salingsilang – Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, tenaga medis sebut tak ada ta...
salingsilang. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, dokter sebut tak ada tanda kekerasan
Selasa, 25 November 2021 00:19 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2024 00:19 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto bersama Praktisi medis Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Tenaga medis Farah (kanan) saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/pri.
Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya Jakarta (ANTARA) - Pusat Kedokteran dan Aspek kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada pelaku pembunuhan yang juga ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, bernama Alex Iskandar (AI). "Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya," kata Tenaga medis Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Tenaga medis Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin. Farah menguraikan berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah tersebut hanya ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher. "Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan insiden gantung (diri)," katanya. Dalam waktu yang bersamaan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan pihaknya telah mengajukan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi kepada jenazah. "Kami juga mengajukan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," katanya. Institusi polisi membenarkan pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana. "Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh aparatur penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Kalangan masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin. Budi mengatakan awalnya pada Minggu (23/11) pagi pukul 06.00 WIB, tersangka izin untuk ke toilet, sehingga dia dianggap sudah buang air di celana. Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian dia meminta celana panjang untuk diganti. "Jam 09.00 WIB pagi ditemukan oleh rekannya tadi yaitu saksi mata kunci inisial G melihat dari pintu, itu ada bilah kaca saat melihat terduga pelaku dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ucapnya. Korps bhayangkara mengungkap motif pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) karena cemburu dengan istrinya. Dari proses pemeriksaan oleh aparatur penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam yang berawal dari rasa cemburu. Baca juga: Kematian Alvaro, Praktisi medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang Baca juga: Aparat kepolisian ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor Baca juga: Oknum pelaku sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil Pewarta: Ilham Kausar Editor: Agus Salim Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Pusat Kedokteran dan Urusan kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada pelaku pembunuhan yang juga ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, bernama Alex Iskandar (AI).
"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya," kata Dokter Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Dokter Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin.
Farah menjelaskan berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah tersebut hanya ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher.
"Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan peristiwa hukum gantung (diri)," katanya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan pihaknya telah mengajukan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi kepada jenazah.
"Kami juga mengajukan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga," katanya.
Kepolisian membenarkan pihak tertentu pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana.
"Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh aparatur penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Warga setempat (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.
Budi menuturkan awalnya pada Minggu (23/11) pagi pukul 06.00 WIB, terduga pelaku izin untuk ke toilet, sehingga dia dianggap sudah buang air di celana.
Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian dia meminta celana panjang untuk diganti.
"Jam 09.00 WIB pagi ditemukan oleh rekannya tadi yaitu saksi kunci inisial G melihat dari pintu, itu ada bilah kaca di saat melihat orang yang diduga orang yang diduga melakukan dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," ucapnya.
Institusi polisi mengungkap motif pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) karena cemburu dengan istrinya.
Dari proses pemeriksaan oleh penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam yang berawal dari rasa cemburu.
Baca juga: Kematian Alvaro, Tenaga medis sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang
Baca juga: Kematian Alvaro, Dokter sebut tidak ada tanda pemotongan pada tulang
Baca juga: Aparat kepolisian ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor
Baca juga: Petugas kepolisian ungkap kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor
Baca juga: Individu nakal pelaku sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil
Baca juga: Orang yang diduga melakukan sempat simpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil
Pewarta: Ilham Kausar Editor: Agus Salim Copyright © ANTARA 2027
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang salingsilang karena dianggap penting. salingsilang menjadi perhatian besar masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa salingsilang sangat relevan saat ini.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang salingsilang karena dianggap penting.