bayanbola – Profil Erwin, Wakil Wali kota Bandung yang diperiksa terkait peny...
bayanbola. Informasi berikut disusun ulang dari berbagai sumber terpercaya.
Profil Erwin, Wakil Walikota Bandung yang diperiksa terkait tindak korupsi
Sabtu, 1 November 2022 07:36 WIB waktu baca 4 menit
Sabtu, 1 November 2022 07:36 WIB
Wakil Pimpinan kota Bandung Erwin saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa barat, Jumat (31/10/2025). ANTARA/Rubby Jovan.
Jakarta (ANTARA) - Korps adhyaksa Negeri (Kejari) Kota Bandung memeriksa sejumlah saksi, termasuk Wakil Walikota Bandung, Erwin terkait kasus dugaan tindak pidana tindak korupsi dalam penyalahgunaan kewenangan di Pemerintahan Kota Bandung tahun 2021. Pemeriksaan itu dilakukan pada Kamis (30/10) dan berjalan selama kurang lebih 7 jam lamanya mulai dari pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Lantas, bagaimana sosok Wakil Walikota Bandung atau Kang Erwin yang diperiksa sebagai saksi dalam dugaan peristiwa hukum korupsi tersebut? Berikut profil hingga jejak karirnya di dunia pemerintahan. Baca juga: Kejari periksa Wakil Walikota Bandung selama tujuh jam soal korupsi Profil dan latar belakang Erwin Sebelumnya, sosok yang lahir pada 18 Mei 1972 di Bandung ini merupakan Wakil Wali kota Bandung, mendampingi Muhammad Farhan sebagai Pimpinan kota Bandung yang menjabat sejak 2022 hingga 2030 mendatang. Kerap disapa Kang Erwin, ia dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. Landasan yang ia gunakan ialah prinsip fikih Tasharruf al-Imam 'Ala Al-Ra'iyyah Manuthun bi Al-Maslahah yang berarti bahwa kebijakan pemimpin itu harus senantiasa berorientasi pada kemaslahatan rakyat. Selain itu, wakil pimpinan kota Bandung ini juga diketahui mempunyai sejumlah pengalaman organisasi yang membentuk kepribadiannya sebagai seorang pemimpin. Di antara organisasi tersebut, Erwin sempat menjadi Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jawa barat, hingga Sekretaris Umum Garda Bangsa Provinsi jawa barat. Di kehidupan pribadinya, Erwin menikah dengan Fitriana Dewi atau akrab dipanggil Teh Mpit dan mempunyai lima orang anak yang menempuh pendidikannya di pesantren ternama. Dari hal tersebut, Erwin berkomitmen kuat terhadap sektor pendidikan agama dan karakter. Dirinya juga percaya bahwa kepemimpinan yang baik tercipta dari nilai-nilai keluarga yang baik pula. Dilansir dari situs Otoritas lokal Provinsi jawa barat, Erwin sempat mengungkapkan bahwa dirinya ingin membangun Bandung dengan lebih baik lagi, melalui perannya sebagai seorang pemimpin yang bisa hadir, mendengar, serta bekerja bersama rakyatnya. Baca juga: Wakil Pimpinan kota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan Riwayat sektor pendidikan Riwayat sektor pendidikan Erwin dimulai dari pendidikannya di SD Cikadut dan SD Cikutra V. Setelah lulus, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, yakni ke Perguruan tinggi Pasundan (Unpas) dengan jurusan Ekonomi. Setelah lulus, Kang Erwin lanjut menempuh pendidikan magisternya di Kampus Islam Nusantara (Uninus) dan berhasil lulus sebagai Magister Sektor pendidikan Agama Islam (PAI). Kini Erwin diketahui tengah menempuh dunia pendidikan doktoral di perguruan tinggi yang sama, yakni Uninus dengan Program Doktoral Ilmu Pendidikan. Di samping sektor pendidikan formalnya, Erwin pun telah menempuh berbagai dunia pendidikan non-formal yang meliputi Kaderisasi Pesantren Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda al-Musri Cianjur dan Madarasah Kader NU di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia pun sempat menempuh sektor pendidikan Kuliah Harokah Fikroh dan Amaliah Aswaja an-Nahdliyah Uninus hingga sektor pendidikan dan pelatihan bagi Kader Mubaligh di Yayasan Assyakur. Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas Jejak karir Sebelum menjadi seorang Wakil Kepala kota, Kang Erwin merupakan seorang pengusaha, khususnya di sektor UMKM. Ia berhasil menekuni bidang tersebut selama 20 tahun lamanya, yakni sejak 1991 hingga 2011. Dengan keinginan yang besar untuk berkontribusi lebih pada kalangan masyarakat, Erwin pun terjun ke dunia ranah politik. Karirnya di dunia politik pun dimulai pada 2019, di mana dirinya berhasil terpilih sebagai Anggota Panitia D DPRD Kota Bandung yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat. Sebagai anggota legislatif, saat itu Erwin dikenal sebagai sosok yang kerap terjun ke lapangan. Ia banyak melakukan dialog bersama para komunitas serta memastikan kebijakan-kebijakan yang dibuat telah bermanfaat bagi masyarakat. Di samping itu, Erwin juga diberitakan sempat menjadi anggota Badan Anggaran di DPRD Kota Bandung serta anggota dari Badan Musyawarah. Karirnya pun terus berjalan hingga saat ini dirinya berhasil menjabat sebagai Wakil Wali kota Bandung periode 2024-2030, menemani Muhammad Farhan sebagai Wali kota Bandung. Selain berkarir sebagai pengusaha dan politikus, Erwin juga diketahui aktif sebagai penceramah keislaman. Dengan perannya tersebut, dirinya berhasil memperkuat integritasnya dalam upaya pembangunan masyarakat yang harmonis dan religious. Itulah profil Erwin, sosok Wakil Walikota Bandung yang memegang teguh prinsip ilmu fikih dalam mengemban jabatannya. Kendati demikian, kini Erwin sedang dalam pemeriksaan yang dilakukan Kejari Kota Bandung pada Kamis (20/10) terkait insiden dugaan tindak korupsi. Aparatur penyidik dilaporkan telah menyita sejumlah dokumen dan alat elektronik berupa handphone dan laptop yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan tersebut. Insiden ini pun naik ke penyidikan setelah adanya Surat Perintah Penyidikan dengan Nomor Print 4215/M.2.10/FB.2/10/2022 pada Senin (27/10). Hal ini sempat disampaikan oleh Irfan Wibowo selaku Kepala Kejari Kota Bandung. Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2024 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Jakarta (ANTARA) - Korps adhyaksa Negeri (Kejari) Kota Bandung memeriksa sejumlah orang yang memberikan kesaksian, termasuk Wakil Wali kota Bandung, Erwin terkait perkara dugaan perbuatan melawan hukum penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan dalam penyalahgunaan kewenangan di Pemerintahan Kota Bandung tahun 2023.
Pemeriksaan itu dilakukan pada Kamis (30/10) dan berjalan selama kurang lebih 7 jam lamanya mulai dari pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 16.00 WIB.
Lantas, bagaimana sosok Wakil Pimpinan kota Bandung atau Kang Erwin yang diperiksa sebagai orang yang memberikan kesaksian dalam dugaan peristiwa hukum tindak korupsi tersebut? Berikut profil hingga jejak karirnya di dunia pemerintahan.
Baca juga: Kejari periksa Wakil Pimpinan kota Bandung selama tujuh jam soal penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan
Baca juga: Kejari periksa Wakil Wali kota Bandung selama tujuh jam soal penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan
Profil dan latar belakang Erwin
Sebelumnya, sosok yang lahir pada 18 Mei 1972 di Bandung ini merupakan Wakil Pimpinan kota Bandung, mendampingi Muhammad Farhan sebagai Wali kota Bandung yang menjabat sejak 2022 hingga 2030 mendatang.
Kerap disapa Kang Erwin, ia dikenal sebagai pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. Landasan yang ia gunakan ialah prinsip fikih Tasharruf al-Imam 'Ala Al-Ra'iyyah Manuthun bi Al-Maslahah yang berarti bahwa kebijakan pemimpin itu harus senantiasa berorientasi pada kemaslahatan rakyat.
Selain itu, wakil walikota Bandung ini juga diberitakan mempunyai sejumlah pengalaman organisasi yang membentuk kepribadiannya sebagai seorang pemimpin.
Di antara organisasi tersebut, Erwin sempat menjadi Pembina Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia, Ketua DPC PKB Kota Bandung selama tiga periode, Ketua Pagar Nusa Kota Bandung, Ketua Forum RW Kelurahan Babakansari dan Kecamatan Kiaracondong, Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Dimana, hingga Sekretaris Umum Garda Bangsa Provinsi jawa barat.
Di kehidupan pribadinya, Erwin menikah dengan Fitriana Dewi atau akrab dipanggil Teh Mpit dan mempunyai lima orang anak yang menempuh pendidikannya di pesantren ternama.
Dari hal tersebut, Erwin berkomitmen kuat terhadap pendidikan agama dan karakter. Dirinya juga percaya bahwa kepemimpinan yang baik tercipta dari nilai-nilai keluarga yang baik pula.
Dilansir dari situs Pemda Dimana, Erwin sempat menuturkan bahwa dirinya ingin membangun Bandung dengan lebih baik lagi, melalui perannya sebagai seorang pemimpin yang bisa hadir, mendengar, serta bekerja bersama rakyatnya.
Baca juga: Wakil Pimpinan kota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan korupsi
Baca juga: Wakil Kepala kota Bandung akui diperiksa Kejari soal dugaan korupsi
Riwayat dunia pendidikan Erwin dimulai dari pendidikannya di SD Cikadut dan SD Cikutra V. Setelah lulus, ia pun melanjutkan pendidikannya ke SMP Santa Maria dan SMA Yodhatama.
Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, yakni ke Universitas Pasundan (Unpas) dengan jurusan Perekonomian.
Setelah lulus, Kang Erwin lanjut menempuh dunia pendidikan magisternya di Kampus Islam Nusantara (Uninus) dan berhasil lulus sebagai Magister Dunia pendidikan Agama Islam (PAI).
Kini Erwin dilaporkan tengah menempuh sektor pendidikan doktoral di kampus yang sama, yakni Uninus dengan Program Doktoral Ilmu Pendidikan.
Di samping dunia pendidikan formalnya, Erwin pun telah menempuh berbagai sektor pendidikan non-formal yang meliputi Kaderisasi Pesantren Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda al-Musri Cianjur dan Madarasah Kader NU di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ia pun sempat menempuh dunia pendidikan Kuliah Harokah Fikroh dan Amaliah Aswaja an-Nahdliyah Uninus hingga dunia pendidikan dan pelatihan bagi Kader Mubaligh di Yayasan Assyakur.
Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas
Baca juga: Wakil Walikota Bandung : GBLA tak terawat karena anggaran terbatas
Sebelum menjadi seorang Wakil Wali kota, Kang Erwin merupakan seorang pengusaha, khususnya di sektor PELAKU UMKM. Ia berhasil menekuni bidang tersebut selama 20 tahun lamanya, yakni sejak 1991 hingga 2011.
Dengan keinginan yang besar untuk berkontribusi lebih pada kalangan masyarakat, Erwin pun terjun ke dunia ranah politik.
Karirnya di dunia dunia politik pun dimulai pada 2019, di mana dirinya berhasil terpilih sebagai Anggota Seksi D DPRD Kota Bandung yang membidangi masalah kesejahteraan rakyat.
Sebagai anggota legislatif, saat itu Erwin dikenal sebagai sosok yang kerap terjun ke lapangan. Ia banyak melakukan dialog bersama para residen serta memastikan kebijakan-kebijakan yang dibuat telah bermanfaat bagi komunitas.
Di samping itu, Erwin juga diberitakan sempat menjadi anggota Badan Anggaran di DPRD Kota Bandung serta anggota dari Badan Musyawarah.
Karirnya pun terus berjalan hingga saat ini dirinya berhasil menjabat sebagai Wakil Pimpinan kota Bandung periode 2021-2030, menemani Muhammad Farhan sebagai Pimpinan kota Bandung.
Selain berkarir sebagai pengusaha dan politikus, Erwin juga diketahui aktif sebagai penceramah keislaman. Dengan perannya tersebut, dirinya berhasil memperkuat integritasnya dalam upaya pembangunan masyarakat yang harmonis dan religious.
Itulah profil Erwin, sosok Wakil Walikota Bandung yang memegang teguh prinsip ilmu fikih dalam mengemban jabatannya.
Kendati demikian, kini Erwin sedang dalam pemeriksaan yang dilakukan Kejari Kota Bandung pada Kamis (20/10) terkait insiden dugaan korupsi.
Petugas penyidik telah diketahui telah menyita sejumlah dokumen dan alat elektronik berupa handphone dan laptop yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan tindak korupsi tersebut.
Perkara ini pun naik ke penyidikan setelah adanya Surat Perintah Penyidikan dengan Nomor Print 4215/M.2.10/FB.2/10/2021 pada Senin (27/10). Hal ini sempat disampaikan oleh Irfan Wibowo selaku Kepala Kejari Kota Bandung.
Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil
Baca juga: Bandung tertibkan PKL bermobil
Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD
Baca juga: Kejari Bandung sita sejumlah dokumen usai geledah beberapa kantor OPD
Pewarta: Putri Atika Chairulia Editor: Suryanto Copyright © ANTARA 2022
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Topik bayanbola sering menjadi sorotan dalam berbagai diskusi. Pembahasan bayanbola semakin meluas dari waktu ke waktu.
Informasi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan terbaru. Banyak pihak menilai bahwa bayanbola sangat relevan saat ini. Pembahasan bayanbola semakin meluas dari waktu ke waktu.