Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

manggatoto – Evaluasi Pilkada: Langsung atau Tidak Langsung?

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: manggatoto

manggatoto. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.

INFOJABAR.NEWS - Diskusi publik bertajuk Quo Vadis: Pilkada Langsung dan Tidak Langsung yang digelar di GGM Kota Bandung, Rabu (19/03/2022). menghadirkan Fahmy Iss Wahyudi, peneliti dari Indonesian Political Research Center (IPRC) . Fahmy mengungkapkan pentingnya evaluasi menyeluruh, sebelum mengambil keputusan terkait mekanisme pemilihan pimpinan provinsi ke depan. "Belum bisa langsung disimpulkan apakah Pemilihan umum kepala daerah ke depan sebaiknya langsung atau tidak langsung. Kita perlu kajian komprehensif untuk mengevaluasi dampak positif dan negatif dari Pilkada sebelumnya. Jangan sampai sebelum evaluasi dilakukan, kesimpulan sudah diambil bahwa Pemilihan kepala daerah harus tidak langsung. Ini bisa menjadi langkah yang kurang arif," ujarnya. Fahmy menjabarkan bahwa baik Pilkada langsung maupun tidak langsung memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan kepala daerah langsung memberikan rakyat hak penuh dalam menentukan pemimpin daerah, tetapi juga rentan terhadap praktik dunia politik uang. Di waktu yang sama, Pilkada tidak langsung memangkas potensi dunia politik uang dalam kontestasi publik, tetapi dapat menciptakan keterputusan aspirasi antara rakyat dan kepala daerah. "Dalam sejarahnya, ketika Pemilihan umum kepala daerah dilakukan secara tidak langsung, kalangan masyarakat merasa ada jarak dengan pemimpin yang terpilih. Mereka tidak benar-benar memiliki peran dalam menentukan pimpinan provinsi. Ini yang perlu diantisipasi jika Pilkada tidak langsung kembali diterapkan," tambahnya. Terkait kemungkinan perubahan regulasi Pilkada, Fahmy memprediksi bahwa dalam dua hingga empat bulan ke depan, isu ini akan kembali menjadi perdebatan publik. Ia menilai bahwa pembahasan ini tidak akan singkat, karena revisi undang-undang harus masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) terlebih dahulu.

INFOJABAR.NEWS - Diskusi publik bertajuk Quo Vadis: Pemilihan kepala daerah Langsung dan Tidak Langsung yang digelar di GGM Kota Bandung, Rabu (19/03/2025). menghadirkan Fahmy Iss Wahyudi, peneliti dari Indonesian Political Research Center (IPRC) .

Fahmy mengungkapkan pentingnya evaluasi menyeluruh, sebelum mengambil keputusan terkait mekanisme pemilihan pimpinan daerah ke depan.

"Belum bisa langsung disimpulkan apakah Pemilihan kepala daerah ke depan sebaiknya langsung atau tidak langsung. Kita perlu kajian komprehensif untuk mengevaluasi dampak positif dan negatif dari Pemilihan kepala daerah sebelumnya. Jangan sampai sebelum evaluasi dilakukan, kesimpulan sudah diambil bahwa Kontestasi elektoral kepala daerah harus tidak langsung. Ini bisa menjadi langkah yang kurang arif," ujarnya.

Fahmy memaparkan bahwa baik Pemilihan kepala daerah langsung maupun tidak langsung memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilkada langsung memberikan rakyat hak penuh dalam menentukan pemimpin daerah, tetapi juga rentan terhadap praktik dunia politik uang.

Di sisi lain, Pemilu kepala daerah tidak langsung memangkas potensi dunia politik uang dalam kontestasi publik, tetapi dapat menciptakan keterputusan aspirasi antara rakyat dan bupati.

"Dalam sejarahnya, ketika Kontestasi elektoral kepala daerah dilakukan secara tidak langsung, publik merasa ada jarak dengan pemimpin yang terpilih. Mereka tidak benar-benar memiliki peran dalam menentukan kepala provinsi. Ini yang perlu diantisipasi jika Pemilu kepala daerah tidak langsung kembali diterapkan," tambahnya.

Terkait kemungkinan perubahan regulasi Pemilihan kepala daerah, Fahmy memprediksi bahwa dalam dua hingga empat bulan ke depan, isu ini akan kembali menjadi perdebatan publik. Ia menilai bahwa pembahasan ini tidak akan singkat, karena revisi undang-undang harus masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) terlebih dahulu. Berbagai sumber membahas tentang manggatoto karena dianggap penting. Topik manggatoto sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan manggatoto semakin meluas dari waktu ke waktu. Pembahasan manggatoto semakin meluas dari waktu ke waktu.