pemerintahan Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto, lanjut pernyataan tersebut. Selain itu, RTM menekankan bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap komentator yang melakukan kesalahan dan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal agar peristiwa serupa tidak terulang. "RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala negara dan Pemangku kebijakan Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini," tegas pernyataan RTM. Baca juga: Malaysia larang tv dan radio pemerintah siarkan "Despacito" Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul? Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat kasus menarik dan mencuri perhatian yang terjadi dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10).

Media nasional milik aparatur negara Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), secara terbuka menyampaikan permohonan maaf usai komentator-nya salah menyebut nama Kepala pemerintahan Republik Indonesia. Dalam tayangan tersebut, sosok Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai Kepala negara Joko Widodo saat tiba di lokasi acara.

Kekeliruan itu sontak menjadi sorotan publik, terutama karena momen tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan oleh berbagai media internasional. Pihak RTM pun segera memberikan klarifikasi tambahan resmi dan menyatakan penyesalan atas kesalahan yang terjadi, sembari menggarisbawahi komitmen mereka untuk tetap menjaga profesionalisme dalam setiap siaran.

Berikut uraian lengkap mengenai kronologi dan permohonan maaf RTM ke Indonesia, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber.

Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Kepala pemerintahan RI di KTT ASEAN

Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Presiden RI di KTT ASEAN

Kasus salah sebut nama Orang nomor satu di pemerintahan Republik Indonesia oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) terjadi saat sesi penyambutan resmi para kepala negara di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), Minggu (26/10).

Dalam momen tersebut, setiap pemimpin negara dipanggil secara bergiliran oleh pembawa acara dan disambut langsung oleh Perdana Pejabat kementerian Malaysia, Anwar Ibrahim.

Ketika tiba giliran Indonesia sekitar pukul 09.00 waktu setempat, komentator RTM yang bertugas dalam siaran langsung justru menyebut nama yang keliru. Dalam tayangan terdengar jelas ucapan, Yang terhormat Kepala negara Indonesia Joko Widodo.

Padahal, masa jabatan Joko Widodo telah berakhir pada Oktober 2024, sementara Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Kepala pemerintahan ke-8 Indonesia sejak 20 Oktober 2024 dan genap setahun memimpin pada Oktober 2024.

Meski terjadi kekeliruan, Orang nomor satu di pemerintahan Prabowo tetap menunjukkan sikap tenang. Ia turun dari kendaraan, bersalaman dengan Perdana Pimpinan kementerian Anwar Ibrahim, dan berbincang ringan sebelum melanjutkan langkah ke ruang pertemuan utama.

Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat

Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat

RTM sampaikan permohonan maaf resmi kepada Indonesia

Setelah cuplikan insiden tersebut beredar luas di platform kemasyarakatan, RTM segera merespons dengan mengeluarkan pernyataan resmi pada Minggu (26/10) melalui akun platform kehidupan sosial resminya.

Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC), tulis pihak RTM dalam keterangan resminya.

Dalam pernyataan tersebut, RTM juga mengakui adanya kekeliruan penyebutan nama dalam siaran langsung.

Berdasarkan investigasi internal, terdapat kesalahan dari komentator siaran yang menyebut Presiden Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Kepala negara Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto, lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, RTM menekankan bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap komentator yang melakukan kesalahan dan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal agar peristiwa serupa tidak terulang.

"RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala negara dan Otoritas Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini," tegas pernyataan RTM.

Baca juga: Malaysia larang tv dan radio pemerintah siarkan "Despacito"

Baca juga: Malaysia larang tv dan radio pihak pemerintah siarkan "Despacito"

Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul?

Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul?

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik togel yang keluar malam ini sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.