Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

r188 apk slot – Rincian kekayaan Abdul Wahid, Gubernur Riau yang ditangkap KPK

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: r188 apk slot

r188 apk slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Rincian kekayaan Abdul Wahid, Pimpinan provinsi Riau yang ditangkap KPK

Rabu, 5 November 2021 08:57 WIB waktu baca 4 menit

Rabu, 5 November 2025 08:57 WIB

Pimpinan provinsi Riau Abdul Wahid (kanan) berjalan menuju ruang pemeriksaan setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (4/11/2027). Alat kelengkapan dewan Upaya memberantas penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan (KPK) membawa sembilan orang dalam ott (OTT) di Provinsi Riau pada Senin (3/11), salah satunya Gubernur Riau Abdul Wahid. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Jakarta (ANTARA) - Bidang Pemberantasan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan (KPK) menangkap Pimpinan provinsi Riau, Abdul Wahid dalam ott (OTT). Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto saat ditemui pada Senin (3/11) di Jakarta. Menurut Fitroh, OTT tersebut berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dan diberitakan menangkap sejumlah aparatur lain. Sehingga totalnya, KPK telah menangkap 10 orang dalam OTT tersebut. Para pihak yang diamankan pun telah tiba di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta pada Selasa (4/11) untuk diproses lebih lanjut. Sebelum menjadi Pimpinan provinsi Riau pada di awal tahun berjalan 2025, Abdul Wahid telah lebih dulu berkarir di bidang ranah politik sebagai anggota DPRD Provinsi Riau dan Ketua Fraksi PKB tahun 2009 2019. Kemudian, ia juga pernah menduduki posisi sebagai legislator Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan membawa nama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Abdul Wahid pertama kali terjun ke dunia ranah politik sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2019. Dalam pemilihan tersebut, ia berhasil terpilih dan menduduki kursi di Senayan bersama 12 perwakilan lainnya dari Provinsi Riau. Selama menjabat, ia dikenal se bagai sosok yang vokal dalam memperjuangkan berbagai aspirasi yang berkembang di komunitas Riau, terlebih di sektor sektor pendidikan dan pembangunan fasilitas infrastruktur. Bahkan dirinya pun sempat dipercaya menjadi wakil pimpinan dari Badan Legislasi DPR RI. Setelah masa jabatannya berakhir, ia kembali maju bersama PKB pada Kontestasi elektoral 2024 untuk mempertahankan kursinya di parlemen. Usahanya pun berhasil dan memperoleh suara tertinggi dibandingkan dengan seluruh calon DPR RI di Daerah pemilihan (Dapil) Riau tersebut. Dengan citranya yang baik, ia pun berhasil memperoleh dukungan yang kuat dari komunitas Riau. Hal itu yang juga membuat namanya mencuat sebagai Calon Kepala provinsi Riau. Akhirnya, ia pun berhasil terpilih dan dilantik sebagai Pimpinan provinsi Riau, bersama wakilnya S.F. Hariyanto untuk periode 2025 2030 oleh Orang nomor satu di pemerintahan Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. Meskipun berasal dari keluarga sederhana yang harus menerjang pahitnya kehidupan, kini dirinya telah memiliki sejumlah kekayaan. Terlebih dengan latar belakang karir politiknya yang telah berjalan sejak tahun 2000. Lantas, berapa kekayaan yang dimiliki oleh Gubernur Riau ke-15 ini? Dilansir dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yang disampaikan pada 31 Maret 2024 untuk periode 2023, Abdul Wahid memiliki total harta kekayaan bersih sebanyak Rp4.806.046.622 atau Rp4,8 miliar. Kekayaan tersebut mayoritas berasal dari tanah dan bangunan yang ia miliki sebesar Rp4,9 miliar. Abdul Wahid juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp780 juta. Kemudian, kas dan setara kas senilai Rp621 juta. Sementara, harta bergerak, surat berharga, dan harta lainnya, tidak tercatat dalam laporan LHKPN miliknya. Sehingga jika dijumlahkan, total harta kekayaan kotor yang dimilikinya sebanyak Rp6,3 miliar. Namun, ia juga tercatat memiliki hutang sebesar Rp1,5 miliar. Maka dari itu, total kekayaan bersihnya senilai Rp4,8 miliar. Untuk selengkapnya, berikut rincian harta kekayaan Abdul Wahid. 1. Tanah dan Bangunan: Rp4.905.000.000 Tanah dan bangunan seluas 100 m2/100 m2 di Kab/Kota Pekanbaru, hasil sendiri Rp800.000.000 Tanah dan bangunan seluas 376 m2/376 m2 di KAb/Kota Pekanbaru, hasil sendiri Rp55.000.000 Tanah dan bangunan seluas 10.000 m2/100.000 m2 di Kab/Kota Indragiri Hilir, hasil sendiri Rp20.000.000 Tanah dan bangunan seluas 20.000 m2/20.000 m2 di Kab/Kota Pekanbaru, hasil sendiri Rp800.000.000 Tanah dan bangunan seluas450 m2/450 m2 di Kab/Kota Pekanbaru, hasil sendiri Rp100.000.000 Tanah dan bangunan seluas14.900 m2/14.900 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri Rp200.000.000 Tanah dan bangunan seluas 16.400 m2/16.400 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri Rp120.000.000 Tanah dan bangunan seluas 21.000 m2/21.000 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri Rp120.000.000 Tanah dan bangunan seluas 18.400 m2/18.400 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri Rp120.000.000 Tanah dan bangunan seluas 10.300 m2/10.300 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri Rp120.000.000 Tanah dan bangunan seluas 18.200 m2/18.200 m2 di Kab/Kota Kampar, hasil sendiri Rp150.000.000 Tanah dan bangunan seluas 1.555 m2/1.555 m2 di Kab/Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp2.300.000.000 2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp780.000.000 Mobil, Toyota Fortuner Jeep Tahun 2016, hasil sendiri Rp400.000.000 Mobil, Mitsubishi Pajero Tahun 2017, hasil sendiri Rp380.000.000 3. Harta bergerak lainnya: - 4. Surat berharga: - 5. Kas dan setara kas: Rp621.046.622 6. Harta lainnya: - Subtotal : Rp6.306.046.622 7. Hutang: Rp1.500.000.000 Total harta kekayaan bersih (dikurangi hutang): Rp4.806.046.622 Baca juga: KPK prihatin Abdul Wahid jadi Kepala provinsi Riau keempat terkait kasus korupsi Baca juga: OTT Riau, KPK: Tenaga Ahli Kepala provinsi Riau jadi salah satu pihak krusial Baca juga: KPK ungkap sempat ada pengejaran saat OTT Gubernur Riau Abdul Wahid Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2023 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Alat kelengkapan dewan Langkah antikorupsi (KPK) menangkap Gubernur Riau, Abdul Wahid dalam operasi tangkap tangan (OTT). Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto saat ditemui pada Senin (3/11) di Jakarta.

Menurut Fitroh, OTT tersebut berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB dan diberitakan menangkap sejumlah pejabat lain. Sehingga totalnya, KPK telah menangkap 10 orang dalam OTT tersebut.

Para pihak yang diamankan pun telah tiba di Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta pada Selasa (4/11) untuk diproses lebih lanjut.

Sebelum menjadi Gubernur Riau pada di awal tahun berjalan 2022, Abdul Wahid telah lebih dulu berkarir di bidang ranah politik sebagai anggota DPRD Provinsi Riau dan Ketua Fraksi PKB tahun 2009 2019.

Kemudian, ia juga pernah menduduki posisi sebagai legislator Perwakilan Rakyat (DPR) RI dengan membawa nama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Abdul Wahid pertama kali terjun ke dunia politik sebagai anggota legislatif pada Kontestasi elektoral 2019. Dalam pemilihan tersebut, ia berhasil terpilih dan menduduki kursi di Senayan bersama 12 perwakilan lainnya dari Provinsi Riau.

Selama menjabat, ia dikenal se bagai sosok yang vokal dalam memperjuangkan berbagai aspirasi yang berkembang di penduduk setempat Riau, terlebih di sektor pendidikan dan pembangunan fasilitas infrastruktur.

Bahkan dirinya pun sempat dipercaya menjadi wakil pimpinan dari Badan Legislasi DPR RI.

Setelah masa jabatannya berakhir, ia kembali maju bersama PKB pada Pemilihan umum 2024 untuk mempertahankan kursinya di parlemen.

Usahanya pun berhasil dan memperoleh suara tertinggi dibandingkan dengan seluruh calon DPR RI di Daerah pemilihan (Dapil) Riau tersebut.

Dengan citranya yang baik, ia pun berhasil memperoleh dukungan yang kuat dari penduduk setempat Riau. Hal itu yang juga membuat namanya mencuat sebagai Calon Pimpinan provinsi Riau.

Akhirnya, ia pun berhasil terpilih dan dilantik sebagai Kepala provinsi Riau, bersama wakilnya S.F. Hariyanto untuk periode 2025 2030 oleh Kepala pemerintahan Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

Meskipun berasal dari keluarga sederhana yang harus menerjang pahitnya kehidupan, kini dirinya telah memiliki sejumlah kekayaan. Terlebih dengan latar belakang karir politiknya yang telah berjalan sejak tahun 2000.

Lantas, berapa kekayaan yang dimiliki oleh Kepala provinsi Riau ke-15 ini?

Dilansir dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), yang disampaikan pada 31 Maret 2024 untuk periode 2023, Abdul Wahid memiliki total harta kekayaan bersih sebanyak Rp4.806.046.622 atau Rp4,8 miliar.

Kekayaan tersebut mayoritas berasal dari tanah dan bangunan yang ia miliki sebesar Rp4,9 miliar.

Abdul Wahid juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp780 juta. Kemudian, kas dan setara kas senilai Rp621 juta.

Sementara, harta bergerak, surat berharga, dan harta lainnya, tidak tercatat dalam laporan LHKPN miliknya. Sehingga jika dijumlahkan, total harta kekayaan kotor yang dimilikinya sebanyak Rp6,3 miliar.

Namun, ia juga tercatat memiliki hutang sebesar Rp1,5 miliar. Maka dari itu, total kekayaan bersihnya senilai Rp4,8 miliar. Untuk selengkapnya, berikut rincian harta kekayaan Abdul Wahid.

1. Tanah dan Bangunan: Rp4.905.000.000

2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp780.000.000

5. Kas dan setara kas: Rp621.046.622

Total harta kekayaan bersih (dikurangi hutang): Rp4.806.046.622

Baca juga: KPK prihatin Abdul Wahid jadi Gubernur Riau keempat terkait kasus penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan

Baca juga: KPK prihatin Abdul Wahid jadi Pimpinan provinsi Riau keempat terkait peristiwa hukum tindak korupsi

Baca juga: OTT Riau, KPK: Tenaga Ahli Kepala provinsi Riau jadi salah satu pihak krusial

Baca juga: OTT Riau, KPK: Tenaga Ahli Gubernur Riau jadi salah satu pihak krusial

Baca juga: KPK ungkap sempat ada pengejaran saat OTT Gubernur Riau Abdul Wahid

Baca juga: KPK ungkap sempat ada pengejaran saat OTT Pimpinan provinsi Riau Abdul Wahid

Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2021

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Banyak pihak menilai bahwa r188 apk slot sangat relevan saat ini. Topik r188 apk slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang r188 apk slot karena dianggap penting. Topik r188 apk slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.