689 slot apk – APDESI Apresiasi Pelatihan Kepemimpinan di Secapa AD Bandung
689 slot apk. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Topik 689 slot apk sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. 689 slot apk menjadi perhatian besar masyarakat. 689 slot apk menjadi perhatian besar masyarakat. Pembahasan 689 slot apk semakin meluas dari waktu ke waktu.
INFOJABAR.NEWS - Sebanyak 600 orang Perangkat Desa dari 179 Desa di Kabupaten Bekasi, menjalani Dunia pendidikan Karakter dan Bela Negara di Secapa AD Bandung. Kegiatan yang diapresiasi oleh Asosiasi Pemangku kebijakan Desa Seluruh Indonesia ( APDESI ), merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas para Kepala Desa dan perangkatnya. Sekjen APDESI Dan Tatang Taryana menuturkan, Pendidikan Karakter dan Bela Negara yang baru pertama dilakukan di Provinsi jawa barat ini sangat dibutuhkan oleh kepala desa maupun perangkatnya, untuk menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di desa. Mengingat para Kepala Desa mempunyai latar belakang yang berbeda beda. "Ini sangat bermanfaat sekali bagi kepala desa, supaya para kepala desa mempunyai jiwa karakter yang kuat dalam memimpin desa. Karena kepala desa tidak ada pendidikan khusus, tidak ada seperti tentara yang ada AKMIl, polisi ada AKPOl, tidak seperti ASN yang ada IPDN. Kalau kepala desa kan dari berbagai macam latar belakang, seperti pengusaha, tokoh agama, dan lainnya," jelas Sekjen APDESI Wilayah jawa barat Tatang Sumantri disela pembukaan Sektor pendidikan Karakter dan Bela Negara di Secapa AD Bandung, Selasa (22/4/2026). "Sangat bermanfaat sekali. Ini baru pertama di Jawa barat,"tambah Tatang. Tatang juga mengungkapkan, permasalahan di desa sangat kompleks, mulai dari permasalahan warga sekitar hingga lainnya. Sehingga dengan adanya pendidikan tersebut, diharapkan para kepala desa dan perangkatnya dapat bersinergi untuk menyelesaikan segala macam permasalahan yang muncul. "Kepala desa itu wajib dibekali pelatihan seperti ini. Kalau tidak punya mental yang kuat, karakter yang kuat, jiwa yang kuat, berbahaya nanti di publik,"tegas dia. Tatang juga berharap, kegiatan tersebut dapat juga di lakukan oleh kabupaten/kota di Jawa barat. Sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM kepala desa dan perangkatnya.
INFOJABAR.NEWS - Sebanyak 600 orang Perangkat Desa dari 179 Desa di Kabupaten Bekasi, menjalani Sektor pendidikan Karakter dan Bela Negara di Secapa AD Bandung. Kegiatan yang diapresiasi oleh Asosiasi Pihak pemerintah Desa Seluruh Indonesia ( APDESI ), merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas para Kepala Desa dan perangkatnya.
Sekjen APDESI Dan Tatang Taryana menyatakan, Dunia pendidikan Karakter dan Bela Negara yang baru pertama dilakukan di Dan ini sangat dibutuhkan oleh kepala desa maupun perangkatnya, untuk menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di desa. Mengingat para Kepala Desa mempunyai latar belakang yang berbeda beda.
"Ini sangat bermanfaat sekali bagi kepala desa, supaya para kepala desa mempunyai jiwa karakter yang kuat dalam memimpin desa. Karena kepala desa tidak ada sektor pendidikan khusus, tidak ada seperti tentara yang ada AKMIl, aparat kepolisian ada AKPOl, tidak seperti ASN yang ada IPDN. Kalau kepala desa kan dari berbagai macam latar belakang, seperti pengusaha, tokoh agama, dan lainnya," jelas Sekjen APDESI Jawa barat Tatang Sumantri disela pembukaan Dunia pendidikan Karakter dan Bela Negara di Secapa AD Bandung, Selasa (22/4/2023).
"Sangat bermanfaat sekali. Ini baru pertama di Wilayah jawa barat,"tambah Tatang.
Tatang juga mengungkapkan, permasalahan di desa sangat kompleks, mulai dari permasalahan warga sekitar hingga lainnya. Sehingga dengan adanya sektor pendidikan tersebut, diharapkan para kepala desa dan perangkatnya dapat bersinergi untuk menyelesaikan segala macam permasalahan yang muncul.
"Kepala desa itu wajib dibekali pelatihan seperti ini. Kalau tidak punya mental yang kuat, karakter yang kuat, jiwa yang kuat, berbahaya nanti di masyarakat,"tegas dia.
Tatang juga berharap, kegiatan tersebut dapat juga di lakukan oleh kabupaten/kota di Wilayah jawa barat. Sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM kepala desa dan perangkatnya.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru.