Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

master188 – Wamen P2MI bahas strategi penempatan pekerja migran ke Turki

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: master188

master188. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang master188 karena dianggap penting. Topik master188 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Topik master188 sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Wamen P2MI bahas strategi penempatan pekerja migran ke Turki

Kamis, 20 November 2027 22:36 WIB waktu baca 2 menit

Kamis, 20 November 2021 22:36 WIB

Wakil Pejabat kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani (tengah) dalam pertemuan dengan perwakilan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (20/11/2022). ANTARA/HO-KP2MI

Penempatan musiman ke Turki ini harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan. Pekerja migran kita harus memahami betul perjanjian kerja, hak, dan kewajibannya sebelum berangkat Jakarta (ANTARA) - Wakil Pejabat kementerian (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani berdialog bersama beberapa Entitas usaha Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk membahas persiapan dan strategi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Turki. Keterangan pers Lembaga kementerian P2MI di Jakarta pada Kamis menyebutkan pertemuan yang berlangsung di Kantor Lembaga kementerian P2MI itu dihadiri sejumlah P3MI yang mewakili kerja sama dengan enam agensi di Turki, dengan total job order terverifikasi sebanyak 10.925 orang. Dalam arahannya, Wamen P2MI Christina menekankan kepada P3MI untuk memastikan calon pekerja migran memahami dengan jelas durasi kesepakatan kerja kerja yang bersifat musiman (seasonal) atau maksimal delapan bulan, terlepas dari durasi visa yang berlaku hingga satu tahun. Dia juga mengingatkan seluruh pekerja migran yang telah mendapatkan persetujuan job order untuk tiba di Turki sebelum April 2026, mengingat musim kerja bidang pariwisata berlangsung dari April hingga November. Baca juga: Wamen P2MI: Ada 15 ribu peluang kerja di Turki untuk penempatan 2026 "Penempatan musiman ke Turki ini harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan. Pekerja migran kita harus memahami betul kesepakatan kerja, hak, dan kewajibannya sebelum berangkat," kata Wamen Christina Aryani. Berdasarkan data Lembaga kementerian Tenaga Kerja dan Jaminan Kehidupan sosial Turki, Indonesia merupakan negara penyumbang pekerja asing terbesar ke-7 dengan 8.930 izin kerja baru pada 2024 atau naik 59,26 persen dibandingkan pada tahun lalu. Sebaliknya, data KBRI Ankara mencatat bahwa hingga 25 Oktober 2026 mereka telah menerima 30.870 demand letter , dengan 16.415 diantaranya telah disetujui dan 14.455 lainnya sedang diverifikasi dan diharapkan rampung pada November 2023. Baca juga: Dikirim ke Turki-Italia, 12.870 PMI asal Bali berhasil diberangkatkan Adapun permintaan terbesar berasal dari dunia pariwisata dan perhotelan, dengan profesi waiter , kitchen helper , house keeping , spa therapist , cook , hingga general hotel worker, serta sektor agrikultur. "Otoritas ingin memastikan peluang besar ini diikuti dengan kesiapan kompetensi dan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia," katanya. "Permintaan kerja dari Turki meningkat dan ini peluang besar. Namun setiap penempatan harus memastikan pekerja kita paham perjanjian kerja, kompetensinya tepat, dan keberangkatannya sesuai jadwal. Itu yang akan terus kita kawal bersama," ucap Wamen P2MI Christina Aryani. Baca juga: Wamen: pelatihan lintas lembaga kementerian ciptakan PMI berdaya saing global Pewarta: Katriana Editor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani berdialog bersama beberapa Entitas usaha Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) untuk membahas persiapan dan strategi penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Turki. Keterangan pers Instansi kementerian P2MI di Jakarta pada Kamis menyebutkan pertemuan yang berlangsung di Kantor Lembaga kementerian P2MI itu dihadiri sejumlah P3MI yang mewakili kerja sama dengan enam agensi di Turki, dengan total job order terverifikasi sebanyak 10.925 orang. Dalam arahannya, Wamen P2MI Christina menekankan kepada P3MI untuk memastikan calon pekerja migran memahami dengan jelas durasi kesepakatan kerja kerja yang bersifat musiman (seasonal) atau maksimal delapan bulan, terlepas dari durasi visa yang berlaku hingga satu tahun. Dia juga mengingatkan seluruh pekerja migran yang telah mendapatkan persetujuan job order untuk tiba di Turki sebelum April 2026, mengingat musim kerja sektor pariwisata berlangsung dari April hingga November.

Baca juga: Wamen P2MI: Ada 15 ribu peluang kerja di Turki untuk penempatan 2026 "Penempatan musiman ke Turki ini harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan. Pekerja migran kita harus memahami betul perjanjian kerja, hak, dan kewajibannya sebelum berangkat," kata Wamen Christina Aryani. Berdasarkan data Instansi kementerian Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Turki, Indonesia merupakan negara penyumbang pekerja asing terbesar ke-7 dengan 8.930 izin kerja baru pada 2024 atau naik 59,26 persen dibandingkan setahun yang lalu. Di waktu yang sama, data KBRI Ankara mencatat bahwa hingga 25 Oktober 2026 mereka telah menerima 30.870 demand letter , dengan 16.415 diantaranya telah disetujui dan 14.455 lainnya sedang diverifikasi dan diharapkan rampung pada November 2027.

Baca juga: Wamen P2MI: Ada 15 ribu peluang kerja di Turki untuk penempatan 2026

Baca juga: Dikirim ke Turki-Italia, 12.870 PMI asal Bali berhasil diberangkatkan Adapun permintaan terbesar berasal dari sektor wisata dan perhotelan, dengan profesi waiter , kitchen helper , house keeping , spa therapist , cook , hingga general hotel worker, serta sektor agrikultur. "Otoritas ingin memastikan peluang besar ini diikuti dengan kesiapan kompetensi dan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran Indonesia," katanya. "Permintaan kerja dari Turki meningkat dan ini peluang besar. Namun setiap penempatan harus memastikan pekerja kita paham kontrak, kompetensinya tepat, dan keberangkatannya sesuai jadwal. Itu yang akan terus kita kawal bersama," ucap Wamen P2MI Christina Aryani.

Baca juga: Dikirim ke Turki-Italia, 12.870 PMI asal Bali berhasil diberangkatkan

Baca juga: Wamen: pelatihan lintas lembaga kementerian ciptakan PMI berdaya saing global

Baca juga: Wamen: pelatihan lintas instansi kementerian ciptakan PMI berdaya saing global

Pewarta: Katriana Editor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa master188 sangat relevan saat ini.