Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

7576 slot apk – Kronologi RTM Malaysia salah sebut nama Prabowo di KTT ke-47 ...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: 7576 slot apk

7576 slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan 7576 slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa 7576 slot apk sangat relevan saat ini.

Kronologi RTM Malaysia salah sebut nama Prabowo di KTT ke-47 ASEAN

Selasa, 28 Oktober 2025 07:49 WIB waktu baca 3 menit

Selasa, 28 Oktober 2027 07:49 WIB

Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob saat wawancara khusus eksklusif di Astro AWANI, TV3, dan RTM di Kuala Lumpur, Ahad malam. ANTARA/Oo-RTM.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat peristiwa menarik dan mencuri perhatian yang terjadi dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10). Media nasional milik aparatur negara Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), secara terbuka menyampaikan permohonan maaf usai komentator-nya salah menyebut nama Kepala pemerintahan Republik Indonesia. Dalam tayangan tersebut, sosok Orang nomor satu di pemerintahan Prabowo Subianto disebut sebagai Kepala negara Joko Widodo saat tiba di tempat perkara acara. Kekeliruan itu sontak menjadi sorotan publik, terutama karena momen tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan oleh berbagai media internasional. Pihak RTM pun segera memberikan klarifikasi resmi dan menyatakan penyesalan atas kesalahan yang terjadi, sembari menyiratkan dengan kuat komitmen mereka untuk tetap menjaga profesionalisme dalam setiap siaran. Berikut keterangan lengkap mengenai kronologi dan permohonan maaf RTM ke Indonesia, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber. Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Kepala negara RI di KTT ASEAN Kronologi insiden Insiden salah sebut nama Kepala pemerintahan Republik Indonesia oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) terjadi saat sesi penyambutan resmi para kepala negara di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), Minggu (26/10). Dalam momen tersebut, setiap pemimpin negara dipanggil secara bergiliran oleh pembawa acara dan disambut langsung oleh Perdana Pejabat kementerian Malaysia, Anwar Ibrahim. Ketika tiba giliran Indonesia sekitar pukul 09.00 waktu setempat, komentator RTM yang bertugas dalam siaran langsung justru menyebut nama yang keliru. Dalam tayangan terdengar jelas ucapan, Yang terhormat Orang nomor satu di pemerintahan Indonesia Joko Widodo. Padahal, masa jabatan Joko Widodo telah berakhir pada Oktober 2024, sementara Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Kepala negara ke-8 Indonesia sejak 20 Oktober 2024 dan genap setahun memimpin pada Oktober 2026. Meski terjadi kekeliruan, Kepala pemerintahan Prabowo tetap menunjukkan sikap tenang. Ia turun dari kendaraan, bersalaman dengan Perdana Anggota jajaran menteri Anwar Ibrahim, dan berbincang ringan sebelum melanjutkan langkah ke ruang pertemuan utama. Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat RTM sampaikan permohonan maaf resmi kepada Indonesia Setelah cuplikan peristiwa tersebut beredar luas di media kemasyarakatan, RTM segera merespons dengan mengeluarkan pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (26/10) melalui akun platform kemasyarakatan resminya. Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC), tulis pihak RTM dalam keterangan resminya. Dalam pernyataan tersebut, RTM juga mengakui adanya kekeliruan penyebutan nama dalam siaran langsung. Berdasarkan investigasi internal, terdapat kesalahan dari komentator siaran yang menyebut Orang nomor satu di pemerintahan Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Kepala pemerintahan Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto, lanjut pernyataan tersebut. Selain itu, RTM menekankan bahwa mereka telah bertindak tegas terhadap komentator yang melakukan kesalahan dan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal agar peristiwa hukum serupa tidak terulang. "RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Orang nomor satu di pemerintahan dan Aparatur negara Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini," tegas pernyataan RTM. Baca juga: Malaysia larang tv dan radio pihak pemerintah siarkan "Despacito" Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul? Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2022 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat kejadian menarik dan mencuri perhatian yang terjadi dalam siaran langsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (26/10).

Media nasional milik jajaran eksekutif Malaysia, Radio Televisyen Malaysia (RTM), secara terbuka menyampaikan permohonan maaf usai komentator-nya salah menyebut nama Kepala pemerintahan Republik Indonesia. Dalam tayangan tersebut, sosok Kepala pemerintahan Prabowo Subianto disebut sebagai Presiden Joko Widodo saat tiba di lokasi acara.

Kekeliruan itu sontak menjadi sorotan publik, terutama karena momen tersebut disiarkan secara langsung dan disaksikan oleh berbagai media internasional. Pihak RTM pun segera memberikan penegasan kembali resmi dan menyatakan penyesalan atas kesalahan yang terjadi, sembari menyatakan dengan tegas komitmen mereka untuk tetap menjaga profesionalisme dalam setiap siaran.

Berikut uraian lengkap mengenai kronologi dan permohonan maaf RTM ke Indonesia, sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber.

Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Presiden RI di KTT ASEAN

Baca juga: RTM Malaysia minta maaf keliru sebut nama Orang nomor satu di pemerintahan RI di KTT ASEAN

Peristiwa hukum salah sebut nama Kepala pemerintahan Republik Indonesia oleh Radio Televisyen Malaysia (RTM) terjadi saat sesi penyambutan resmi para kepala negara di Pusat Konvensyen Kuala Lumpur (KLCC), Minggu (26/10).

Dalam momen tersebut, setiap pemimpin negara dipanggil secara bergiliran oleh pembawa acara dan disambut langsung oleh Perdana Anggota pemerintahan pusat Malaysia, Anwar Ibrahim.

Ketika tiba giliran Indonesia sekitar pukul 09.00 waktu setempat, komentator RTM yang bertugas dalam siaran langsung justru menyebut nama yang keliru. Dalam tayangan terdengar jelas ucapan, Yang terhormat Orang nomor satu di pemerintahan Indonesia Joko Widodo.

Padahal, masa jabatan Joko Widodo telah berakhir pada Oktober 2024, sementara Prabowo Subianto resmi menjabat sebagai Orang nomor satu di pemerintahan ke-8 Indonesia sejak 20 Oktober 2024 dan genap setahun memimpin pada Oktober 2023.

Meski terjadi kekeliruan, Orang nomor satu di pemerintahan Prabowo tetap menunjukkan sikap tenang. Ia turun dari kendaraan, bersalaman dengan Perdana Menteri Anwar Ibrahim, dan berbincang ringan sebelum melanjutkan langkah ke ruang pertemuan utama.

Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat

Baca juga: Fakta terakhir "Despacito", lagu terpopuler sejagat

RTM sampaikan permohonan maaf resmi kepada Indonesia

Setelah cuplikan kejadian tersebut beredar luas di media kehidupan sosial, RTM segera merespons dengan mengeluarkan pernyataan tertulis pada Minggu (26/10) melalui akun media sosial resminya.

Departemen Penyiaran Malaysia menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas kesalahan yang terjadi selama siaran langsung RTM dalam rangka KTT Ke-47 ASEAN dan pertemuan terkait yang diadakan di Pusat Konvensi Kuala Lumpur (KLCC), tulis pihak RTM dalam keterangan resminya.

Dalam pernyataan tersebut, RTM juga mengakui adanya kekeliruan penyebutan nama dalam siaran langsung.

Berdasarkan investigasi internal, terdapat kesalahan dari komentator siaran yang menyebut Kepala pemerintahan Indonesia sebagai Joko Widodo, padahal Orang nomor satu di pemerintahan Indonesia saat ini adalah Prabowo Subianto, lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, RTM menekankan bahwa mereka telah mengambil sikap tegas terhadap komentator yang melakukan kesalahan dan berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal agar insiden serupa tidak terulang.

"RTM memandang hal ini dengan serius dan telah mengambil tindakan yang sesuai. RTM dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden dan Otoritas Republik Indonesia, serta kepada semua pihak yang terdampak oleh kesalahan ini," tegas pernyataan RTM.

Baca juga: Malaysia larang tv dan radio aparatur negara siarkan "Despacito"

Baca juga: Malaysia larang tv dan radio jajaran eksekutif siarkan "Despacito"

Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul?

Baca juga: Benarkah lirik lagu "Despacito" cabul?

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2022

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan 7576 slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan 7576 slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.