Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

ketua slot apk – Mengenal redenominasi idr dan manfaatnya

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: ketua slot apk

ketua slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

Mengenal redenominasi mata uang rupiah dan manfaatnya

Sabtu, 8 November 2025 23:55 WIB waktu baca 3 menit

Sabtu, 8 November 2025 23:55 WIB

Ilustrasi - Petugas menghitung mata uang Idr dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA) - Isu redenominasi rupiah kembali mencuat setelah Anggota pemerintahan pusat Keuangan Purbaya menyatakan niat pihak pemerintah untuk menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Harga Idr (Redenominasi) dan diproyeksikan rampung pada 2027. Langkah tersebut tertuang dalam Peraturan Pejabat kementerian Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2023 tentang Rencana Strategis Instansi kementerian Keuangan Tahun 2024 2029. Dalam dokumen itu, Lembaga kementerian Keuangan menargetkan penyusunan empat rancangan undang-undang prioritas, yakni RUU tentang Perlelangan, RUU tentang Pengelolaan Kekayaan Negara, RUU tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi), dan RUU tentang Penilai. Sebelumnya, rencana ini juga sudah pernah muncul pada masa kepemimpinan Pejabat kementerian Keuangan Sri Mulyani Indrawati, namun belum terealisasi. Apa itu redenominasi idr? Redenominasi adalah proses pengurangan jumlah digit (angka nol) pada pecahan mata uang sebuah negara, namun tidak mengubah daya beli atau kurs mata uang itu sendiri. Sebagai contoh, satuan yang selama ini tercatat Rp1.000 bisa diubah menjadi Rp1 setelah penghilangan tiga angka nol, namun tetap bisa membeli barang yang nilainya sama seperti sebelumnya. Praktik penyederhanaan nominal ini sebenarnya sudah secara tidak langsung diterapkan dalam kehidupan publik, terutama di pusat perbelanjaan modern, restoran, atau bioskop. Masyarakat kerap menjumpai label harga dengan satuan K , seperti 30K yang berarti Rp30.000. Fenomena ini menunjukkan bahwa publik sudah terbiasa dengan konsep nominal sederhana, meski belum resmi diterapkan secara nasional. Selain itu, dalam penelitian Permana (Jurnal Perekonomian dan Kebijakan Publik, 2015) disebutkan bahwa pecahan uang Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Mata uang rupiah tercatat sebagai pecahan mata uang terbesar ketiga setelah Zimbabwe dan Vietnam. Untuk kawasan Asia Tenggara, pecahan Rp100.000 menjadi yang terbesar kedua setelah Dong Vietnam yang memiliki denominasi 500.000. Tujuan redenominasi mata uang rupiah Ada beberapa tujuan mendasar di balik pertimbangan untuk redenominasi mata uang rupiah, antara lain: 1. Meningkatkan efisiensi transaksi dan sistem keuangan Dengan nominal lebih kecil, proses transaksi, pembukuan, hingga sistem pembayaran digital dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Penghitungan kas, laporan keuangan, serta sistem akuntansi juga akan lebih sederhana dan minim risiko kesalahan. 2. Meningkatkan citra dan kredibilitas mata uang Nominal rupiah yang besar sering dianggap memberi kesan nilai mata uang yang lemah. Dengan menerapkan redenominasi, dapat memperkuat persepsi bahwa kondisi ekonomi Indonesia semakin matang, stabil, dan sejajar dengan negara-negara lain yang memiliki sistem moneter efisien. 3. Mendukung percepatan digitalisasi keuangan Dalam era digitalisasi, sistem pembayaran berbasis teknologi menuntut kesederhanaan angka. Redenominasi dapat memperlancar integrasi sistem keuangan digital serta mempermudah komunitas dan orang yang diduga melakukan bisnis dalam beradaptasi dengan sektor teknologi keuangan modern. Manfaat yang diharapkan dari redenominasi rupiah Jika diterapkan secara matang dan bertahap, redenominasi idr juga dapat berdampak positif bagi perekonomian nasional, diantaranya: 1. Transaksi lebih sederhana dan efisien Nominal yang lebih kecil akan mempermudah komunitas dalam menghitung, menulis, atau mencatat transaksi. Hal ini juga dapat mengurangi beban administratif bagi orang yang diduga melakukan usaha dan institusi keuangan. 2. Mengurangi risiko kesalahan pencatatan Banyaknya angka nol dalam nominal sering menimbulkan kekeliruan, baik dalam transaksi manual maupun sistem digital. Dengan penyederhanaan nominal, potensi kesalahan input dapat ditekan secara signifikan. 3. Meningkatkan kredibilitas idr di mata internasional Idr dengan nominal yang lebih rasional dapat meningkatkan persepsi positif di tingkat global, terutama bagi investor asing. Kepercayaan terhadap stabilitas mata uang mata uang rupiah juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam nilai jual dan aktivitas investasi lintas negara. 4. Mendorong efisiensi sistem pembayaran digital Dalam konteks transformasi sektor perekonomian digital, angka nominal yang lebih sederhana dapat mempercepat pemrosesan data, menurunkan biaya sistem keuangan, dan memperkuat integrasi sistem pembayaran nasional. Baca juga: Pemerintah siapkan RUU Redenominasi Idr, diproyeksikan rampung 2027 Baca juga: Idr ditutup menguat ke Rp16.701 saat sentimen RUU Redenominasi Baca juga: Advokat uji UU Mata Uang ke MK, minta Rp1000 disederhanakan jadi Rp1 Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Isu redenominasi rupiah kembali mencuat setelah Anggota pemerintahan pusat Keuangan Purbaya menyatakan niat pihak pemerintah untuk menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Harga Idr (Redenominasi) dan diproyeksikan rampung pada 2027.

Langkah tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Instansi kementerian Keuangan Tahun 2025 2029.

Dalam dokumen itu, Lembaga kementerian Keuangan menargetkan penyusunan empat rancangan undang-undang prioritas, yakni RUU tentang Perlelangan, RUU tentang Pengelolaan Kekayaan Negara, RUU tentang Perubahan Harga Mata uang rupiah (Redenominasi), dan RUU tentang Penilai.

Sebelumnya, rencana ini juga sudah pernah muncul pada masa kepemimpinan Anggota kabinet Keuangan Sri Mulyani Indrawati, namun belum terealisasi.

Redenominasi adalah proses pengurangan jumlah digit (angka nol) pada pecahan mata uang sebuah negara, namun tidak mengubah daya beli atau exchange rate mata uang itu sendiri.

Sebagai contoh, satuan yang selama ini tercatat Rp1.000 bisa diubah menjadi Rp1 setelah penghilangan tiga angka nol, namun tetap bisa membeli barang yang nilainya sama seperti sebelumnya.

Praktik penyederhanaan nominal ini sebenarnya sudah secara tidak langsung diterapkan dalam kehidupan kalangan masyarakat, terutama di pusat perbelanjaan modern, restoran, atau bioskop.

Warga setempat kerap menjumpai label harga dengan satuan K , seperti 30K yang berarti Rp30.000. Fenomena ini menunjukkan bahwa publik sudah terbiasa dengan konsep nominal sederhana, meski belum resmi diterapkan secara nasional.

Selain itu, dalam penelitian Permana (Jurnal Kondisi ekonomi dan Kebijakan Publik, 2015) disebutkan bahwa pecahan uang Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di dunia.

Idr tercatat sebagai pecahan mata uang terbesar ketiga setelah Zimbabwe dan Vietnam. Untuk kawasan Asia Tenggara, pecahan Rp100.000 menjadi yang terbesar kedua setelah Dong Vietnam yang memiliki denominasi 500.000.

Ada beberapa tujuan mendasar di balik pertimbangan untuk redenominasi rupiah, antara lain:

1. Meningkatkan efisiensi transaksi dan sistem keuangan

Dengan nominal lebih kecil, proses transaksi, pembukuan, hingga sistem pembayaran digital dapat berjalan lebih cepat dan efisien. Penghitungan kas, laporan keuangan, serta sistem akuntansi juga akan lebih sederhana dan minim risiko kesalahan.

2. Meningkatkan citra dan kredibilitas mata uang

Nominal rupiah yang besar sering dianggap memberi kesan nilai mata uang yang lemah. Dengan menerapkan redenominasi, dapat memperkuat persepsi bahwa situasi ekonomi Indonesia semakin matang, stabil, dan sejajar dengan negara-negara lain yang memiliki sistem moneter efisien.

3. Mendukung transformasi digital keuangan

Dalam era digitalisasi, sistem pembayaran berbasis sektor teknologi menuntut kesederhanaan angka. Redenominasi dapat memperlancar integrasi sistem keuangan digital serta mempermudah residen setempat dan pebisnis dalam beradaptasi dengan sektor teknologi keuangan modern.

Manfaat yang diharapkan dari redenominasi rupiah

Jika diterapkan secara matang dan bertahap, redenominasi idr juga dapat berdampak positif bagi perekonomian nasional, diantaranya:

1. Transaksi lebih sederhana dan efisien

Nominal yang lebih kecil akan mempermudah publik dalam menghitung, menulis, atau mencatat transaksi. Hal ini juga dapat mengurangi beban administratif bagi orang tidak bertanggung jawab pelaku usaha dan institusi keuangan.

2. Mengurangi risiko kesalahan pencatatan

Banyaknya angka nol dalam nominal sering menimbulkan kekeliruan, baik dalam transaksi manual maupun sistem digital. Dengan penyederhanaan nominal, potensi kesalahan input dapat ditekan secara signifikan.

3. Meningkatkan kredibilitas mata uang rupiah di mata internasional

Rupiah dengan nominal yang lebih rasional dapat meningkatkan persepsi positif di tingkat global, terutama bagi pemodal asing. Kepercayaan terhadap stabilitas mata uang idr juga dapat memperkuat posisi Indonesia dalam nilai jual dan aktivitas investasi lintas negara.

4. Mendorong efisiensi sistem pembayaran digital

Dalam konteks transformasi ekonomi digital, angka nominal yang lebih sederhana dapat mempercepat pemrosesan data, menurunkan biaya sistem keuangan, dan memperkuat integrasi sistem pembayaran nasional.

Baca juga: Pihak pemerintah siapkan RUU Redenominasi Mata uang rupiah, diproyeksikan rampung 2027

Baca juga: Aparatur negara siapkan RUU Redenominasi Rupiah, diharapkan rampung 2027

Baca juga: Mata uang rupiah ditutup menguat ke Rp16.701 ketika sentimen RUU Redenominasi

Baca juga: Mata uang rupiah ditutup menguat ke Rp16.701 saat sentimen RUU Redenominasi

Baca juga: Advokat uji UU Mata Uang ke MK, minta Rp1000 disederhanakan jadi Rp1

Baca juga: Advokat uji UU Mata Uang ke MK, minta Rp1000 disederhanakan jadi Rp1

Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2024

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Banyak pihak menilai bahwa ketua slot apk sangat relevan saat ini. Pembahasan ketua slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang ketua slot apk karena dianggap penting. Pembahasan ketua slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.