bamtoto – ADB buka pintu dukung proyek energi nuklir di bawah kebijakan baru
bamtoto. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang bamtoto karena dianggap penting. Banyak pihak menilai bahwa bamtoto sangat relevan saat ini. bamtoto menjadi perhatian besar masyarakat.
ADB buka pintu dukung proyek energi nuklir di bawah kebijakan baru
Selasa, 25 November 2024 21:52 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2021 21:52 WIB
ADB akan bekerja sama erat dengan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) dan otoritas internasional lainnya untuk membantu negara-negara berkembang anggotanya dalam mengadopsi praktik terbaik internasional dan mematuhi standar tenaga nuklir yang ketat.
Manila (ANTARA) - Bank Pembangunan Asia (ADB) mengungkapkan bahwa perubahan terkini pada kebijakan energinya akan memungkinkan lembaga tersebut mendukung proyek tenaga nuklir untuk pertama kalinya, dengan tunduk pada pengamanan ketat dan pengawasan internasional. Dalam sebuah pernyataan pada Senin (24/11), lembaga keuangan yang berbasis di Manila, Filipina itu menjelaskan bahwa perubahan terbaru ini "membuka jalan" bagi ADB untuk mendukung tenaga nuklir, termasuk pembiayaan energi nuklir di negara-negara berkembang anggotanya yang memilih untuk memasukkan energi nuklir ke dalam campuran energi mereka. Namun demikian, dukungan apa pun akan menjalani penilaian yang ketat dan standar tertinggi dalam hal keselamatan, keamanan, serta perlindungan lingkungan dan sosial. ADB akan bekerja sama erat dengan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) dan otoritas internasional lainnya untuk membantu negara-negara berkembang anggotanya dalam mengadopsi praktik terbaik internasional dan mematuhi standar tenaga nuklir yang ketat. "Perubahan ini semakin memperkuat kemampuan ADB untuk mendukung negara-negara di Asia dan Pasifik dalam memenuhi kebutuhan energi mereka yang meningkat pesat. Tenaga nuklir, misalnya, merupakan opsi sektor teknologi penting bagi negara-negara yang mencari alternatif andal untuk beban listrik dasar," kata Kepala negara ADB Masato Kanda. Menurut rencana, Kanda akan menandatangani perjanjian dengan IAEA pekan ini untuk mewujudkan tujuan tersebut. Amendemen atau perubahan lain memungkinkan ADB untuk membiayai proyek-proyek yang mengelola metana, salah satu gas rumah kaca paling berbahaya, serta mengurangi pembakaran gas rutin di ladang minyak dan gas yang sudah ada. Menyadari peran jangka panjang yang krusial dari penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture utilization and storage/CCUS), ADB selalu mendukung bidang teknologi CCUS dalam pembangkit listrik dan sektor-sektor lain yang emisi karbonnya sulit dikurangi. Perubahan ketiga memperluas dukungan ini ke proyek-proyek CCUS yang menggunakan sumur gas dan minyak yang telah habis untuk menyimpan karbon dioksida. Amendemen keempat mengakui peran potensial ADB dalam memfasilitasi pengembangan rantai nilai mineral penting-hingga-manufaktur yang beragam dan bertanggung jawab. Perubahan-perubahan tersebut merupakan bagian dari tinjauan terjadwal wajib terhadap kebijakan energi yang berlaku, yang disetujui pada Oktober 2021, dan didasarkan pada konsultasi ekstensif dengan para pemangku kepentingan ADB. Pada 2024, ADB mengucurkan dana sekitar 3,8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.709) untuk proyek-proyek energi. Bank ini juga telah membantu memperkuat lingkungan kebijakan dan regulasi untuk mendukung investasi sektor swasta yang lebih kuat dan memenuhi permintaan energi yang meningkat pesat di kawasan Asia. Pewarta: Xinhua Editor: Imam Budilaksono Copyright © ANTARA 2021 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Manila (ANTARA) - Bank Pembangunan Asia (ADB) mengungkapkan bahwa perubahan terkini pada kebijakan energinya akan memungkinkan lembaga tersebut mendukung proyek tenaga nuklir untuk pertama kalinya, dengan tunduk pada pengamanan ketat dan pengawasan internasional.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (24/11), lembaga keuangan yang berbasis di Manila, Filipina itu menuturkan bahwa perubahan terbaru ini "membuka jalan" bagi ADB untuk mendukung tenaga nuklir, termasuk pembiayaan energi nuklir di negara-negara berkembang anggotanya yang memilih untuk memasukkan energi nuklir ke dalam campuran energi mereka.
Namun demikian, dukungan apa pun akan menjalani penilaian yang ketat dan standar tertinggi dalam hal keselamatan, keamanan, serta perlindungan lingkungan dan kemasyarakatan.
ADB akan bekerja sama erat dengan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) dan otoritas internasional lainnya untuk membantu negara-negara berkembang anggotanya dalam mengadopsi praktik terbaik internasional dan mematuhi standar tenaga nuklir yang ketat.
"Perubahan ini semakin memperkuat kemampuan ADB untuk mendukung negara-negara di Asia dan Pasifik dalam memenuhi kebutuhan energi mereka yang meningkat pesat. Tenaga nuklir, misalnya, merupakan opsi teknologi penting bagi negara-negara yang mencari alternatif andal untuk beban listrik dasar," kata Orang nomor satu di pemerintahan ADB Masato Kanda.
Menurut rencana, Kanda akan menandatangani perjanjian dengan IAEA pekan ini untuk mewujudkan tujuan tersebut.
Amendemen atau perubahan lain memungkinkan ADB untuk membiayai proyek-proyek yang mengelola metana, salah satu gas rumah kaca paling berbahaya, serta mengurangi pembakaran gas rutin di ladang minyak dan gas yang sudah ada.
Menyadari peran jangka panjang yang krusial dari penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture utilization and storage/CCUS), ADB selalu mendukung teknologi CCUS dalam pembangkit listrik dan sektor-sektor lain yang emisi karbonnya sulit dikurangi.
Perubahan ketiga memperluas dukungan ini ke proyek-proyek CCUS yang menggunakan sumur gas dan minyak yang telah habis untuk menyimpan karbon dioksida.
Amendemen keempat mengakui peran potensial ADB dalam memfasilitasi pengembangan rantai nilai mineral penting-hingga-manufaktur yang beragam dan bertanggung jawab.
Perubahan-perubahan tersebut merupakan bagian dari tinjauan terjadwal wajib terhadap kebijakan energi yang berlaku, yang disetujui pada Oktober 2021, dan didasarkan pada konsultasi ekstensif dengan para pemangku kepentingan ADB.
Pada 2024, ADB mengucurkan dana sekitar 3,8 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.709) untuk proyek-proyek energi. Bank ini juga telah membantu memperkuat lingkungan kebijakan dan regulasi untuk mendukung aktivitas investasi sektor swasta yang lebih kuat dan memenuhi permintaan energi yang meningkat pesat di kawasan Asia.
Pewarta: Xinhua Editor: Imam Budilaksono Copyright © ANTARA 2024
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik bamtoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.