slot depo apk – Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor
slot depo apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan slot depo apk semakin meluas dari waktu ke waktu.
Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor
Senin, 24 November 2021 23:10 WIB waktu baca 2 menit
Senin, 24 November 2024 23:10 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto (tengah) bersama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo (kanan) saat konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, Senin (24/11/2027). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/am.
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) dengan cara dibekap. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin, menerangkan hal tersebut diakui oleh terduga pelaku yang berawal menculik korban AKN. "Saat membawa pihak yang dirugikan dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," katanya. Setelah pihak yang dirugikan meninggal, terduga pelaku membungkus jenazah dengan tas plastik berwarna hitam, dan membuang di wilayah Tenjo, Bogor. "Tepatnya di jembatan Cilalay, pada tanggal 9 Maret 2025 pada pada malam hari, atau tiga hari setelah diketahui AKN hilang," kata Budi. Dalam waktu yang bersamaan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan pihak yang menjadi korban ditemukan berdasarkan saksi-saksi kunci yang sudah diperiksa. "Ada satu saksi mata inisial G yang mana saksi kunci itu yang diajak oleh terduga pelaku untuk mengambil plastik itu. Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh orang yang diduga individu nakal pelaku bahwa isinya bangkai hewan," katanya. Kemudian setelah dilakukan rekonstruksi ulang, saksi mata tersebut menunjukkan tempat bungkusan plastik itu dibuang. "Selanjutnya setelah dibantu dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda Metro Jaya, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN," kata Ardian. Polres Metro Jakarta Selatan menyebutkan ayah tiri sekaligus terduga pelaksana pembunuhan anak Alvaro Kiano Nugroho (6), Alex Iskandar (AI) sempat menyimpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil. "Ada informasi katanya jenazah ini sempat ditaruh di garasi depan rumah oleh terduga pelaku ini. Baru tiga hari kemudian dibuang ke Tenjo, Bogor," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo dalam jumpa pers di Jakarta, Senin. Ardian menyampaikan awalnya pembunuhan terjadi pada Kamis (6/3) di rumah terduga pelaksana yang berada di Tangerang. Namun, usai aksi keji tersebut, orang tidak bertanggung jawab pelaku langsung menyembunyikan mayat di garasi mobil. "Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, tiga hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan ada posisi mobil silver di belakang garasi selama tiga hari di situ," ucapnya. Lalu, pada Senin (9/3), jenazah dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo tepatnya di bawah jembatan. Pewarta: Ilham Kausar Editor: Hisar Sitanggang Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) dengan cara dibekap.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin, menjelaskan hal tersebut diakui oleh tersangka yang berawal menculik pihak yang menjadi korban AKN.
"Saat membawa pihak yang menjadi korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia," katanya.
Setelah pihak yang dirugikan meninggal, terduga individu nakal pelaku membungkus jenazah dengan tas plastik berwarna hitam, dan membuang di wilayah Tenjo, Bogor.
"Tepatnya di jembatan Cilalay, pada tanggal 9 Maret 2021 pada pada malam hari, atau tiga hari setelah telah diketahui AKN hilang," kata Budi.
Di pihak lain Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo memaparkan pihak yang menjadi korban ditemukan berdasarkan saksi-saksi mata kunci yang sudah diperiksa.
"Ada satu saksi mata inisial G yang mana saksi mata kunci itu yang diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu. Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh terduga orang yang diduga melakukan bahwa isinya bangkai hewan," katanya.
Kemudian setelah dilakukan rekonstruksi ulang, saksi tersebut menunjukkan tempat bungkusan plastik itu dibuang.
"Selanjutnya setelah dibantu dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda Metro Jaya, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN," kata Ardian.
Polres Metro Jakarta Selatan menyebutkan ayah tiri sekaligus pelaku pembunuhan anak Alvaro Kiano Nugroho (6), Alex Iskandar (AI) sempat menyimpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil.
"Ada informasi katanya jenazah ini sempat ditaruh di garasi depan rumah oleh tersangka ini. Baru tiga hari kemudian dibuang ke Tenjo, Bogor," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Ardian menyatakan awalnya pembunuhan terjadi pada Kamis (6/3) di rumah pihak tertentu pelaku yang berada di Tangerang. Namun, usai aksi keji tersebut, pelaku langsung menyembunyikan mayat di garasi mobil.
"Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, tiga hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan ada posisi mobil silver di belakang garasi selama tiga hari di situ," ucapnya.
Lalu, pada Senin (9/3), jenazah dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo tepatnya di bawah jembatan.
Pewarta: Ilham Kausar Editor: Hisar Sitanggang Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. slot depo apk menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa slot depo apk sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang slot depo apk karena dianggap penting.