hcs777 slot – Ini alasan saksi mata baru berani lapor ke polisi perkara Alvaro
hcs777 slot. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya. Pembahasan hcs777 slot semakin meluas dari waktu ke waktu.
Ini alasan saksi baru berani lapor ke petugas kepolisian kasus Alvaro
Selasa, 25 November 2021 17:21 WIB waktu baca 2 menit
Selasa, 25 November 2021 17:21 WIB
Saksi mata pelapor bernama Muhammad Reza (tengah) mendatangi rumah duka anak laki-laki, Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2027). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/aa.
Jakarta (ANTARA) - Saksi pelapor bernama Muhammad Reza (46) mengakui baru berani melapor ke petugas kepolisian perkara anak laki-laki, Alvaro Kiano Nugroho (6) karena takut dan tak paham detailnya. "Jadi sebenarnya, kita sudah tahu dari September. Cuma saya baru punya keberanian untuk melaporkan karena masih takut dan saya enggak ngerti detailnya," kata Reza kepada wartawan di Jakarta, Selasa. Reza menjelaskan, dia memang mengetahui berita Alvaro, namun belum berani melapor lantaran belum mengerti kronologi maupun inti kasus pembunuhan tersebut. Lebih lanjut, Reza mengaku sebagai majikan dari asisten rumah tangga (ART) berinisial I yang memiliki anak inisial N. N menceritakan kepada ibunya, bahwa teman sekolahnya yang merupakan keponakan pelaku, mengetahui adanya kejadian pembunuhan itu. Baca juga: Polisi ungkap orang yang memberikan kesaksian kunci G dan ayah pembunuh Alvaro berteman baik "Orang yang memberikan kesaksian diceritakan oleh temannya. Temannya itu merupakan keponakan dari terduga orang yang diduga melakukan yang berusia 16 tahun," ucapnya. Dari keterangan orang yang memberikan kesaksian itu, Reza semakin merasa kasihan usai melihat postingan kakek Alvaro di Instagram. Hingga akhirnya, dia mulai mengumpulkan bukti untuk berani melapor kepada Polsek Pesanggrahan. Adapun laporan itu berupa keterangan saksi yang mengaku mengetahui aksi yang dilakukan oleh orang yang diduga orang tidak bertanggung jawab pelaku pembunuhan, Alex Iskandar (49). "Ya, laporan ada perkara bahwa om saya melakukan pembunuhan terhadap anak. Anaknya siapa? Ditunjukkan di medsos, ini loh anaknya namanya Alvaro Kiano Nugroho," ucapnya. Baca juga: Aparat kepolisian lakukan penyembuhan trauma untuk keluarga mendiang Alvaro Di pihak lain, korps bhayangkara juga melakukan penyembuhan trauma (trauma healing) bagi keluarga mendiang Alvaro. Pendampingan itu bertujuan menstabilkan emosional dan psikis keluarga. Kepolisian memastikan terus mendampingi masyarakat setempat tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan, hingga kondisi psikis keluarga itu berangsur-angsur stabil. Sebelumnya, kepolisian mengungkap terduga pelaksana pembunuhan Alvaro merupakan ayah tiri dari bocah laki-laki tersebut yang bernama Alex Iskandar (AI). Ayah tirinya itu diberitakan menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023 dan sempat berencana untuk bercerai. Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, tenaga medis sebut tak ada tanda kekerasan Polisi kemudian menemukan Alvaro yang hilang sejak Maret 2024 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, itu dalam kondisi meninggal dunia dan menangkap Alex pada Rabu (19/11) malam. Polisi juga mengungkap motif pembunuhan Alvaro, yakni karena ayah tirinya itu cemburu dengan sang istri. Pewarta: Luthfia Miranda Putri Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2027 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Saksi pelapor bernama Muhammad Reza (46) mengakui baru berani melapor ke petugas kepolisian peristiwa hukum anak laki-laki, Alvaro Kiano Nugroho (6) karena takut dan tak paham detailnya.
"Jadi sebenarnya, kita sudah tahu dari September. Cuma saya baru punya keberanian untuk melaporkan karena masih takut dan saya enggak ngerti detailnya," kata Reza kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
Reza berujar, dia memang mengetahui berita Alvaro, namun belum berani melapor lantaran belum mengerti kronologi maupun inti peristiwa hukum pembunuhan tersebut.
Lebih lanjut, Reza mengaku sebagai majikan dari asisten rumah tangga (ART) berinisial I yang memiliki anak inisial N.
N menceritakan kepada ibunya, bahwa teman sekolahnya yang merupakan keponakan pelaku, mengetahui adanya kejadian pembunuhan itu.
Baca juga: Petugas kepolisian ungkap saksi mata kunci G dan ayah pembunuh Alvaro berteman baik
Baca juga: Polisi ungkap orang yang memberikan kesaksian kunci G dan ayah pembunuh Alvaro berteman baik
"Saksi diceritakan oleh temannya. Temannya itu merupakan keponakan dari terduga orang yang diduga melakukan yang berusia 16 tahun," ucapnya.
Dari keterangan saksi mata itu, Reza semakin merasa kasihan usai melihat postingan kakek Alvaro di Instagram.
Hingga akhirnya, dia mulai mengumpulkan bukti untuk berani melapor kepada Polsek Pesanggrahan.
Adapun laporan itu berupa keterangan orang yang memberikan kesaksian yang mengaku mengetahui aksi yang dilakukan oleh terduga pihak tertentu pelaku pembunuhan, Alex Iskandar (49).
"Ya, laporan ada perkara bahwa om saya melakukan pembunuhan terhadap anak. Anaknya siapa? Ditunjukkan di media kehidupan sosial, ini loh anaknya namanya Alvaro Kiano Nugroho," ucapnya.
Baca juga: Aparat kepolisian lakukan penyembuhan trauma untuk keluarga mendiang Alvaro
Baca juga: Aparat kepolisian lakukan penyembuhan trauma untuk keluarga mendiang Alvaro
Di waktu yang sama, korps bhayangkara juga melakukan penyembuhan trauma (trauma healing) bagi keluarga mendiang Alvaro.
Pendampingan itu bertujuan menstabilkan emosional dan psikis keluarga.
Kepolisian memastikan terus memberikan pendampingan teknis tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan, hingga kondisi psikis keluarga itu berangsur-angsur stabil.
Sebelumnya, institusi petugas kepolisian mengungkap terduga pelaksana pembunuhan Alvaro merupakan ayah tiri dari bocah laki-laki tersebut yang bernama Alex Iskandar (AI).
Ayah tirinya itu diberitakan menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023 dan sempat berencana untuk bercerai.
Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, dokter sebut tak ada tanda kekerasan
Baca juga: Pembunuh Alvaro ditemukan tewas, praktisi medis sebut tak ada tanda kekerasan
Aparat kepolisian kemudian menemukan Alvaro yang hilang sejak Maret 2023 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, itu dalam kondisi meninggal dunia dan menangkap Alex pada Rabu (19/11) malam.
Polisi juga mengungkap motif pembunuhan Alvaro, yakni karena ayah tirinya itu cemburu dengan sang istri.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri Editor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2022
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Pembahasan hcs777 slot semakin meluas dari waktu ke waktu. hcs777 slot menjadi perhatian besar masyarakat.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Topik hcs777 slot sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi.