Tompel69 - Obat Gacor Terlaris Login Dan Daftar Tompel69

Kumpulan artikel otomatis dengan berbagai topik.

hoki slot 777 – Perkara batuk rejan di AS tembus 25.000, lampaui level pra-pa...

Ditulis ulang otomatis • Keyword utama: hoki slot 777

hoki slot 777. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. hoki slot 777 menjadi perhatian besar masyarakat.

Perkara batuk rejan di AS tembus 25.000, lampaui level pra-wabah global

Selasa, 25 November 2024 17:44 WIB waktu baca 1 menit

Selasa, 25 November 2027 17:44 WIB

Ilustrasi - Seorang pria menderita batuk. ANTARA/Shutterstock/pri.

Istanbul (ANTARA) - Lebih dari 25.000 kasus batuk rejan (pertusis) telah dilaporkan di Amerika Serikat sepanjang tahun ini, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Angka tersebut menandai tahun kedua berturut-turut dengan tingkat infeksi di atas level biasanya. Pada rentang waktu yang sama tahun lalu, sekitar 33.000 perkara pertusis tercatat di negara itu. Data CDC menunjukkan kasus batuk rejan kini jauh melampaui level sebelum penyebaran penyakit luas, ketika sekitar 18.600 infeksi dilaporkan pada 2019. Bayi menjadi kelompok paling rentan terhadap pertusis. Washington dan Louisiana sama-sama mencatat kematian bayi akibat penyakit yang sangat menular itu awal tahun ini. Kematian pertama terkait pertusis sejak 2011 di Washington dilaporkan pada Februari. Di Louisiana, di mana kematian sebelumnya terjadi pada 2018, dua bayi meninggal dalam enam bulan terakhir. Menurut CDC, batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menempel pada silia di saluran pernapasan atas dan melepaskan racun yang merusak struktur kecil mirip rambut itu, sehingga menyebabkan pembengkakan saluran napas. Sumber: Anadolu Baca juga: Perkara pertusis di Jepang alami peningkatan 10 kali Baca juga: IDAI waspadai keterlambatan tangani batuk rejan timbulkan komplikasi Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan Editor: Anton Santoso Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Istanbul (ANTARA) - Lebih dari 25.000 kasus batuk rejan (pertusis) telah dilaporkan di Amerika Serikat sepanjang tahun ini, mengacu pada data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Angka tersebut menandai tahun kedua berturut-turut dengan tingkat infeksi di atas level biasanya. Pada rentang waktu yang sama tahun lalu, sekitar 33.000 kasus pertusis tercatat di negara itu.

Data CDC menunjukkan kasus batuk rejan kini jauh melampaui level sebelum wabah global, ketika sekitar 18.600 infeksi dilaporkan pada 2019.

Bayi menjadi kelompok paling rentan terhadap pertusis. Washington dan Louisiana sama-sama mencatat kematian bayi akibat penyakit yang sangat menular itu permulaan tahun ini.

Kematian pertama terkait pertusis sejak 2011 di Washington dilaporkan pada Februari. Di Louisiana, di mana kematian sebelumnya terjadi pada 2018, dua bayi meninggal dalam enam bulan terakhir.

Menurut CDC, batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menempel pada silia di saluran pernapasan atas dan melepaskan racun yang merusak struktur kecil mirip rambut itu, sehingga menyebabkan pembengkakan saluran napas.

Baca juga: Perkara pertusis di Jepang alami peningkatan 10 kali Baca juga: IDAI waspadai keterlambatan tangani batuk rejan timbulkan komplikasi

Baca juga: Insiden pertusis di Jepang alami peningkatan 10 kali Baca juga: IDAI waspadai keterlambatan tangani batuk rejan timbulkan komplikasi

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan Editor: Anton Santoso Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Berbagai sumber membahas tentang hoki slot 777 karena dianggap penting.

Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Berbagai sumber membahas tentang hoki slot 777 karena dianggap penting. Berbagai sumber membahas tentang hoki slot 777 karena dianggap penting.