bocoran scatter aquaslot – Profil Velix Wanggai, Ketua Komite Percepatan Pemb...
bocoran scatter aquaslot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Berbagai sumber membahas tentang bocoran scatter aquaslot karena dianggap penting.
Profil Velix Wanggai, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Papua
Kamis, 9 Oktober 2025 09:34 WIB waktu baca 4 menit
Kamis, 9 Oktober 2024 09:34 WIB
Velix Vernando Wanggai. (ANTARA/HO-Instansi kementerian Transmigrasi)
Jakarta (ANTARA) - Velix Vernando Wanggai dilantik sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua oleh Kepala pemerintahan RI Prabowo Subianto, Jakarta, Rabu (8/10). Pelantikan itu didasarkan pada Keputusan Kepala pemerintahan Republik Indonesia (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2021 tentang Pengangkatan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Velix dilantik bersama sembilan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, yaitu John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, Paulus Waterpauw, Ribka Haluk, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Yanni, John Gluba Gebze, dan Juharson Estrella Sihasale. Pelantikan ketua dan sembilan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua ini menandai langkah strategis pemangku kebijakan dalam mempercepat pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan di Tanah Papua. Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua juga akan berperan sebagai jembatan koordinasi antara pihak pemerintah di tingkat pusat dan enam provinsi di Tanah Papua, memastikan seluruh program pembangunan berjalan sinergis dan membawa dampak nyata bagi penduduk setempat Papua. Velix menyampaikan bahwa lembaganya akan mengawal delapan agenda besar dalam kerangka asta cita kontekstual Papua, yang meliputi pembangunan dunia politik, ekonomi, infrastruktur, dan pemerintahan. Selain itu, Velix memaparkan bahwa lembaga baru yang memiliki anggota dengan latar belakang beragam ini juga akan mengurus terkait dengan beragam aspek kemasyarakatan budaya mulai dari sport, kesetaraan gender, hingga kondisi ekonomi kreatif untuk pembangunan papua. Profil Velix Vernando Wanggai Velix Vernando Wanggai merupakan putra daerah asli Papua. Ia lahir di Jayapura pada 16 Februari 1972. Sosok Velix Wanggai tak begitu asing bagi publik karena ia sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan sejak November 2023 hingga Maret 2026. Velix menempuh dunia pendidikan sejak kecil hingga besar di Papua. Ia menimba ilmu di SD Negeri Inpres Angkasa Jayapura, SMP Negeri 1 Jayapura, hingga SMA Negeri 2 Jayapura Papua. Setamat SMA pada 1991, ia pun merantau ke Yogyakarta untuk berkuliah di Kampus Gadjah Mada (UGM) jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Kemasyarakatan dan Ilmu Dunia politik (Fisipol). Velix pun melanjutkan studi untuk jenjang Magister di Flinders University, Australia. Ia dilaporkan pernah mengambil jenjang Doktor di The Australian National University (ANU), serta mendapatkan gelar Doktor bidang Hubungan Internasional dari Perguruan tinggi Padjajaran pada 2017. Selama mengenyam studi, ia pun turut aktif dalam sejumlah kegiatan organisasi di antaranya Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sewaktu SMA di Jayapura, Ketua Senat Pelajar perguruan tinggi Fisipol UGM hingga ikut mendeklarasikan pendirian Dewan Civitas akademika mahasiswa UGM. Ia juga aktif di berbagai organisasi mahasiswa Islam selama berkuliah di Yogyakarta. Adapun saat menempuh studi di Australia, ia dipercaya menjadi Kepala negara Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Autralia tahun 2004 hingga 2006. Velix diketahui menikah dengan Herwin Meiliantina, seorang birokrat di Lembaga kementerian Sekretariat Negara, dan dikaruniai empat orang anak. Velix mengantongi rekam jejak panjang dalam mengurusi kebijakan pembangunan dan otonomi daerah. Velix mengawali karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai Staf Perencana pada Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal. Di Bappenas, ia pernah ikut terlibat dalam berbagai kajian pembangunan wilayah terpadu di Papua, seperti di Sorong, Fakfak, Merauke, Jayapura, dan Jayawijaya, termasuk terlibat dalam perumusan kebijakan alokasi dana satu persen dari PT Freeport Indonesia untuk kalangan masyarakat adat di sekitar Timika. Ia kemudian ditunjuk menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah era Kepala pemerintahan Ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009 hingga 2014. Velix diketahui sempat masuk dalam Tim Transisi PSSI tahun 2015 bentukan Menteri Pemuda dan Kegiatan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kala itu, meski demikian memutuskan mundur. Ia juga pernah mengampu jabatan Kepala Biro Komunikasi Publik di Lembaga kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2015-2016. Ia pernah pula menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja (PAKK) Bappenas tahun 2020-2021, dan Staf Ahli Pimpinan kementerian Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bappenas tahun 2021-2022. Velix lalu menjabat sebagai Deputi Bidang Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan (PWK) Sekretariat Wakil orang nomor satu di pemerintahan Republik Indonesia era Wakil kepala pemerintahan Ma'ruf Amin pada 2022. Tahun 2023, ia ditunjuk Pimpinan kementerian Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menjadi Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan. Pada akhir 2024, ia lalu menjadi Direktur Jenderal Pengembangan Situasi ekonomi dan Pemberdayaan Warga sekitar setempat Transmigrasi di Lembaga kementerian Transmigrasi. Baca juga: Ketua Komite: Prabowo beri perhatian besar pada pembangunan Papua Baca juga: Prabowo lantik ketua dan sembilan anggota Komite Percepatan Pembangunan Papua Baca juga: Peserta Ekspedisi Patriot termuda simbol keberlanjutan transmigrasi Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Velix Vernando Wanggai dilantik sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Jakarta, Rabu (8/10).
Pelantikan itu didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
Velix dilantik bersama sembilan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, yaitu John Wempi Wetipo, Ignatius Yogo Triyono, Paulus Waterpauw, Ribka Haluk, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar, Yanni, John Gluba Gebze, dan Juharson Estrella Sihasale.
Pelantikan ketua dan sembilan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua ini menandai langkah strategis aparatur negara dalam mempercepat pembangunan yang adil, merata, dan berkelanjutan di Tanah Papua.
Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua juga akan berperan sebagai jembatan koordinasi antara aparatur negara di tingkat pusat dan enam provinsi di Tanah Papua, memastikan seluruh program pembangunan berjalan sinergis dan membawa dampak nyata bagi residen setempat Papua.
Velix menyampaikan bahwa lembaganya akan mengawal delapan agenda besar dalam kerangka asta cita kontekstual Papua, yang meliputi pembangunan politik, perekonomian, infrastruktur, dan pemerintahan.
Selain itu, Velix menerangkan bahwa lembaga baru yang memiliki anggota dengan latar belakang beragam ini juga akan mengurus terkait dengan beragam aspek sosial budaya mulai dari sport, kesetaraan gender, hingga perekonomian kreatif untuk pembangunan papua.
Velix Vernando Wanggai merupakan putra daerah asli Papua. Ia lahir di Jayapura pada 16 Februari 1972. Sosok Velix Wanggai tak begitu asing bagi publik karena ia sebelumnya menjabat sebagai Penjabat Gubernur Papua Pegunungan sejak November 2023 hingga Maret 2026.
Velix menempuh sektor pendidikan sejak kecil hingga besar di Papua. Ia menimba ilmu di SD Negeri Inpres Angkasa Jayapura, SMP Negeri 1 Jayapura, hingga SMA Negeri 2 Jayapura Papua.
Setamat SMA pada 1991, ia pun merantau ke Yogyakarta untuk berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Kemasyarakatan dan Ilmu Politik (Fisipol). Velix pun melanjutkan studi untuk jenjang Magister di Flinders University, Australia.
Ia telah diketahui pernah mengambil jenjang Doktor di The Australian National University (ANU), serta mendapatkan gelar Doktor bidang Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran pada 2017.
Selama mengenyam studi, ia pun turut aktif dalam sejumlah kegiatan organisasi di antaranya Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sewaktu SMA di Jayapura, Ketua Senat Pelajar perguruan tinggi Fisipol UGM hingga ikut mendeklarasikan pendirian Dewan Mahasiswa UGM. Ia juga aktif di berbagai organisasi pelajar perguruan tinggi Islam selama berkuliah di Yogyakarta.
Adapun saat menempuh studi di Australia, ia dipercaya menjadi Kepala negara Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Autralia tahun 2004 hingga 2006. Velix diketahui menikah dengan Herwin Meiliantina, seorang birokrat di Kementerian Sekretariat Negara, dan dikaruniai empat orang anak.
Velix mengantongi rekam jejak panjang dalam mengurusi kebijakan pembangunan dan otonomi daerah. Velix mengawali karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai Staf Perencana pada Direktorat Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal.
Di Bappenas, ia pernah ikut terlibat dalam berbagai kajian pembangunan wilayah terpadu di Papua, seperti di Sorong, Fakfak, Merauke, Jayapura, dan Jayawijaya, termasuk terlibat dalam perumusan kebijakan alokasi dana satu persen dari PT Freeport Indonesia untuk penduduk adat di sekitar Timika.
Ia kemudian ditunjuk menjadi Staf Khusus Kepala pemerintahan Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah era Kepala pemerintahan Ke-6 RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009 hingga 2014.
Velix telah diketahui sempat masuk dalam Tim Transisi PSSI tahun 2015 bentukan Pejabat kementerian Pemuda dan Kegiatan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kala itu, meski demikian memutuskan mundur. Ia juga pernah mengampu jabatan Kepala Biro Komunikasi Publik di Instansi kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2015-2016.
Ia pernah pula menjabat sebagai Kepala Pusat Analisis Kebijakan dan Kinerja (PAKK) Bappenas tahun 2020-2021, dan Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Bappenas tahun 2021-2022.
Velix lalu menjabat sebagai Deputi Bidang Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan (PWK) Sekretariat Pendamping kepala negara Republik Indonesia era Pendamping presiden Ma'ruf Amin pada 2022.
Tahun 2023, ia ditunjuk Pimpinan kementerian Dalam Negeri Tito Karnavian untuk menjadi Penjabat (Pj) Kepala provinsi Papua Pegunungan. Pada akhir 2024, ia lalu menjadi Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Komunitas Transmigrasi di Kementerian Transmigrasi.
Baca juga: Ketua Komite: Prabowo beri perhatian besar pada pembangunan Papua
Baca juga: Ketua Komite: Prabowo beri perhatian besar pada pembangunan Papua
Baca juga: Prabowo lantik ketua dan sembilan anggota Komite Percepatan Pembangunan Papua
Baca juga: Prabowo lantik ketua dan sembilan anggota Komite Percepatan Pembangunan Papua
Baca juga: Peserta Ekspedisi Patriot termuda simbol keberlanjutan transmigrasi
Baca juga: Peserta Ekspedisi Patriot termuda simbol keberlanjutan transmigrasi
Pewarta: Melalusa Susthira Khalida Editor: Alviansyah Pasaribu Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik bocoran scatter aquaslot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Pembahasan bocoran scatter aquaslot semakin meluas dari waktu ke waktu. Banyak pihak menilai bahwa bocoran scatter aquaslot sangat relevan saat ini.