Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

link slot gbo – Mengenal Rafflesia Hasseltii yang ditemukan mekar di Hutan Su...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: link slot gbo

link slot gbo. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Banyak pihak menilai bahwa link slot gbo sangat relevan saat ini.

Mengenal Rafflesia Hasseltii yang ditemukan mekar di Hutan Sumatra

Jumat, 21 November 2021 15:12 WIB waktu baca 3 menit

Jumat, 21 November 2025 15:12 WIB

Tangkapan layar - Bunga Rafflesia Hasseltii Suringar mekar di Desa Tanjung Gelang, Kecamatan Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong. (ANTARA/HO.)

Jakarta (ANTARA) - Rafflesia Hasseltii ditemukan mekar di hutan Sumatra, tepatnya di kawasan Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatra Barat, pada Selasa (18/11), Bunga yang langka dan dilindungi itu ditemukan oleh ahli biologi dari Universitas Oxford Chris Thorogood dan pemandu lokal Septian Andriki, serta rekan lainnya. Bunga itu ditemukan di hutan hujan tropis terpencil yang dihuni harimau dan hanya dapat diakses dengan izin untuk keperluan tersebut. Mereka menemukannya setelah melakukan pendakian siang dan malam hingga akhirnya berhasil menyaksikan bunga itu mekar pada sekitar malam hari. Chris Thorogood bahkan mengungkapkan insiden itu sebagai pertemuan yang mengubah hidup di Sumatera. Di waktu yang sama dalam video dokumentasi yang beredar di media kehidupan sosial, Septian tampak menangis terharu saat berhasil menjumpai Rafflesia Hasseltii mekar, setelah pencarian panjang selama 13 tahun. Adapun akun resmi University of Oxford di Instagram menyebut bunga itu sebagai tanaman yang mungkin lebih sering dilihat oleh harimau, daripada manusia. Hanya sedikit orang yang pernah melihat bunga tersebut, yang hanya mekar beberapa hari sebelum akhirnya layu sehingga semakin sulit untuk dijumpai. Berdasarkan pemberitaan ANTARA sebelumnya, Rafflesia Hasseltii terakhir kali ditemukan mekar di perkebunan milik penduduk Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu pada tahun 2023. Serba-serbi Rafflesia hasseltii Menurut Plantamor, Rafflesia hasseltii merupakan tumbuhan holoparasit dari famili Rafflesiaceae yang tumbuh menahun. Tumbuhan itu berasal dari bioma beriklim tropis basah di wilayah Sumatera bagian barat dan tengah, serta Kalimantan Barat. Di Indonesia, Rafflesia hasseltii dikenal dengan nama cendawan matahari. Nama ilmiah Rafflesia hasseltii sendiri pertama kali dipublikasikan oleh botanis Willem Frederik Reinier Suringar pada tahun 1879. Rafflesia hasseltii juga memiliki nama lokal "Cendawan Muka Rimau" yang berarti "Jamur Berwajah Harimau". Selain itu, bunga tersebut dijuluki pula sebagai Raflesia Merah Putih karena warnanya merah kecoklatan dengan lempeng warna putih yang relatif besar dan tidak beraturan. Bunga tersebut dilindungi secara hukum berdasarkan Peraturan Aparatur negara (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, serta berstatus genting (endangered) dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN). Menurut situs resmi World Wide Fund for Nature (WWF) , diameter bunga Rafflesia hasseltii pada saat mekar bisa mencapai 30-50 cm, cuping (perigone) 11-13 cm, dan lebar 15-17 cm. Raflesia ini merupakan tumbuhan parasit dengan inang (genus) Tetrastigma leucostaphyllum dengan wilayah penyebarannya meliputi Selat Peninsula Malaysia, Sarawak, dan Sumatera. Di Sumatera sendiri, wilayah penyebarannya sangat terbatas, meliputi Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Sanglap, Riau, Jambi, dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Adapun secara keseluruhan, dari 25 jenis spesies Rafflesia yang ada di dunia, sebanyak 14 jenis berada di Indonesia dan 11 diantaranya berada di Pulau Sumatra. Menurut Community for the Conservation and Research of Rafflesia (CCRR), diperkirakan 60 persen spesies Rafflesia kini menghadapi risiko kepunahan yang parah (setara dengan status kritis). Selain itu, 67 persen habitat Rafflesia dilaporkan berada di luar kawasan lindung, yang memperburuk kerentanan spesies bunga tersebut. Baca juga: BRIN teliti rafflesia di Palupuh pastikan filogenetik di Malaysia Baca juga: Bunga rafflesia arnoldi ditemukan kembali mekar di Kabupaten Solok Baca juga: Pokdarwis temukan calon bunga Rafflesia Arnoldi di Solok Sumbar Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2025 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Jakarta (ANTARA) - Rafflesia Hasseltii ditemukan mekar di hutan Sumatra, tepatnya di kawasan Hiring Batang Sumi, Kecamatan Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatra Barat, pada Selasa (18/11),

Bunga yang langka dan dilindungi itu ditemukan oleh ahli biologi dari Perguruan tinggi Oxford Chris Thorogood dan pemandu lokal Septian Andriki, serta rekan lainnya. Bunga itu ditemukan di hutan hujan tropis terpencil yang dihuni harimau dan hanya dapat diakses dengan izin untuk keperluan tersebut.

Mereka menemukannya setelah melakukan pendakian siang dan malam hingga akhirnya berhasil menyaksikan bunga itu mekar pada sekitar malam hari. Chris Thorogood bahkan mengungkapkan kejadian itu sebagai pertemuan yang mengubah hidup di Sumatera.

Di waktu yang sama dalam video dokumentasi yang beredar di medsos, Septian tampak menangis terharu saat berhasil menjumpai Rafflesia Hasseltii mekar, setelah pencarian panjang selama 13 tahun.

Adapun akun resmi University of Oxford di Instagram menyebut bunga itu sebagai tanaman yang mungkin lebih sering dilihat oleh harimau, daripada manusia. Hanya sedikit orang yang pernah melihat bunga tersebut, yang hanya mekar beberapa hari sebelum akhirnya layu sehingga semakin sulit untuk dijumpai.

Berdasarkan pemberitaan ANTARA sebelumnya, Rafflesia Hasseltii terakhir kali ditemukan mekar di perkebunan milik penduduk Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu pada tahun 2023.

Serba-serbi Rafflesia hasseltii

Menurut Plantamor, Rafflesia hasseltii merupakan tumbuhan holoparasit dari famili Rafflesiaceae yang tumbuh menahun. Tumbuhan itu berasal dari bioma beriklim tropis basah di wilayah Sumatera bagian barat dan tengah, serta Kalimantan Barat.

Di Indonesia, Rafflesia hasseltii dikenal dengan nama cendawan matahari. Nama ilmiah Rafflesia hasseltii sendiri pertama kali dipublikasikan oleh botanis Willem Frederik Reinier Suringar pada tahun 1879.

Rafflesia hasseltii juga memiliki nama lokal "Cendawan Muka Rimau" yang berarti "Jamur Berwajah Harimau". Selain itu, bunga tersebut dijuluki pula sebagai Raflesia Merah Putih karena warnanya merah kecoklatan dengan lempeng warna putih yang relatif besar dan tidak beraturan.

Bunga tersebut dilindungi secara hukum berdasarkan Peraturan Pemangku kebijakan (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, serta berstatus genting (endangered) dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Menurut situs resmi World Wide Fund for Nature (WWF) , diameter bunga Rafflesia hasseltii pada saat mekar bisa mencapai 30-50 cm, cuping (perigone) 11-13 cm, dan lebar 15-17 cm. Raflesia ini merupakan tumbuhan parasit dengan inang (genus) Tetrastigma leucostaphyllum dengan wilayah penyebarannya meliputi Selat Peninsula Malaysia, Sarawak, dan Sumatera.

Di Sumatera sendiri, wilayah penyebarannya sangat terbatas, meliputi Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Sanglap, Riau, Jambi, dan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Adapun secara keseluruhan, dari 25 jenis spesies Rafflesia yang ada di dunia, sebanyak 14 jenis berada di Indonesia dan 11 diantaranya berada di Pulau Sumatra.

Menurut Community for the Conservation and Research of Rafflesia (CCRR), diperkirakan 60 persen spesies Rafflesia kini menghadapi risiko kepunahan yang parah (setara dengan status kritis). Selain itu, 67 persen habitat Rafflesia dilaporkan berada di luar kawasan lindung, yang memperburuk kerentanan spesies bunga tersebut.

Baca juga: BRIN teliti rafflesia di Palupuh pastikan filogenetik di Malaysia

Baca juga: BRIN teliti rafflesia di Palupuh pastikan filogenetik di Malaysia

Baca juga: Bunga rafflesia arnoldi ditemukan kembali mekar di Kabupaten Solok

Baca juga: Bunga rafflesia arnoldi ditemukan kembali mekar di Kabupaten Solok

Baca juga: Pokdarwis temukan calon bunga Rafflesia Arnoldi di Solok Sumbar

Baca juga: Pokdarwis temukan calon bunga Rafflesia Arnoldi di Solok Sumbar

Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik link slot gbo sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Berbagai sumber membahas tentang link slot gbo karena dianggap penting.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa link slot gbo sangat relevan saat ini.